-
-
-
-
-
💑
HAPPY READING
❤
-
-
-
-
-
[ Lanjutan... ]
29 November 2019
"Hayo, tebak siapa?"
"Gatau"
"Tebak dulu dong"
"Gamau"
"Yah. Gak asik lu"
"Emang"
"Huh" sorak Jinan lemah. Lalu, menjauhkan tangannya yang tadi iseng menutupi pandangan mata dari gadis cantik bak peri di negeri dongeng.
"Lu kenapa sih?" tanya Jinan, sembari ia menarik kursi disamping gadis tersebut dan menggesernya sedikit menyerong agar dapat duduk berhadapan.
"Menurut kamu?" yang menanya hanya melirik Jinan sekejap, enggan menatap balik dan dia justru berpura sibuk dengan ponsel.
"Gegara gue dateng telat ya, Dev?"
"..." Devi diam, mengacuhkan Jinan.
Baiklah, berarti benar karena hal itu. Jinan membuat Devi menunggu selama hampir dua jam, tentu sangat membosankan. Wajar saja kalau kini Devi badmood.
"Maaf, Dev" sesal Jinan, "Lu kayak ngga kenal gimana Jakarta aja, macet dimana-mana. Apalagi abis hujan gini. Ya, pasti tambah parah" alibi yang masuk akal.
"Ohh" sahut Devi singkat.
"Devichu?" Jinan meraih tangan Devi, "Maafin gue, ya" ulangnya, dengan raut wajah mengiba.
"Yah" tanggap Devi dingin.
"Baru ketemu, gue jangan diambekin lah" pinta Jinan, "Dev, gue kangen lu tau. Lu gamau peluk gue?"
"Ngga tuh" laden Devi cuek.
"Beneran?" Devi mengangguk, "Yaudah. Pulang ke Bali lagi aja sana lu... Gue udah jauh-jauh ngejemput, trus gak lu hargain. Bikin bete gue, ahh" usir Jinan bernada sewot. Ia kesal rasa rindunya ditanggung sepihak tak berbalas. Jinan pun menghempaskan genggamannya dari tangan Devi begitu saja.
"Kebiasaan" cibir Devi, sebab ia paham betul dengan tingkah Jinan yang mestilah ikutan merajuk.
"..." Jinan mendelik sebal pada Devi.
"Kamu mah, ya. Orang kalo lagi ngambek tuh dibujuk, bukan malah kamu ngomel balik. Gimana deh, kak"
"..." Jinan mendiamkan omongan Devi.
"Sini, kamu peluk aku" Devi merentangkan tangannya, dan berhasil melukis senyum manis dibibir Jinan.
"Daritadi dong, Dev" Jinan memeluk Devi.
"Nyebelin banget, ihh. Untung sayang" gumam Devi, biarpun suaranya pelan namun tetap terdengar Jinan.
"Sayang? Gue juga sayang sama lu" bisiknya.
Hadeh. Soyang sayang, palsu. Kamu aja pas aku ajak balikan, nolak terus. rutuk Devi dalam hati, memutar ingatan tentang kelanjutan percintaan mereka.
Sudahlah. Tak mau terlalu ambil pusing, Devi memilih menenggelamkan wajahnya dicaruk leher Jinan. Dan, ia menghirup dalam lehernya sebagai pelepas rindu. Namun, tunggu. Hey, kenapa aroma Jinan terasa lain tak seperti biasanya.
"Kok wangi kamu beda yah, kak?"
"Beda? Masa? Sama aja kali, Dev"
"Iya, beda. Kayak bukan bau kamu"
KAMU SEDANG MEMBACA
CAPTAIN JEE NAN
Fiksi Penggemar💔_💔 Jangan minta jatuh cinta Luka lamaku juga belum reda Beri dulu aku waktu untuk Sembuh sendirinya 💑 • • • • • Ini Sekuel Princess VS Fairy ??? Or Petak Umpet Romansa ??? He He He dibaca dulu aja ya
