13

192 10 0
                                        

Fanya membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan, ia sudah berada di area sekolah. Sesampainya ia disekolah banyak yang melihat dirinya itu seperti tatapan benci, fanya pun tidak tau alasannya kenapa?

Fanya tidak menanggapi dengan tatapan semua orang, ia tetap berjalan menuju kelasnya dengan menunduk dan berjalan melewati koridor sekolah dengan terburu-buru. Ia tidak mau berlama lama di luar, ia ingin segera tiba di kelas.

Bruk

Fanya tersentak saat tubuhnya menabrak seseorang yang ada dihadapannya, ia mengangkat kepalanya dan melihat putri yang menatap nya benci dengan kedua tangan yang melipat di dada nya.

"Ini dia pelakor zaman sekarang, gak tau tempat. Udah tau dia itu milik gw masih aja mau di rebut" ucap Putri, fanya hanya diam.

"Mentang mentang Rayhan udh gak bully Lo lagi jangan besar kepala ya Lo, jangan kira Rayhan itu suka sama Lo, Dia itu hanya kasian sama Lo. Gw tau Lo kemarin jalan sama Rayhan, awalnya gw biarin aja tapi lama kelamaan Lo makin ngelunjak ya! Lo sadar dong! Lo itu jelek! Bodoh! Miskin! Cupu! Lo gak cocok sama rayhan, ngerti Lo!!" Ucap Putri

Plakkk

Satu tamparan melayang di pipi fanya membuat semua orang yang ada di sana terkejut dengan sikap Putri yang tiba-tiba berubah.

Fanya tidak membalas, pipinya terasa panas.

"Seharusnya Lo itu bersyukur, udah bisa di tampung di sekolah ini, jangan banyak mau nya Lo anjing" ucap Putri yang emosi

"Bisa diem gak Lo bangsat" kalimat itu sontak mengalihkan pandangan semua orang kepada seseorang yang berada di belakang fanya.

"Lo kalau ngomong seolah olah Lo yang paling benar aja. Lo ngomong seolah Rayhan itu cuman suka sama lo doang gitu" ya mereka itu adalah Nara dan Alena yang baru saja datang dan langsung menghampiri fanya yang sedang di bully fanya.

"Nama Lo doang Putri kayak princess, tapi aslinya busuk" nara

"Jika emang Lo nyakin kalau Rayhan itu suka sama lo doang, seharusnya Lo gak usah takut kalau Rayhan deket dengan fanya"nara

"Lo pikir Lo ngomong kayak gini Lo menang, hahaha Lo terlalu terbawa suasana, tanpa lo sadari Lo ngejatuhin image lo sebagai cewek baik baik di sekolah ini. Liat mereka, mereka gak percaya sama apa yang Lo lakuin tadi" Alena

"Makannya kalau mau bertindak berpikir dulu, Lo merasa di atas, padahal sebenarnya Lo itu ngejatuhin diri Lo sendiri" Nara

"Maman tuh image jelek" Alena

Kini Putri bungkam oleh Nara dan alena, Putri melihat sekeliling dan benar saja apa yang mereka katakan. Semua orang sedang menatap Putri dengan tatapan terkejut bahkan ada yang berbisik bisik aneh.

"Maaf gw tadi kebawa emosi" ucapnya kemudian

"Ada apa ini?" Suara Rayhan berhasil membuat fanya yang menunduk jadi mengangkatkan kepalanya. Begitupun dengan Putri yang kaget ketika melihat Rayhan yang baru datang dengan teman-teman nya.

"Gw tanya ini ada apa?!!" Tanya nya sekali lagi. Mata Rayhan tertuju pada fanya yang menatapnya kemudian menunduk kembali, tangan fanya masih memegangi pipi nya yang merah akibat tamparan Putri tadi.

Melihat sikap fanya yang tidak berani menatap nya, Rayhan yakin telah terjadi sesuatu.

"Kenapa? Ada apa ini? JAWAB!!" Bentak Rayhan karena ia kesal dari tadi ia bertanya tidak ada satupun yang menjawab.

"Kalau Lo mau tau apa yang terjadi, mending Lo tanya sendiri sama PACAR kesayangan lo. Ayuk fan kita pergi" ucap Nara. Mereka bertiga pun meninggalkan Rayhan dan putri. Ia sengaja menekan satu kata yang ia ucapkan lalu pergi, bahkan fanya tidak menatap Rayhan ia hanya memalingkan wajahnya saja yang membuat Rayhan kesal.

***

"Lo apain si fanya?" Rayhan terus saja memaksa putri untuk menjawab pertanyaan nya.

"Kalau gw nanya itu di jawab" bentak Rayhan

"Gw itu gak suka sama dia, gw benci sama dia" ucap Putri

"Alasan Lo membenci fanya apa?" Rayhan

"Ini semua karena Lo! Lo dulu itu selalu membully fanya dan membuat gadis itu menderita, tapi kenapa sekarang Lo berubah? Lo baik sama dia, Lo jarang bully dia,  bahkan Lo kemarin jalan sana hanya sementara ajakan gw lo tolak! Maksud Lo apaan hah?!!" Ucap Anggun yang sedang emosi dan mengeluarkan semua isi hatinya pada Rayhan.

"Lo tau dari mana?" Ucap Rayhan datar

Putri mengangkat sudut bibirnya "Lo masih belum tau siapa gw? Gw bakalan dapetin apa yang gw mau, mencari tahu keberadaan lo dan kegiatan lo bukanlah hal yang sangat sulit bagi gw. Kalau fanya masih Deket Deket sama Lo, gw gak segan segan buat dua menderita" ucap Putri

Rayhan menarik nafas panjang "Lo kenapa sih? Sejak kapan Lo jadi possesive begini?"

"Gw gak possesive, Lo yang buat gw kayak gini. Semenjak kehadiran cewek itu Lo jarang memuin gw. Gw tegasin sekali lagi, gw gk bakalan lepasin apa yang gw mau, semakin Lo Deket sama hanya gw janji bakalan bikin hidup dia menderita"

Brakk

"Jangan berani lo sentuh fanya!!! Gw akan lakuin semua yang Lo minta asalkan jangan sentuh dia. Sekali Lo bikin dia menderita, gw bakalan patahun tulang tulang Lo" ancam Rayhan, wajahnya terlihat sangat marah namun Putri bukannya takut tapi ia malah tersenyum licik.

"Ternyata dugaan gw bener Lo ada hubungan sama fanya, terus buat apa lo selama ini membully dia? Kalau Lo gak mau fanya kenapa napa, mulai besok jauhin dia! Ikuti semua perkataan gw".

Putri pergi begitu saja setelah memberi Rayhan ancaman. Ia tidak peduli jika Rayhan membencinya, yang pasti dia tidak ada pernah membiarkan miliknya di sentuh oleh orang lain

See you...

Vote

Rindu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang