"Rish!"
Airish pun terdiam sejenak, lalu menoleh dan mendapati seseorang yang familiar.
Airish mengubah ekspresi terkejutnya menjadi datar.
Ia menautkan sebelah halisnya bertanya apa maksud kedatangannya.
"Boleh duduk?" Tanya seseorang tersebut.
Airish menganggukkan kepalanya.
"Lo gangajak kekantin ish" rengek orang tersebut.
"Kantin aja sendiri" ucap Airish ketus.
"Ih kan mau ditemenin looo" jawabnya sambil memencet pipi Airish.
"Diam!"
"Ih lo mah marah-marah mulu, cepet tua loh"
Airish tak menghiraukan ucapan nya.
"Rish?"
"Hm"
"Lo tadi ngapain masuk kerang guru?"
"Bukan urusan lo!"
"Yeee kan sebagai pacar lo yang paling ganteng ini harus tau apa yang mau lo lakuin"
"Gue bukan pacar lo!"
"Ralat, calon pacar"
"Bukan juga"
"Terus apa dong maunya? Calon jodoh?" Dia menggoda Airish hingga Airish kesal.
"Darel!" Ya seseorang itu Darel.
"Apa sayang?"
"Lo kesini mau ganggu gue doang?"
"Kalo iya?"
"Pergi!"
"Ini tempat umum siapapun boleh kesini"
"Lo ganggu gue!" Ucap Airish penuh penekanan.
"Bilang dulu sayang ke gue"
"Ogah"
"Ayo katanya mau gue pergi"
"Bodoamat"
Yaudah gue tetep disini, nemenin lo makan "
Airish tak lagi meladeni Darel yang sedari tadi ngoceh sendiri. Bisa-bisa Airish ketularan.
Erika yang sedari tadi diam, ternyata diam-diam senyum sendiri menahan tawanya melihat sahabatnya kesal oleh seseorang yang baru dari kehidupannya. Ya, dia Darel cowo aneh, kepedean, dan receh itu.
"Hey temen Airish" Erika mendongakkan kepalanya menatap Darel yang menyapanya.
"Oh, hai" balas Erika lalu tersenyum.
"Nama lo siapa?"
"Erika"
"Gue Darel"
"Tau"
"Ko tau, oh lo stalking gue yaaa"
"Dih, kan tadi gue denger Airish panggil nama lo"
"Ohh iya gue lupa hehehe"
"Dasar"
"Eh ngomong-ngomong ID Line lo apa?"
"Kenapa emang?"
"Yaa kan siapa tau gue butuh gitu, atau lo mau stalking gue lebih deket lagi"
Erika hanya terkekeh mendengarnya.
"ErikaAlandy_"
"Oke makasih banyak, nih ID Line gue" Darel menyodorkan hpnya ke Erika.
"Oke" ucap Erika.
"Ntar pulang sekolah kita DM DMan ya" Ucap Darel yang mengedipkan sebelah matanya, mengkode Erika.
Erika awalnya bingung, lalu mengerti.
"Oke, lo DM aja"
"Siap Erika"
"Kalo gitu gue cabut dulu yaa, kelas gue jauh"
"Iya Darel"
"Lo gapapa kan gue tinggal?" Ucapnya pada Airish.
"Dih, sana aja dari tadi gue nyuruh lo pergi"
"Bye" ucap Darel pada semuanya.
Bayangan Darel pun mulai hilang ditelan pengkolan kelas.
"Semua cewe godain teruss" gerutu Irish
"Dasar cowo!"
Erika yang mendengarnya pun tertawa jahil.
"Lo cemburu?" Ucap Erika menggoda.
"Dih? Gue cemburu? Bisa gila"
"Emmmm kualat loh"
"Dih bodo ah"
"Ahahahahaa"
***
Pulang sekolah, Erika yang janji akan kerumah Airish pun jadi.
Kini ia telah berada dipekarangan rumah.
Ia melihat rumah bercat indigo milik Airish, dengan halaman luas disisinya terdapat bunga mawar merah dan putih menghiasi pekarangan.
Saat memasuki rumah tersebut nampak lah seorang wanita paruh baya yang tengah duduk disofa.
"Assalamu'alaikum mah" ucap Airish.
"Wa'alaikumsalam eh anak mamah udah pulang, eh ada temennya mari masuk"
Ya, wanita paruh baya tersebut ialah mamanya Airish. Ia sangat ramah.
"Iya tante"
"Duduk duduk, mau minum apa?"
"Tak usah merepotkan tante"
"Aduh kamu ini, suka bulir jeruk ga?"
"S-suka tante"
"Tante buatkan ya"
"Makasih tante"
"Sama-sama, Kamu mau apa nak?"
"Irish mau jus buah naga kesukaan Irish"
"Yaudah tunggu sebentar ya anak-anak ABG hehhe"
"Kekamar aku dulu yu" ajak Airish.
"Ayooo"
Mereka pun kekamar milik Airish, saat membuka pintu terlihat ruangan bernuansa kupu-kupu yang cantik berwarna merak, pink, hitam berpadu.
"Waaawww surga kupu-kupu" ucap Erika.
Airish pun terkekeh mendengarnya.
"Aku suka kupu-kupu soalnya cantik"
"Indahnyaa"
"Aku ganti baju dulu bentar ya"
"Oke" ucap Erika yang tak menoleh karna masih takjub akan yang sedang dilihatnya.
Ia melihat figura foto Airish kecil yang sedang memegang biolanya dan memakai topi pantai dengan pita biru dikepalanya.
Airish pun sudah selesai mengganti bajunya.
"Rish, lo jago biola dari kecil?"
"Ngga sih, cuma suka nya aja"
"Wooaahh keren"
"Hehe yu keruang tamu lagi, mamah pasti nunggu"
"Yuuu gue haus ehehehe"
Saat mereka diruang tamu, melihat mamanya Airish tergesa-gesa.
"Kenapa ma?"
"Eh nak, tolong jaga rumah dulu ya, mamah ada arisan aduh lupa nih"
"Ohhiya mah"
"Mamah berangkat ya"
"Hati-hati ma"
Mereka pun meminum jus buatan mamanya Airish.
"Rish, ayoo ih katanya mau liatin main biola kamu" pinta Erika tak sabar.
"Sekarang?"
"Ya masa besok"
"Hehe yaudah ayo"
Setibanya diruang sebelah kamar Airish, ia melihat betapa banyak alat musik disini seperti sanggar saja.
"Wah gasabar pknya buruan main"
"Ia sabar elah" Airish pun mengambil biolanya.
"Waaaahh"
Airish memainkannya dengan tenang, dan tetdengat alunan merdu dari setiap gesekannya.
Rasanya seperti ingin tidur.
Lama musik itu mengalun, hati yang mendengarnya seperti berdesir.
Namun notif hp Erika berbunyi membuyarkan kenikmatannya, ia membuka nya mendapat Line.
Darel_8
Hy, Erika
Airish pun berhenti memainkannya, karna melihat sahabatnya sudah tidak mendengarkannya.
"Siapa Rik?"
"Bukan siapa-siapa" ucap Erika meyakinkan.
Darel? Batin Erika.
Hay gaes, bertemu pagi kita hehehe.
Kali ini partnya panjang yaa
Suka ga? Hehe
Jgn lupa vote&comen ya😉
Salam manis
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA ADALAH PILIHAN
Ficção AdolescentePercayakah jika aku tak mengerti rasanya jatuh hati? Semacam ingin merasakan tapi tak berani Aku selalu berharap seseorang membantuku untuk menemukan hatiku untuk dimiliki orang yang akan ku jatuhkan hati. ~Airish Levani Dira
