FATE
▪
▪
▪
▪
▪
▪
▪
▪
▪
▪
.
Pagi yang indah dengan suasana bandara yang dipenuhi manusia. Ya, tadi malam tepatnya satu jam setelah nada telpon terputus, Luhan mengirimi Chanyeol pesan dengan banyak huruf kapital juga disertai dua tiket penerbangan paling awal untuk hari ini. Maka disinilah Chanbaek menunggu jam keberangkatan mereka bersama satu koper barang seadanya.
Mereka tiba di Korea pada sore menjelang malam dan langsung melesat menuju rumah milik Chanyeol sendiri. Mereka beristirahat kurang lebih 30 menit lalu dilanjutkan keduanya untuk makan bersama dengan Chanyeol yang memesan makanan sebelumnya.
Sampai tibalah waktu dimana ajal Chanyeol akan terancam..
BRAAKK
Pintu utama rumah Chanyeol tiba-tiba saja terbuka lalu membanting tembok yang diikuti suara sangat keras. Bahkan, badan sebesar Chanyeol dibuat terpenjat akan suara gebrakkan pintu yang sungguh ia tau siapa pelaku dibaliknya.
"BABBYYYY"
Tampaklah Luhan dengan masih lengkap mengenakan jas putihnya. Rambutnya terlihat berantakan, wajahnya memerah, dan nafasnya tersengkal. Ditambah mata bulat itu sudah menyorot kesal pada Chanyeol yang masih mengenakan apron karna sedang mencuci piring didapur.
"Baekhyun sedang di kamar mandi Lu. Dia-"
"YAK!" kalimat Chanyeol terhenti, ia mulai melangkah mundur melihat Luhan mulai mengambil langkah majunya, "..BERANINYA KAU-"
"Eommaa!"
Suara lembut Baekhyun sungguh menjadi penyelamat hidup bagi seorang Park Chanyeol. Seketika cengkraman pada baju Chanyeol yang dilakukan Luhan terlepas karna sang empu mulai berlari menuju tempat Baekhyun berdiri yaitu didepan pintu kamar mandi.
"Babyyy aku merindukanmu seka-YAK! Ini apa!!" Luhan menjauhkan kembali tubuhnya, merengutkan alisnya dan memfokuskan pandangannya pada perut Baekhyun yang ia rasakan sangat mengganjal,
"..PARK CHANYEOL BODOH, KENAPA PERUT ANAKKU SUDAH SEBESAR INII!!"
"Kkk-eomma kenalkan, usianya sudah beranjak tiga bulan"
"APAA!"
Jika saja Baekhyun tidak cepat mendekap tubuh Luhan, sudah sangat dipastikan rambut Chanyeol akan rontok menuju botak dikemudian harinya.
Luhan dan Sehun memutuskan untuk bersalin dirumah Chanyeol karna waktu yang sudah cukup larut dan kini mereka sama-sama sedang berbincang diruang keluarga, memakan pizza dengan Baekhyun yang dibatasi porsinya. Disana Chanbaek menceritakan tentang asal-usul bayi mereka dilanjutkan Luhan yang ikut menceritakan banyak hal tentang pekerjaannya.
Baekhyun bersandar di dada Sehun dengan sang ayah yang setia mengelus dahi anaknya, di sisi lain Chanyeol sibuk memperhatikan Baekhyun yang mulai terlelap dan Chanyeol yang terus menyuap potongan pizza juga bir kedalam mulutnya.
Luhan? Ah, namja Cina itu ikut berbaring santai dengan menjadikan paha Sehun sebagai bantalan kepalanya.
"Ah, omong-omong bukankah kau juga sedang hamil Lu?"
Chanyeol menyerengit karna baru mengingat hal tersebut. Mata bulatnya langsung ikut merespon dengan melirik perut Luhan, namun tak ada yang special disana. Masih sama dan terlihat rata tak seperti milik Baekhyunnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FATE ; Chanbaek
Fanfiction"..Wait! Jadi, Kau" menunjuk Sehun, "..menghamili rusa gila ini saat dia berusia enam tahun? But, ENAM TAHUN!! Dan itu menghasilkan bidadari secantik Baekhyun yang adalah My Fate?!" - Chanyeol "Hah? Your Fate? just go to hell now!" - Luhan. "..Jauhi...
