Apa yang lebih buruk dari ketika kau membuka kedua matamu untuk pertama kalinya di pagi hari, dan yang pertama kau lihat adalah seseorang yang paling kau benci. -Meski kenyataannya Baekhyun tidak sebenci itu juga dengan Chanyeol.
Ahh apa yang dia fikirkan.. Baekhyun menghela nafas dan membalikan tubuhnya memunggungi Chanyeol.
Jika yang kalian fikirkan semalam telah terjadi sesuatu, Maka jawabannya adalah TIDAK!
Mereka berciuman -Sudah jelas. tapi hanya sekedar berciuman. Maksudnya tidak lebih dari ciuman. Ah, oke. Mari berhentu menyebut soal ciuman. Dan ini bukanlah seperti di dalam drama-drama yang selalu Baekhyun tonton di minggu pagi. Dimana kau menemukan kedua pemeran utama bangun dalam keadaan saling berpelukan, lalu berbagi ciuman manis setelahnya.
Tidak, itu menjijikan.
Baekhyun tidak bisa membayangkan dirinya terbangun dalam pelukan Chanyeol, dan berbagi ciuman manis. Demi tuhan, berfikir terlalu banyak di pagi hari rupanya cukup berbahaya. Baekhyun menggelengkan kepalanya kuat. Saat itu juga suara ringtone ponsel berteriak nyaring, memecah keheningan di dalam kamar Chanyeol.
Baekhyun menengok ke belakang, dimana Chanyeol yang sudah terbangun dan mengulurkan tangannya menggapai-gapai meja nakas untuk mendapatkan ponselnya.
Sepertinya telinga Chanyeol cukup sensitif, karena pria itu tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka matanya -meski masih terkantuk-kantuk- beberapa saat setelah ponselnya berbunyi. Ah, tentu saja. kan telinganya lebar. Justru akan aneh jika pendengarannya tidak tajam mengingat betapa lebar daun telinga Chanyeol.
"Ya, Eomma... emm.. aku mengerti.. Baekhee?" Baekhyun menunjukan tatapan bertanya saat Chanyeol menyebut namanya-nama samarannya-. Chanyeol hanya meliriknya sebentar sebelum kembali bicara pada seseorang di sebrang sana. Raut wajahnya terlihat datar, namun jelas sekali Chanyeol tidak terlalu senang dengan percakapan yang tengah dilakukannya dengan si penelpon.
"Eomma, ayolah jangan membuat semuanya sulit.."
".."
"kau akan membuatnya tidak nyaman."
".."
"semuanya sudah berakhir. Tidak ada lagi yang perlu kami bicarakan."
Baekhyun tidak tahu apa yang sedang Chanyeol bicarakan. Tapi tebaknya, Chanyeol bicara tentang dirinya dan gadis bernama Jiyeon itu.
Baekhyun tidak melakukan apapun. dirinya hanya duduk diam sambil menunggu Chanyeol selesai dengan urusannya.
Chanyeol tampak menghela nafas panjang, kemudian menutup panggilannya setelah mengucapkan "Baiklah"
Baekhyun ingin bertanya. Tapi kelihatannya mood Chanyeol tidak terlalu baik saat ini. Pria itu terus menekan pangkal hidungnya sembari bersandar pada kepala tempat tidur. Jadi Baekhyun memilih diam sambil menunggu Chanyeol bicara terlebih dahulu.
Chanyeol yang menyadari Baekhyun tidak bersuara sejak tadi, mengalihkan tatapannya pada si mungil yang terlihat lucu dengan rambut berantakan dan wajah bantalnya.
"Tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya chanyeol.
Baekhyun mengerjapkan matanya. "Aku fikir suasana hatimu sedang tidak baik, jadi lebih baik aku diam."
Chanyeol terkekeh kecil. "Kau tidak membuang rambut dan payudara palsumu, kan?"
Raut wajah Baekhyun berubah horor "Jangan katakan!"
Chanyeol mengangkat bahunya. "Aku tidak akan mengatakannya kalau kau tidak mau."
Baekhyun menangkup kedua telinganya. "Baiklah, katakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
MALDIVES
FanfictionBaekhyun berlibur ke maldives karna memenangkan sebuah taruhan.
