[14] 축하해요

4.6K 642 117
                                        

FATE

▪
▪
▪
▪

▪
▪
▪

▪
▪

▪
.


Dua minggu telah berlalu begitu saja kala keluarga kecil berkepala keluarga Oh Sehun pindah kerumah baru mereka. Sebuah rumah tak terlalu besar juga tak kecil yang dikelilingi berbegai tumbuhan hijau juga kolam renang minimalis yang cukup untuk olahraga kecil tiga orang penghuni rumah itu. Berbagai rintangan harus dilalui Sehun untuk menemukan rumah yang kini telah dibelinya, eommanya alias nenek dari anak kesayangannya itu tak kenal lelah untuk terus mengagalkan tindakan Sehun membeli rumah. Beruntung pada salah satu teman Sehun yang tak dikenali sang eomma dapat membantunya dalam mencarikan sebuah rumah dan saat itu pula eommanya merajuk dengan mendiami sang anak dua hari lamanya.

Ketiganya mulai menghuni rumah baru selang tiga hari Sehun membelinya karna Luhan dan Sehun yang harus lebih dulu membeli berbagai perlengkapan juga benda-benda pengisi rumah. Seperti yang dikatakan Sehun sebelumnya jika mereka tidak akan membawa barang apapun dari mension Oh ataupun Xi, itu dilakukan untuk berjaga kala mereka yang hendak menginap. 

Seperti yang telah disebutkan jika kini dua minggu telah terlewati dan tentu saja rumah tersebut sudah lengkap terisi dengan berbagai furniture elegan pilihan Luhan. Sangat nyaman dan menenangkan seperti malam yang tenang saat ini dengan pasangan Hunhan tengah bersantai disofa ruang keluarga sedangkan sang anak sudah terlelap pulas dikamarnya kala jadwal padat yang ia lakukan hari ini.

"Sehun-ah" Sehun berdeham sebagai jawaban, "Kau mengenal LouesS?"

Luhan yang memang sedang memperhatikan Sehun membaca buku disampingnya itu melihat kedua alis suaminya tersebut mengerut, "Wae"

"Apa kau pernah diteror?" Sehun menghentikan aktivitasnya dan melirik Luhan yang ada disampingnya. "A-aku tau itu konyol, Tapi terus mengirimkan kontrak kerjasama selama satu tahun bukankah termasuk meneror?" 

"Apa maksudmu?"

"LouesS, mereka yang aku bicarakan tadi.. Sebenarnya mereka terus mengirimkan kontrak kerjasama padaku" 

"Dan kau baru memberitahukan ku sekrang?" terdengar nada merendah yang tajam disana.

Sehun tidak marah, ia hanyalah sangat kesal. Bagaimana bisa Luhan tak menceritakan hal penting seperti ini?

"A-aku kira itu hanya permintaan kerjasama biasa, jadi aku hanya mengabaikannya" Luhan tak ingin membela diri, tapi ia juga tak ingin disalahkan oleh Sehun yang menatapnya tajam saat ini. 

Sehun menghembuskan nafas berat bersama tangan kanan memijat keningnya yang berdenyut, "Aku akan--" 

"AkuMenerimaTawarannya" ucap Luhan secepat kilat. 

"Mwo" 

Lihatlah bagaimana Sehunnya melotot tak percaya, "Kemarin aku kesal karna mereka terus mengirim surat itu, J-jadi aku menerima tawarannya begitu saja dan.. dan mengatur pertemuannya l-lusa" 

"Oh Luhan!" 

"Sudah kubilang aku tak tak tau! Aku tak pernah diteror sebelumnya! Jadi mana aku tau apa yang harus dilakukan! Maaf karna aku ceroboh dan... dan maaf baru memeberitahukanmu.. a-aku hanya tak tau apa yang harus dilak--"

Grab. 

"Sigh. Arra.. maaf membentakmu, lusa aku ikut pertemuanya jadi tenanglah" Luhan mengangguk dalam dekapan Sehun, tangannya meremat baju rajutan namja albino itu sambil menutup mata merasakan kenyamanan pelukan yang ia terima dan menjadikan malam yang tenang bagi keduanya. 

FATE ; ChanbaekCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang