Fanya memasuki kamar Tika, di lihatnya Tika masih tertidur, semenjak kepergian ibunya Tika benar benar tidak keluar kamarnya ia hanya menangis, makan, lalu menangis hingga tertidur. Tentu saja fanya khawatir akan kondisi adiknya itu, ia tidak mau adiknya itu kenapa napa karna hanya Tika saat ini yang ia punya
Saat fanya membangunkan gadis yang lebih kecil 3 tahun darinya itu, fanya sangat terkejut saat melihat darah yang memenuhi sering bantal Tika.
"TIKAAAA" Fanya dengan cepat menghubungi Nara namun ternyata wanita itu sedang liburan bersama keluarganya, fanya tidak memberitahu tentang ini karna ia tidak mau kerusak liburan akhir pekan nara
Fanya mencoba untuk menghubungi Alena, namun hasilnya nihil. Ponsel Alena tidak aktif membuat fanya menangis ketakutan.
"Kenapa non? Apa yang terjadi" tanya pembantu rumahnya saat batu tiba di kamarnya Tika
"Astaga non Tika" teriak bibi itu histeris
"Saya akan menghubungi ambulance dan non Nara" ucap wanita berparuh baya itu
Fanya berusaha mengangkat Tika, membersihkan sisa darah yang ada di hidung dan pipi gadis itu
"Tika bertahanlah sebentar, ambulance akan segera datang" ucap fanya cemas. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya itu.
Ambulance pun datang dan fanya segera bawa Tika ke rumah sakit
Setelah sampai di rumah sakit, fanya dan pembantu rumanhy sedang nunggu di depan ruang UGD sementara Tika masih diperiksa di dalam.
Fanya tidak tenang saat ini, pikirannya kacau.
Tak lama kemudian dokter pun datang dan mengatakan sesuatu yang membuat fanya pingsan di tempat
****
Rayhan berlari sepanjang koridor, pergi ke UKS, belakang sekolah, perpus, kantin, ruang musik, ruang dance sampai ke toilet wanita pun ia berlari
Kaki ini dia tidak salah lagi, bahwa fanya adalah wanita yang ia cari selama ini. Tadi Raffi memberitahu padanya bahwa kemarin fanya ulang tahun dan Raffi mengajak Rayhan untuk mengerjai fanya habis habisan
Awalnya Rayhan setuju tapi kemudian ia ingat. Tanggal 28 Agustus itu adalah ulang tahun wanita itu dan juga ulang tahun fanya. Sudah cukup banyak bukti mengatakan bahwa fanya adalah wanita itu namun selama ini Rayhan selalu menyangkal
Dan hari ini fanya tidak sekolah, tadi Nara dan Alena menyusul ke rumah sakit setelah meminta izin dari pihak sekolah karna mereka tahu juga.
Rayhan baru tau akan hal itu ia langsung pergi menuju rumah sakit menyusul Nara dan Alena
Sesampainya di rumah sakit Nara dan Alena langsung menuju ruangan Tika namun mereka tidak menemukan fanya disana
"Bi fanya mana?" Tanya Nara pada wanita itu
"Tadi dia pamit keluar sebentar, tapi sampai saat ini dia belum balik lagi" ucap bibi itu cemas
"Ya ampun dia kemana? Di saat seperti ini seharusnya ia tidak pergi" ucap Alena
"Ayo cari" ajak nara dan mereka pun segera langsung mencari fanya dengan menggunakan mobil Nara
***
Sementara disisi lain, fanya sedang duduk di pinggir sungai. Ia tidak tau sungai apa? Tapi yang jelas sungai itu jauh dari rumah sakit dan rumahnya
Fanya hanya menatap kosong ke arah sungai. Ingatan lama itu kembali terbayang di kepalanya. Disaat ibu dan ayah nya masih ada, disaat keluarganya masih baik baik saja, fanya ingat semuanya.
