Part 05 - Bersama Bintang

1.3K 89 28
                                        

-
-
-
-
-
💑

HAPPY READING


-
-
-
-
-

06 November 2019

"Haaaaaaakh" Devi menguap lebar. Diliriknya jam dinding yang terpajang dikamar, tenyata sudah pukul 01.12 wita. Pantas saja rasa kantuk mulai mendatangi dirinya. Lebih baik ia mematikan laptop, menyudahi tontonan J-drama yang membuatnya kecanduan.

Tapi Devi masih belum ingin pergi ke alam mimpi. Kini ia memilih memainkan ponselnya. Bahkan Devi juga menyempatkan diri untuk berfoto-foto, lalu diupload ke stories whatsapp miliknya. Ya, tentu supaya hanya orang terdekatnya saja yang dapat melihat.

Panggilan alam menyudahi sementara aktivitasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Panggilan alam menyudahi sementara aktivitasnya. Devi pun berlalu ke toilet. Kalau sudah begini, sekalian sajakan bebersih diri sebelum tidur.

Selesai dengan urusan alamnya, Devi mengambil kembali ponsel yang tadi ia letakkan diatas kasur. Terdapat sebuah pesan baru masuk baru, dari Jinan. Gawat. Rupanya Jinan juga belum tidur. Ah, semoga saja ia tidak kena omelan Jinan karena masih terjaga dini hari begini.

Whatsapp Side
Devi x Jinan

*Send SS WA story*
Ckp tw y
Kt ny mw tdr
g bgdng

Hehe

-_-

*Emotngeledek*

-_-

Eh ka, telpon dong
Temenin aku bobo

Iuh gnit u

Mau ga ka?

"LV Jee Nan" is Calling...

Tuhkan. Meski awalnya terlihat enggan, tetap saja tidak mungkin Jinan menolak permintaan Devi. Terbukti dimenit yang sama Jinan langsung meneleponnya. Tanpa menunggu lama Devi pun segera menerima panggilan tersebut.

"Marah ngga?" tanya Devi, begitu teleponnya sudah terhubung dengan Jinan.

"Marah kenapa?" Jinan malah bertanya balik.

"Karena aku belum tidur"

"Gak marah kok gue. Tau, pasti lu keasyikan nonton dorama kan. Terus lupa waktu"

"Iya. Kok tau sih?"

"Ya iyalah. Kebiasaan lu banget. Dah ketebak elah"

"Unch, unch. Pengen liat deh kek gimana muka ngedumel kamu" goda Devi dengan tengilnya. Ia hapal betul bagaimana mimik wajah Jinan yang sedang kesal. Mampu terlihat menyeramkan sekaligus menggemaskan, terutama bagi Devi tentu saja.

"Serah Dev, serah"

"Haha..." Devi tertawa kecil, "Btw kamu tadi ngescreenshoot baca gak tulisannya apa?"

"Kagak"

"Hmm, masa sih?"

"Emang penting?"

"Pentinglah" jawab Devi cepat, "H-12 ya kak Jinan" ingatnya.

"Apaan sih Dev?"

"Kamu janji kesini"

"Kesini mana?"

"Rumah aku"

"Ngapain?"

"Ketemu aku dong. Kamu udah janji, Gaboleh ingkar ya"

"Janji? Kapan gue janji"

"Jangan nyebelin ahh, kak. Gamau tau. Kamukan udah bilang bakal ke Bali pas ulang tahun aku" rengek Devi.

"Buktinya apa? Kok gue lupa ya" Jinan dengan sengaja terus memancing kekesalan Devi.

"KAK JINAN! Nyebelin banget sih"

"Hahaha" gantian Jinan yang tertawa. Bisa dibayangkannya bagaimana wajah Devi yang sedang merajuk. Ahh, pasti menggemaskan. Ditambah, pipi bulat Devi yang seolah berteriak meminta dicubit. Sungguh membuatnya rindu ingin segera bertemu. "Iya bawel. Santai sih, Dev. Gue inget kok" bujuk Jinan setelah ia puas menertawai Devi yang tadi sempat bersungut sebal.

"Huh tengah malem bikin bete aja kamu mah"

"Udah sih impas. Lu ngambek gue batalin nih tiketnya" ancam Jinan, tidak serius. Yakali Jinan mau membuang tiket pesawatnya begitu saja, rugikan.

"Iya, iya. Aku ngga ngambek ihh" terang Devi, "Tapinya sekarang kamu temenin sampe aku bobo ya, kak" pintanya.

"Siap peri cantik. Yaudah di speaker aja Dev telponnya" saran Jinan. Bahaya bukan kalau tertidur terlalu dekat dengan ponsel.

"Udah nih aku speaker in" Devi meletakkan ponselnya diatas nakas tempat tidurnya.

"Lu tidurnya mau duduk aja Dev?"

"Enggalah. Ngaco kamu. Yang ada pegel-pegel badan akunya"

"Iya, makanya. Buruan dih lu nya berbaring, Devi Ranita"

Benar juga yang dikatakan Jinan. Devi mengambil posisi ternyamannya, dan menarik selimut menutupi tubuhnya sebatas dada.

"Done kak Jinan" lapornya pada Jinan.

"Dah. Pejamin mata lu"

"Nyanyiin aku ya kak"

"Ngerepotin banget"

"Ihh kakak. Aku ngga bobo nih"

"Iya nih gue nyanyi ya. Mau lagu apa?"

"Bersama Bintang" setelah Devi menyebutkan judul lagu yang diinginkannya, Jinan pun mulai bernyanyi. Suara Jinan benar-benar berhasil mengantarkan Devi hingga ia terlelap.

Sedangkan diseberang sana, setelah menyelesaikan lagunya Jinan menunggu selama beberapa saat. Sekiranya sudah tidak ada lagi sahutan dari Devi, Jinan akhirnya memutuskan panggilan teleponnya. Karena ia juga ingin menyusul Devi yang sudah tidur disana. Terasa dekat meskipun keduanya berada ditempat yang saling berjauhan.

Tbc

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
👇

Reader : Woe apaan nih update tiap hari 😒

👆
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

CAPTAIN JEE NAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang