1. Movie night!

1.7K 124 3
                                    

Don't forget to vomment, share, and follow to support Author!

Enjoy!
.
.

Setelah hari yang melelahkan, akhirnya bel akhir sekolah berbunyi. Semua siswa baik yang junior maupun yang senior memberes-bereskan diri mereka untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

Zee yang cukup lelah akan adik-adik kelas barunya pun masih merasa ngos-ngosan. Walau di jam terakhir Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dikelasnya.

"Zee, nanti ke tempat biasa nggak nih?"

Chandra menghampiri Zee yang baru saja menghabiskan pudding coklatnya yang ia bawa dari rumah.

"Oiya dong, bareng ya nan-"

Drrrt Drrrt

Ponsel milik Zee tiba-tiba berdering, menampilkan gambar dirinya yang sedang dipeluk adiknya.

Iroy is calling

"Uwuu, Yori Yori kawaii!" Ucap Chandra gemas. Zee memutarkan bola matanya dengan malas lalu mengangkat panggilan tersebut.

Bip

"Yori?"

"ABANGGG!!!"

Zee menjauhkan jarak antar ponselnya dengan telinganya.

"Astaga dek, gausah pake teriak-teriak juga kali!"

Zee menghela nafas sebentar, lalu kembali berbicara.

"Yaudah, kenapa dek?"

"Abang bareng kan pulangnya sama aku? Aku udah mau pulang nih, bu Latipah ga masuk jadi ga ada tambahan sore abis ini, yey!"

Zee terdiam sejenak untuk berfikir. Artinya dia harus mengantar adiknya terlebih dahulu ke apartemen.

"Chan, gua nyusul gapapa kan?"

"Okesip, santuy, tapi hukumannya nanti traktiran ya!"

Zee menjitak kepala Chandra cukup keras, sampai sampai Chandra meringis kesakitan.

"Aduhh, sakit Zee!"

"Biarin, lagian!"

"Halo?"

"Eh, iya Yori? Iya iya, ayo pulang."

"Okee, dadah abangg"

Bip

Zee memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan beranjak dari mejanya. "Duluan ya Chan, bilangin ke yang laen gua nyusul!"

Chandra mengacungkan jempolnya lalu merebahkan tubuhnya di deretan kursi milik Zee dan dirinya. "Okesip, jangan lama lama lo!"

"Iya cerewet!"

.
.
.
.
.


"Abang!"

Yori langsung memeluk abangnya begitu ia muncul diparkiran motor. Zee yang sedikit terkejut dengan perlakuan adiknya itu memilih untuk tersenyum dan membalas pelukannya, tanpa memperdulikan orang yang ada disekitar.

"Iroyy, gimana hari ini?" Zee mengelus pelan pucuk kepala Yori.

"Tadi dikelas bosen banget! blom ada kerjaan, jadinya cuma ngobrol ngobrol dikit sama Adel!" Keluh Yori.

"Yaudah kan sekarang udah pulang, gimana kalau nanti malem kita nonton bareng?" Ajak Zee yang membuat Yori mengangkat kepalanya dan memasang senyuman lebar di mukanya.

"Aaa Mau!!" Jawab Yori sambil melompat-lompat.

Zee segera menstarter motornya lalu menancap gas menuju arah apartemennya bersama Yori.

Namun tanpa ia sadari seorang perempuan sedang menatap laju motornya yang lama-lama menjauh dari sekolah. Ia tersenyum kecil. Sayangnya, bagaimana ia melihat lelaki tersebut memperlakukan seorang perempuan yang tidak ia kenal membuatnya sedikit terganggu.

"Duh, apaan sih kok jadi kepikiran!" Gumamnya.

.
.
.


Sesampainya Di depan wilayah apartemen, Zee tidak memarkirkan motornya ke basement parkiran, melainkan hanya memberhentikannya di depan lobby apartemen.

"Lho, abang mau pergi kemana lagi?" Tanya Yori setelah turun dari jok belakang motor abangnya.

"Abang nanti mau ngumpul dulu ya sama temen-temen. Kamu dirumah aja dulu, kalau ada apa-apa telpon aja ya."

"Ihh, katanya tadi nanti mau nonton." Yori memajukan bibirnya kedepan dan membelakangi Zee agar tidak menghadap mukanya.

"Iya nanti jadi nonton kok. Ketemuannya juga nggak lama-lama kok, palingan abis maghrib dah nyampe." Sahut Zee halus. Yori mulai memutar badannya kembali menghadap Zee.

"Janji ya?" Tanya Yori manja sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

"Janji."

Zee membalas jari kelingking Yori dan menggenggamnya erat. Keduanya tersenyum untuk sesaat, lalu diakhiri dengan sebuah ciuman dikening Yori.

"Pergi dulu ya roy!" Sahut Zee yang sudah mulai kembali menggeber motornya.

"Dadah Abang!"


Tak lama setelah mendrop Yori di apartemen, kini sampailah Zee disebuah cafe; tempat dimana "komplotan pecinta micin" yang sampai sekarang masih suka sekali mengganggunya, namun juga tidak bisa ia lepas.

Cafe Eirene

Ketika masuk, Zee langsung menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, dan mendapatkan segerombolan "teman-teman"nya sedang sibuk dengan sesuatu yang sedang dibicarakan.

Zee mendekat kearah mereka, namun tidak ada yang menoleh sama sekali bahkan untuk menyapanya. Setelah Zee mengintip apa yang sedang mereka lakukan, ternyata mereka sedang membicarakan para siswi-siswi cantik baru yang barusan sempat dihukum dengan sengaja.

"Hoy, gua baru dateng bukannya disambut malah liat foto foto gituan! Dasar ganjen." Sahut Zee yang mengejutkan ketiga temannya yang sedari tadi sibuk merumpi.

In Return - JKT48Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang