Ntah mengapa aku merasa kau berlian yang pantas dijaga dari jahatnya pencuri yang akan membuatmu sakit hati kala tak laku dijual murah.
Darel pov
Kala itu gue pulang sekolah..
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam eh anak bunda udh pulang nih?"
"Iya bun"
"Gimana sekolahnya?"
"Seruuu"
"Aduh bunda jadi seneng dengernya"
"Hehhehe, bun aku kekamar ya capee" keluh ku.
"Yaudah kamu kekamar bersih-bersih terus tidur"
"Iya bun makasih"
"Iya nak"
Saat itu juga gue pergi kekamar untuk istirahat, ntar kenapa hari ini terasa melelahkan sekali.
Sesudah melaksanakan ritual mandi, aku pun menghempaskan tubuhku king size kesayanganku. Melepas penat yang ntah apa yang menguras energi ku hari ini.
Saat kupejamkan mataku, ada bayangan Airish tiba-tiba. Ntah apa yang membuat ku kepikiran akan nya.
Aku bergegas mengambil ponselku.
"Gue tadi kan tuker ID line sama temen siAirish"
Lalu kugerakkan jariku mengetik sesuatu.
Darel_8
Hy Erika
ErikaAlandy_
Ya ?
Darel_8
Gue Darel
ErikaAlandy_
Tau
Darel_8
Cieee udh punya ID line gue
ErikaAlandy_
Kan lo yg ngsh k gue_-
Darel_8
Hehehehe jgn marah dong
ErikaAlandy_
Yeeh sapa yg mrh si ,to the point lo mau ngapain ?
Darel_8
Lo sma irish g ?
ErikaAlandy_
Napa ?
Darel_8
Jwb dl elah
ErikaAlandy_
Iya
Darel_8
Dmn lo ?
ErikaAlandy_
Rmh irish
Darel_8
Gw titip dia y
ErikaAlandy_
Lah ngapain lo ?
Darel_8
Dia bth prlndungan
ErikaAlandy_
Mksd l ?
Yg jls ke
Darel_8
Ini tntang hatinya
ErikaAlandy_
?
Darel_8
Soal Arya
****
D
isisi lain , Airish bingung dengan Erika yang sedari tadi fokus pada ponselnya . Yang sesekali melihatnya , dan kadang sering menautkan halisnya .
"Rik ?"
"Ha-hah apa Rish ?" Jawab Erika yang gelalapan
"Iii lo mah asik sendiri " jawab Irish dengan nada kesalnya.
"Maaf ini nyokap gue ngechat"
"Lo mau pulang ?"
"Iya gue disuruh pulang"
"Yaudah gapapa deh"
"Beneran gapapa?"
"Ngga"
"Yaudah gue pulang ya" pamit Erika sambil meraih tasnya .
"Pulang sama siapa ?"
"Naik ojol"
"Supir gue anter aja ya"
"Eh eh jangan Rish, E-nyokap gue udh pesenin"
"Ohh yaudah hati-hati ya"
"Iya thanks ,bye Rish salamin ke ortu lo"
"Iya"
Erika pun pergi bergegas .
Airish pun menatap punggungnya yang perlahan menjauh dan hilang ditelan pintu.
Aneh. Batin Airish
"Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam eh udah pulang bun"
"Udah nak itu temen kamu kemana ko buru-buru ?"
"Dia disuruh pulang mamanya"
"Oooh dia orang komplek sebelah ?"
"Bukan dia agak jauh dari rumah kita"
"Loh tapi tadi arahnya ketaman kota"
Airish sempat berfikir sejenak, memikirkan kemana dulu Erika pergi karna tadi terkesan buru-buru.
"Mungkin ketoko dulu"
"Hmm iya mungkin ,ayo makan dulu bunda mamah bawain Fried chiken nih"
Ya. Airish memanggil ibunya dengan bunda atau mamah, atau bunda mamah itu sejak dirinya masih kecil .
"Asiiikkk"
Mereka pun makan bersama.
****
Disisi lain pula seseorang menunggu kedatangan yang ia ajak untuk bertemu didanau dekat taman kota .
Ia hanya memandangi indahnya pemandangan ditempat itu, dan memilih untuk duduk dikursi panjang bercat putih dipinggir nya.
"Maaf lama" ucap seseorang yang ditunggunya .
"Santai, gue juga baru 10 menit nunggu"
"Hufh hufh kenapa?"tanya nya ngos-ngosan karna berlari mencari nya .
"Duduk dulu lo cape, nih minum" sambil menyodorkan air mineral .
"Aahh legaaa"
"Lo tuh haus napa"
"Hehehe"
Hening.
"Lo ngapain ngajak gue kesini?" Tanya sicewe memecah keheningan.
