[10]

2.3K 260 16
                                        

Seokjin tengah bermain dengan ponselnya di atas kasur hotel ketika sebuah pesan grup muncul di layar notifikasi. Ibu jari Seokjin dengan cepat membuka notifikasi itu dan langsung menampilkan layar percakapan grup dengan para member yang sibuk berebut untuk bicara. Apalagi Jimin dan Taehyung yang tampaknya sedang menggoda suatu hal. Seokjin yang penasaran pun menggulir percakapan mereka ke atas untuk menemukan sumber hal yang mereka gosipkan.

Ada satu foto yang menjadi pembuka percakapan malam ini. Seokjin langsung mengklik foto itu dan tak butuh waktu lama untuk menampilkan objek jepretan fans yang dibagikan oleh Jimin. Katanya dia mendapatkan foto itu dari sebuah fansite di Twitter. Sebuah foto yang mampu menggemparkan seluruh stadium Jepang saat itu, sekaligus penggemas di seluruh dunia yang melihat foto itu.

Jimin : Namjoon hyung tampan sekali~

Taehyung : Aku juga tampan.

Jimin : Kau tidak ada di foto itu, Tae. Hanya ada Namjoon hyung dan Seokjin hyung.

Taehyung : Aku disana. Tapi saat kulihat layar besarnya sedang menangkap momen mereka, jadinya aku pergi ke sudut lain.

Jimin : Aku juga. Padahal aku ingin duduk di sebelah Namjoon hyung. Tapi melihat Seokjin hyung yang mendadak menatap tajam padaku, akhirnya aku pindah ke sebelah Yoongi hyung.

Taehyung : Namjoon hyung juga sejak awal terlalu menempel pada Seokjin hyung. Aku tidak tahu kenapa.

Jimin : Benaaarㅠㅠ. Aku merasa bukan di Jepang padahal sedang di panggung Jepang.

Taehyung : Kupikir cuma aku yang merasakannya ㅋ

Percakapan konyol mereka mengundang kekehan Seokjin. Lebih mengejutkan lagi bahwa Yoongi juga ikut-ikutan mengomentari foto itu dengan lebih dari lima kata.

Yoongi : Namjoon sampai sekarang tidak bisa berhenti tersenyum di kasurnya.

Hoseok : Hyung yakin tidak perlu bertukar kamar denganku?

Yoongi : Tidak apa-apa. Aku cukup menghiraukannya saja, Seok.

Taehyung : Kurasa kita perlu melakukan voting ulang kamar hotel untuk malam ini ㅋㅋ

Jimin : Kita buat kertasnya dengan nama Seokjin hyung dan Namjoon hyung di ketujuh kertas?

Taehyung : Ide bagus ㅋㅋ

Hoseok : Tapi bagaimana kalau mereka dapat nama mereka sendiri?

Taehyung : Tetap saja mereka harus tidur bersama.

Percakapan tidak penting itu masih berlanjut sampai Seokjin harus mematikan nada getar ponselnya saking banyaknya pesan yang masuk dari mereka semua. Dia yakin membernya sadar kalau Seokjin tengah online sekarang makanya mereka menggoda secara terang-terangan seperti itu seolah-olah yang bersangkutan sedang tak membaca. Mereka sebut itu cara jitu untuk memunculkan para 'tersangka' keributan malam ini. Namun Seokjin memutuskan untuk tidak ikut campur dan keluar dari ruang percakapan itu.

Seokjin hendak bangun dari kasurnya untuk memulai ritual perawatan wajahnya ketika matanya menangkap sebuah panggilan terpampang di layar ponselnya. Nama Yoongi membuat alis Seokjin bertaut sembari menatap heran pada layarnya. Tidak butuh waktu lama untuk Yoongi mengatakan kalau sang manajer baru saja membeli cheesecake dan membawanya ke kamar, jadi Seokjin perlu datang ke sana dan mengambilnya. Seokjin pun pergi ke kamar pria itu dengan setengah hati antara malas karena lelah, dan malas karena akan bertemu Namjoon.

Pun saat Seokjin masuk ke dalam kamar Yoongi, hal pertama yang dia lakukan adalah bersikap biasa, menyapa Namjoon setengah hati, kemudian mengambil kotak kue yang katanya ada di atas meja rias. Namun beberapa detik setelah dia masuk ke dalam kamar itu, dia merasa itu adalah jebakan karena tidak ada kue yang dibicarakan Yoongi di kamarnya, dan Yoongi pun tidak ada di kamarnya. Hanya ada Namjoon yang berbalut celana dan kaos lengan pendek sedang bermain dengan ponsel di atas kasur.

Untitled | NamjinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang