-
-
-
-
-
💑
HAPPY READING
❤
-
-
-
-
-
08 November 2019
Sehabis teater team T malam ini Jinan bersama Anin, Celine, Angel, ditambah Desy team K3 serta Bombom Chan manager V48 sempat mengadakan pertemuan sekaligus makan bersama. Hal yang jarang mereka lakukan, terlebih ketika Sinka yang otomatis keluar dari Valkyrie48 karena telah grad. Sayangnya acara kumpul-kumpul mereka tidak bisa terlalu lama dikarenakan hari yang sudah semakin malam dan para member juga butuh istirahat. Kini, satu persatu mulai pergi meninggalkan FX untuk kembali kekediamannya masing-masing.
"Dah. Tihati lu pada" Jinan melambai pada mobil yang ditumpangi Angel dan Anin. Celine yang ada disampingnya juga ikut melakukan hal yang sama.
Lima menit berselang, mobil Mami Celine berhenti tidak jauh dari tempat keduanya. Hingga sekarang Jinan harus menunggu seorang diri di lobby utama FX. Ia berdecak kecil, pasti membosankan menunggu lama sendirian. Sebab baru beberapa menit lalu Ayah Jinan berangkat menjemputnya.
Jinan memutar pandang ke kanan dan kirinya tapi belum ada bangku kosong yang tersedia. Iapun tetap berdiri ditepian tangga, memainkan ponsel guna membuang waktu menyingkirkan kejenuhan. Mungkin karena terlalu asyik, Jinan jadi tidak memperhatikan sekitarnya.
Sampai tetiba ada seseorang yang berpegang kuat pada tangan kanannya atau lebih tepatnya mencari pegangan. Kebetulan Jinan yang berada persis didekatnya, maka dari itu dia menjadikan Jinan sebagai tumpuan biar tidak terjatuh. Sepertinya orang tersebut tersandung anak tangga yang semula ingin dia lompati.
Jinan yang tak siap, refleks melempar ponsel yang sedang dalam genggamannya.
"Hape gue" Jinan memandang nanar ponsel yang terkapar dilantai saking terkejutnya.
"Haduh. Maaf, saya gak sengaja" sesalnya pada Jinan. Tapi, tunggu. Jinan merasa mengenali suara itu.
"Lho... Lala?" kaget Jinan begitu menengok kearah yang baru saja menabraknya adalah Lala, lagi.
"Ehh... Kak Jinan?" pekik Lala tak kalah kaget.
"Lu demen amat sih nubrukin gue" omel Jinan. Tak disangka suara melengkingnya mengundang orang-orang menengok pada mereka berdua. "Lu liat, sampe jatoh eghe hape gue" Jinan menunjuk hapenya yang tergeletak dilantai.
"Ah, gak gitu kak. Duh. Gimana ya" Lala panik, jelas terlihat dari bahasa tubuhnya. Bahaya sekali kalau Jinan lanjut memarahinya didepan umum, sudah pasti akan jadi tontonan orang disekitar bukan. "Maaf kak. Aku beneran ngga sengaja, tadi tuh kaki aku keserimpet. Kak Jinan jangan marah-marah disini ya kak, plis"
"Halah suka-suka guelah..." Jinan makin sengit. Pusing kalala tuh. "Sekali lagi dapet payung cantik nih gue kena tabrak mulu" Jinan masih mendumel walau sedang memungut kembali ponselnya.
"Kak Jinan maaf ya... Hapenya gapapa kak?" Jinan tidak menghiraukan Lala. Ia sibuk mengecek kondisi ponselnya, apakah baik-baik saja.
"Lu kenapa sih, La? Kagak hati-hati gitu jalannya" tanya Jinan usai memeriksa ponselnya berfungsi normal. Masih terkesan galak tapi tidak separah diawal.
"Iya kak, maaf" Lala menunduk, menghindari tatapan tajam Jinan padanya.
Tanpa menoleh lagi pada Jinan, Lala buru-buru pamit karena ia harus mengambil balik ponsel yang tertinggal di backstage teater JKT48. Lala berjalan cepat masuk menyusuri FX, lalu menaiki lift menuju F4. Sayangnya, lift yang sedikit lagi tertutup tetiba saja tertahan oleh sepasang tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAPTAIN JEE NAN
Fanfiction💔_💔 Jangan minta jatuh cinta Luka lamaku juga belum reda Beri dulu aku waktu untuk Sembuh sendirinya 💑 • • • • • Ini Sekuel Princess VS Fairy ??? Or Petak Umpet Romansa ??? He He He dibaca dulu aja ya