"Soal Airish "
Ya, yang sedang duduk berdua ditaman adalah Erika dan Darel.
"Kenapa ?"
"Arya deket sama dia?"
Erika berfikir sejenak Lalu mengangguk.
"Sepertinya mereka memang akrab"
"Sedekat apa?"
"Gatau sih, gue liat Arya baik banget sama Irish"
"Arya punya pacar"
"Hmm"
"Lo ga kaget?"
"Sebenarnyaa.. Gue tau"
"Apa! Terus kenapa lo diem aja !"
"Gu-gue bingung harus gimana"
"Lo tau dari mana?"
Airish pun menceritakannya dengan detail .
Flashback on
"Oke tunggu ya gue kantin dulu"
"Iya".
Erika berjalan menuju kantin dan memesan pesanannya dan pesanan Airish.
Duh! Gue kebelet lagi . Batin Erika.
Erika pun lari menuju toilet ,ia melihat Kenzi melewati lorong sepertinya menuju kelas. Tanpa aba-aba ia teriak .
"KENZIII!"
Pria itu pun mencari sumber suara yang memanggil namanya tersebut .
Ia melihat seorang wanita familiar sedang berlari kecil kearahnya sambil membawa makanan dan minuman .
"Kenzi, gue minta tolong dong. Tolong kasih ini ke Airish kita sekelas kan ?"
"Ohh lo, temennya kan ? Kenapa gakasih langsung ?"
"Gue kebelet"
"Iya"
"Nih, thanks ya"
"Oke"
Erika pun berlari, ia pun ketoilet dan melaksanakan ritual BAK nya .
Saat hendak keluar ia dikejutkan dengan seseorang yang familiar sekali, berjalan menuju arah roftop sepertinya .
Seseorang itupun masuk dan ntah ada angin apa Erika menngikutinya dan saat pintu roftop ditutup Erika geram ia pun memilih memakan pesanannya ditangga roftop tersebut.
Setelah merasa kenyang, iya menyenderkan kepalanya dipintu roftop . Saat sedang menikmati kenyangnya , ia diterkejutkan suara obrolan dan tawa dari dalam sana .
"Bro lo deketin yang namanya Ir iria apasi"
"Airish"
"Nah iya itu ,lo suka sama dia"
"Deket bukan berati suka kan ?"
"Yee kan seengganya lo seolah kasih dia harapan"
"Gue kan punya pacar"
Seketika tubuh Erika menegang .
"Eh lo masih pacaran sama dia ?"
"Hm"
"Tapi ko gue gatau abis gapernah liat kalian barengan lagi"
"Paling chatan vidcall"
"Woaaahh langgeng bro"
"Terus siAirish gimana ?"
"Apaansi lo mah bahas dia terus! Dia bukan siapa-siapa gue" ucap Arya .
Ya , yang diikuti Erika adalah Arya dan teman-teman nya .
"Lo deket banget bro lo yakin sama perasaan lo"
"Kenapa sih lagian apa hebatnya dia sih cantik mah banyak disini juga , pinter pasti masih pinteran Nadya lah! Cuma jago biola aja mah gue juga ahli dalam bidang musik"
"Iya juga bro"
"Dasar bajingan temen gue nih hahah"
"Hahahaha" mereka pun tertawa .
Dan Erika shok sampai dia tak sadar pot dipinggir tangga terjatuh akibat ia berjalan mundur sambil mulut ternganga.
"Suara apa tuh ?"
"Cek" titah Arya .
Saat itu Erika berlari terbirit-birit , dari situ iya menuju kelasnya .
Flashback of
Tangan Darel mengepal uratnya pun terlihat membentuk garis abstrak .
"Keterlaluan !"
"Gue juga takut Airish kalo deket terus"
"Gabisa dibiarin"
"Gue takut"
"Lo gaperlu takut ,sekarang gue anter lo pulang"
"Iya"
Darel pun mengantarkan Erika pulang dengan selamat .
"Thanks udah mau cerita"
"Iya Darel "
"Gue pamit"
"Ga mampir dulu ?"
"Lain kali"
"Oke hati-hati ya"
Darel pun mengangguk dan menacapkan gas motornya melaju .
"Tunggu gue Arya licik"
Hadoooohh baru nih panjang hehhee .
Ayodong readers baca lagii
Jangan lupa kasih vote
Sama comen kritik juga gapapa ko
Biar aku tambah belajar hehe
Salam manis😊
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ADALAH PILIHAN
Teen FictionPercayakah jika aku tak mengerti rasanya jatuh hati? Semacam ingin merasakan tapi tak berani Aku selalu berharap seseorang membantuku untuk menemukan hatiku untuk dimiliki orang yang akan ku jatuhkan hati. ~Airish Levani Dira