Di saat mereka merayakan ulang tahun Tika dan juga di saat mereka merayakan ulang tahun fanya. Hanya tawa dan canda bahagia yang terukir di sana, namun semuanya hilang sudah seperti mimpi yang sudah menghilang
Buliran bening itu jatuh dan mengalir di pipi fanya. Hidup ini kejam padanya, semua orang menyiksanya. Apa alasannya? Sehingga di hukum seperti ini? Sungguh ia sudah tidak kuat lagi.
Fanya sudah berusaha untuk bangkit dan tidak lemah, namun ia sudah tidak bisa. Melihat Tika yang sedang sekarat ini membuat nya ingin mati saja
Entah setan apa yang telah membisikkan kepada fanya. Membuat wanita itu berjalan mendekati sungai yang deras itu, hasutan setan telah memenuhi pikirannya ,hingga kehilangan akal sehat.
Fanya terus mendekat ke sungai, ia masih menatap kosong ke depan tanpa berkedip.
Greb
"Fanya apa yang kau lakukan??!!" Teriak Nara histeris dan langsung memeluk gadis itu
Fanya hanya menangis namun tatapannya masih kosong ke depan
Alena dan Nara memeluk sahabatnya itu.
"Maafin kita fan, disaat kamu butuh kita, kitanya malah gak ada. Aku sungguh tidak tau ini bakalan terjadi, kemarin hp ku mati karna jatuh ke dalam mesin cuci saat hendak mandi. Fan aku minta maaf, tapi jangan seperti ini, jangan putus asa gini, kamu harus kuat, kamu kuat jangan seperti ini aku mohon" ucap Nara tidak berhenti menangis.
"Fan sadarlah, jangan kehilangan jati diri kamu, jangan ikuti hasutan setan itu"ucap Alena sambil menyandarkan fanya
Fanya masih terdiam, tatapannya masih kosong namun air mata nya tetap saja keluar
Alena membangunkan fanya lalu membawanya ke mobil sebelum fanya kembali melanjutkan niat nya untuk bunuh diri.
Selama perjalanan fanya hanya menatap ke jendela tanpa berniat untuk membalas perkataan sahabatnya itu
"Fan, ini minum" Alena menyodorkan air pada fanya namun wanita itu masih fmdiam seperti tidak bernyawa
"Fan"panggil Nara namun tetap tidak ada reaksi
Nara dan Alena tersiksa melihat fanya seperti ini, ini bukanlah fanya yang sebenarnya. Mereka tau bahwa fanya tidak akan seperti ini meskipun masalah berat menimpanya
****
Fanya tidak bisa tidur, malam ini ia di paksa tidur di rumahnya oleh Nara dan Alena. Lalu mereka yang menemani Tika di rumah sakit, fanya sudah menolak namun sahabatnya itu tetap memaksa fanya untuk tidur di rumahnya
Jujur saja, akhir akhir ini dia tidak bisa tidur padahal sebelumnya sebelumnya ia selalu mengantuk di jam segini, namun kali ini sudah jam 1 malam namun ia tetap tidak bisa tidur
Fanya berjalan menuju kamar almarhumah ibu nya untuk mencari obat tidur yang biasa di minum ibunya jika tidak bisa tidur
Fanya menemukan satu butir obat tersebut lalu meminumnya. Setelah itu kembali ke kamarnya
Namun saat berada di ruang tengah menuju kamar, fanya melihat pisau kecil khusus buah di meja makan.
Fanya menggelengkan dengan cepat kepalanya, tidak ia tidak boleh seperti ini. Apa yang terjadi padanya? Kenapa hasutan seperti itu terus merasuki tubuhnya.
Fanya dengan cepat berjalan ke kamar namun godaan itu sangat kuat untuk di lawannya
Fanya berbalik dan berjalan menuju meja tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu
RandomSeorang gadis yang selalu dibully di sekolahnya, ia cantik, baik, namun. Tapi ada aja yang benci sama gadis ini masa lalunya yang indah bersama orang yang menjadi sumber kebahagiaan nya telah hilang
