Part 14 - Dating Code

1K 71 73
                                        

-
-
-
-
-
💑

HAPPY READING


-
-
-
-
-

20 November 2019

Brielle tiba di teater lebih awal daripada biasanya. Ini dilakukan demi Lala, sang kakak tersayang. Ada sesuatu yang penting yang akan ia berikan padanya. Namun yang Brielle tunggu belum kunjung datang. Akhirnya, ia memutuskan untuk menelepon Lala. Dari percakapannya tersebut, Lala mengatakan kalau dia masih dalam perjalanan ke FX Soedirman. Baiklah, Brielle harus sabar diri menunggu Lala.

"Kalala? Ya ampun, kak. Kenapa lama banget sih? Hampir aja telat. Kita tuh udah mau GR tau" cerewet Brielle, tercampur rasa kesal karena sudah menunggu sejak tadi.

"Maaf ya, Biyel. Aku emang kesorean dari kosan, ada mamah aku soalnya" Lala menjelaskan penyebab keterlambatannya.

"Mamah Kalala masih dikosan?"

"He em. Tapi ntar malem pulang"

"Lho kok ngga nginep sih, kak?"

"Semalem Mamah dah nginep"

"Yah... Aturan, abis latihan kemarin aku main dulu ke kosan kakak ya. Aku kan pengen ketemu sama Mamah Kalala" Brielle merenggut lemas.

"Lain kali deh, ya" Lala menenangkan, "Ehh, iya. Kamu ada apa sih ngeburu-buruin aku?"

"Oiya. Hampir lupa" Brielle menepuk jidatnya sendiri, ia berlari kecil menuju tempat tasnya. Mengambil secarik kertas dan kembali mendekati Lala, "Nih, kak" anjurnya dan diterima Lala.

"Fanslatter?"

"Buka dulu"

"Tema MC?"

"Yups. Kalala kebagian jadwal MC hari ini iyakan?" Brielle memastikan.

"Iya" Lala mengangguk, "Tapi aku udah buat sendiri, Biy" ucapnya tak enak.

"Nah. Gapapa, yang punya Kalala dipakenya nanti aja ya. Sekarang Kalala pake yang dari aku. Oke?"

"Sssssst..." Brielle mengkode Lala, kalau tidak boleh ada protes.

Kemudian Brielle membisikkan sebuah skenario yang telah dirancang sedemikian rapih ketelinga Lala. Kemungkinan besar bisa berhasil, apabila Lala menyetujui tema MC yang ia tunjukkan.

"Gimana?"

"Ngga mau"

"Ih, kenapa?"

"Takut" pengakuan jujur Lala, "Semalem aja aku abis dimarahin parah bangetkan sama dia. Ngga mau cari gegara lagi, ahh. Aku mau mundur aja" tolak Lala akan ide Brielle, "Dan, fix ya. Aku bakal mulai ngelupain perasaan aku ke orang super galak itu!" sambungnya yakin, tetapi tak dapat dipungkiri jika hatinya seketika terasa sesak.

"Kalala, ini kesempatan bagus tau. Momennya pas gitu, kak. Mau ya? Plis" bujuk Brielle, "Sekalian buat buktiin juga, Princess itu beneran balikan atau ngga sama kak Devi" lanjutnya.

"..." Lala berpikir sejenak, hati-hati dalam menetapkan keputusan.

"Kalo rencana kita, gagal... Yaudah, Kalala mending mundur aja deh. Aku ngga akan maksain Kalala buat lanjut. Karna seenggaknya udah ada usahanya dikit, daripada Kalala nyerah sebelum berjuang. Iyuh. Malu-maluin banget gasih, kak" Brielle memancing dengan sedikit cemoohan agar Lala mau mengikuti keinginannya.

"Mundur?" Lala bergumam kecil, sebab sebenarnya ia juga tak rela.

"Iyalah. Kalala nya kan gamau usaha, jadi buat apa bertahan sama cinta yang bertepuk sebelah tangan" pancing Brielle lagi.

CAPTAIN JEE NAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang