"Ayah lihat-lihat ini"
suara lembut dan imut berasal dari seorang gadis yang berumur 5 tahun yang sedang memanggil ayahnya
"Ada apa Eiris?" Tanya ayahnya yang sedang berkebun
"Lihat aku menemukan serangga yang langka ayah ^^"
"Bagus nak,,, dimana kau menemukannya?"
"Itu di sana ayah, di atas pohon" gadis itu menunjuk pohon yang ukurannya lumayan besar
"Kau bisa memanjat pohon itu?" Tanya ayahnya yang terkejut dan tidak percaya
"Humm iya, kalau begitu aku pulang dulu ayah, aku mau bertemu Sam"
Eiris nama gadis kecil itu, iya tentu saja ia adalah bayi yang ditinggalkan di gua 6 tahun lalu dan kini tumbuh menjadi gadis kecil yang imut, manis, baik dan pintar
Iya memiliki rambut pendek yang berwarna putih perak dan mata yang berwarna biru serta pipi yang begitu gembul
"Sam!" Teriak Eiris yang berada 2 meter dari tempat Sam dengan girang Eiris berlari
"Aku tidak tuli, tidak perlu kau teriak seperti itu, kenapa kau memanggil ku" ucap Sam
Sam adalah anak laki-laki yang seumuran dengan Eiris, ia juga teman Eiris
Sam memiliki rambut yang berwarna merah dan mata yang hijau, aku bisa membayangkan kalau dia adalah laki-laki tampan
"Ahhh kenapa kau marah Sam? Sam lihat aku menemukan serangga langka, aku menemukannya di pohon di sawah ayah ku, kau mau?"
"Tidak, aku tidak tertarik, pergilah jangan ganggu aku"
Tiba-tiba ibu Sam keluar dari rumah
"Ara ara ada Eiris" ibu Sam yang bersiap-siap untuk membeli bahan di pasar melihat mereka berdua yang sedang bertengkar
"Bibi? Bibi mau kemana?" Tanya Eiris
"Bibi mau pergi kepasar, Airis temani Sam sebentar ya jangan sampai dia menjeburkan diri ke kolam itu, oh iya Sam kalau kalian lapar ada bubur kacang di atas meja makan lah bersama sama"
Ibu sam pun pergi menuju pasar, pasar yang letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk desa, pasar itu terdiri berbagai macam sayuran, buah, dan bahan baku lainnya, dan di pasar juga terjadi ketidak adilan bagi para pedagang di sana. Dimana para pedagang selalu di minta upeti atau pajak keamanan
Kerajaan Violet sangat tidak teratur dimana ada sebuah kabat kalau Raja dari kerajaan itu sedang mengalami sakit dan pemerintahan kerajaan di pegang oleh Ratu Archel
"Ara ara semakin mahal saja, turunin pak harganya ini juga kan sedikit isinya" ibu Sam yang sedang tawar menawar dengan pedagang
"Maaf bu mau bagaimana lagi, pembayaran upeti juga sudah melonjak naik, jika aku tidak menaikan harga barang, aku tidak bisa membayar upeti nanti, kau tau orang yang tidak bisa membayar upeti mereka di jatuhkan hukuman, aku tidak mau itu terjadi padaku, jadi kau mau beli atau tidak" itulah penjelasan singkat dari pedangang tersebut
"Baik lah" ucap
Sementara keadaan di kerajaan
"Bagaimana keadaan Raja" tanya kepala dektetif
"Keadaannya semakin memburuk, aku tidak bisa berbuat lebih, hanya kuasa yang di atas dan berharap semoga efek dari obatnya dapat berjalan" itulah yang di ucapkan tabib istana, dengan kepala yang menunduk dan penuh harapan agar Rajanya segera sembuh kepala dektektif menangis
Cho sang kepala dektektif adalah pelayan abdi yang setia bagi Raja, ia bersumpah hidup dan mati hanya untuk menjadi pelayan setia Raja. Akan tetapi ia saat ini tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan Raja yang sedang sekarang.
Malam harinya
"Ibu? Kapan aku boleh ikut ke pasar?" Tanya Eiris
Ibu Eiris berkerja di pasar untuk berdagang, sementara ayahnya terus bertani
"Pasar itu sangat jauh, kalau kau ikut ibu siapa yang akan membantu ayah di sawah? Nanti Sam kesepian haha" itu lah kata ayah nya
"Sudah malam ayo tidur" ajak ibu Eiris
Penerang rumah mereka yang hanya di terangi dengan lampu dari api di matikan saat tidur, suasana yang gelap dan sepi hanya terdengar suara jangkrik dan katak
Eiris terbangun untuk kekamar mandi, saat ia selesai buang air kecil Eiris melihat secarik cahaya di belakang rumahnya. Dia ingin sekali mendekati cahaya itu karena cahaya itu memiliki warna yang cantik, perlahan-lahan terdengar suara decitan lantai yang terbuat dari kayu, dengan sekejap mata cahaya itu menghilang, Eiris langsung lari menuju kamar
"Eiris ada apa?" Tanya ibunya yang tidur berada di sampingnya
"Tidak ada apa-apa ibu" ia menutup dirinya dengan selimut karena ketakutan.
Pagi harinya, ibu Eiris pergi kepasar untuk berkerja
"Eiris nanti kalau ayah kamu sudah bangun kalian makan yah, ibu sudah menyediakan di meja" pesan ibu
"Baik bu" ucap Eiris
"Ada apa Eiris?" Tanya Ayahnya
"Tadi malam aku bangun untuk kekamar mandi, lalu aku melihat cahaya kecil di belakang rumah"
"Ehhh benarkah seperti apa cahaya itu Eiris?" Tanya ayahnya
"Cahaya itu berwarna biru terang dia melayang" ucap Eiris
Sejenak ayahnya berpikir dengan tangan di dagunya ia berpikir keras
"Eiris ayah tidak tau api apa itu, jika kau melihatnya jangan dekati lagi, paham" itu adalah ucap ayahnya dengan kerutan alis di dahinya dan tatapannya yang tajam menandakan ia kesal
"Kenapa ayah?" Tanya Eiris
Ayahnya pun tidak menjawab
Selesai sarapan, Eiris pergi ke sungai dekat rumahnya, ia pun berhenti sejenak dan duduk di bawah pohon.
Tampa sadar Eiris ketiduran di bawah pohon tersebut
Ia pun bermimpi, dimana ia melihat cahaya biru itu lagi dan ia mengikutinya Eiris melihat kebakaran yang amat besar, api dimana-mana korban jiwa berjatuhan. Eiris pun terbangun
10 tahun kemudian
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Takdir
FantasyTakdir di istilahkan menjadi dua, Takdir yang tidak dapat di ubah dan Takdir yang dapat di ubah. sebuah Takdir yang dapat di ubah adalah nasib orang itu sendiri sedangkan Takdir yang tidak dapat di ubah iyalah sebuah Kematian, cerita ini menceritaka...
