12. Rest

567 47 4
                                    

Don't forget to Vote, Comment, Share and follow Author for your support!
Enjoy!! Luv^Author
.
.
.

Wanita yang Zee panggil 'Mah' itu tidak menengokkan kepalanya walau dipanggil. Tidak peduli bahwa sudah berbulan-bulan ia tidak menemui kedua anak kandungnya.

"Ternyata kamu bikin prestasi yang lumayan bagus ya selama mamah lagi gak ada ya." Puji Melody menghadap Zee setelah cukup lama menikmati pemandangan di luar gedung.

"Aku kangen mamah."

Tiga kata yang sederhana, namun sangat menyimpulkan perasaan Zee saat ini.

"Eh, emang kamu gak pernah berubah ya Zee. Tapi gak biasanya kamu manja begini." Melody menggeleng-gelengkan kepalanya. "Terlalu sering disuapin sama Yori ya kamu."

Zee tersenyum lalu membalasnya. "Aku udah ga disuapin sama Yori lagi. ada yang baru."

Mata Melody terbelalak lalu tertawa mendengar respon Zee. "Eh Azizi... tsk tsk tsk" Ia benar benar tak habis fikir dengan anak sulungnya yang makin menjadi-jadi setelah dilepas bebas.

"Udah berani beraninya ya sekarang." tawa Melody yang tak lama kemudian membuka selebaran dokumen-dokumen pekerjaan.

Zee tersenyum sangat lebar. Momen seperti ini benar-benar langka untuk dirasakan baginya. Bertemu dengan ibunya lalu tertawa-tawa bercerita tentang perempuan, terlepas dari pekerjaan, layaknya seorang anak laki-laki yang bersama ibu pada umumnya.

Walau hanya sebentar pun, Zee merasa sangat bahagia.

"Okay, laporan tiga bulan kebelakang cabang kamu. Silahkan duduk Zee."

Zee segera duduk dan kembali serius menghadapi seorang wanita karir yang didepannya ini. Walau Zee anak kandungnya, namun Melody bukanlah wanita yang inkompeten dalam bekerja. Bahkan pernah tanpa segan-segan memberhentikan proyek expo yang diajukan olehnya.

"Dari laporan bulan Juli sama Agustus, pemasukkan dari penjualan majalah Asadel Production meningkat 15 persen, Kontrak permintaan kerjasama dengan produk-produk kelas atas pun juga naik sampai dua kali lipat."

Zee mengangguk.

Kekaguman Melody tidak berhenti sampai situ. "Masuk bulan Agustus pun, penurunan dalam permintaan hampir ga keliatan. Bahkan dua acara TV rating tinggi pun sampe ngadain kerjasama reguler dengan talent kita? Dan itu dilaksanain pas awal kamu buka toko pudding kamu."

Zee kembali menangguk mendengarkan rincian Melody. Dan laporan bagian akhir benar-benar mengejutkannya.

"Bulan September sampe sekarang belum ada kemajuan yang drastis lagi di Asadel Production, tapi belum ada laporan kerugian lagi dari tanggal pembukaan sampai hari ini, dan Yori Puddings yang baru kamu buka itu udah berhasil ngumpulin pemasukkan 60 Juta dari modal awal. Mengingat bahwaa, sekarang pudding lagi gak tren di kalangan remaja dan orang dewasa." Mata Melody  menagih sedikit penjelasan untuk bagian akhir tersebut.

"Abis nyari panglaris dimana kamu?" Candaan Melody membuat Zee kembali terkekeh.

"Saya ada sedikit perombakan karyawan dari Asadel Production ke Yori Puddings, berhubung mencari ketenagakerjaan yang memadai saat ini lagi sedikit susah. Walau begitu saya rekrut beberapa orang buat gantiin karyawan-karyawan lama yang ditransfer dari Asadel Production. Laporannya terlampir juga."

Melody merasa belum puas menerima jawaban tersebut.

"Dari talent studio ke kuliner? Kamu sama karyawan kamu di Asadel Production merintis dari kapan emangnya?"

In Return - JKT48Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang