CHAP 3

2.4K 301 9
                                    

Baekhyun mengeliatkan tubuhnya. setengah melakukan perenggangan.

Namun begitu hawa dingin menusuk kulitnya, Baekhyun kembali meringkukan tubuhnya dan memeluk dirinya sendiri.

"Ugh.."
Baekhyun membuka matanya dan menggulirkan tatapannya ke segala arah.
Beberapa saat kemudian baekhyun sadar bahwa dirinya masih di Gazebo belakang kamarnya.

Ah sial, Pantas saja dingin.
Dia pasti ketiduran karna terlalu lelah tadi sore.
Baekhyun mendesah sebelum mendudukan dirinya dan melihat keadaan sekitar.
Sudah malam.
Apa dia tidur cukup lama?
Malas berfikir lebih lama lagi, Baekhyun bangkit dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam resort.
.
.
Jemari lentik baekhyun membuka kulkas kecil di ujung ruang tamu, yang letaknya tersembunyi di dalam lemari kayu.

Perutnya mulai lapar, dan baekhyun berharap menemukan beberapa makanan untuk mengganjal perutnya. Setidaknya sampai besok pagi. Berhubung tubuhnya masih terlalu lelah dan malas bergerak untuk mencari makanan di luar.
Namun Keningnya berkerut saat tidak menemukan makanan apapun di dalam sana, selain dua bungkus camilan, sisanya dipenuhi oleh bir dan anggur.

Apa-apaan ini?
Baekhyun mendengus dan menutup kembali pintu kulkasnya dengan kesal.

"Apa mereka akan bangkut jika menaruh satu dua bungkus roti di dalam sana? Menyebalkan." Gerutunya.

Lalu dengan beberapa hentakan kaki, baekhyun kembali ke dalam kamar untuk berganti baju dan bersiap makan malam di luar.
.
.
.
.
Baekhyun mengunci pintu resortnya.
Sekedar berjaga-jaga.
Barang bawaannya memang tidak terlalu banyak, tapi meskipun begitu, apapun yang dia bawa adalah tanggung jawabnya bukan?
Tidak lucu juga kalau ada yang menyelinap masuk dan mencuri pakaian dalamnya.
Oh ayolah, bagi baekhyun pakaian dalam adalah aset paling berharga, karna itu bersifat pribadi. dan dia tidak pernah suka jika ada yang menyentuh barang pribadinya.
Setelah selesai mengunci pintu, baekhyun berbalik dan atensinya menangkap satu buah sepeda yang terpalkir rapi di halaman resort.
Baekhyun berjalan ke arah sepeda tersebut dan menyentuh stangnya.

"Haruskah aku naik ini?" Gumamnya.
Namun beberapa saat kemudian baekhyun menggelengkan kepalanya.

"Tidak tidak.. Bagaimana jika aku tercebur ke laut, ini kan sudah malam." Lanjutnya.

Baekhyun menipiskan bibirnya dan mengusap jok sepeda itu dengan wajah menyesal.
"Besok saja kita jalan-jalannya ya sweety." Ucapnya, lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar dari resort.

Namun langkah baekhyun terhenti saat menolehkan kepalanya ke arah kanan, dan saat itulah mata sipitnya menangkap siluet seseorang yang sepertinya dia kenal.

Ah tidak.. maksudnya pernah dia lihat.

Tapi di mana...

Baekhyun memiringkan kepalanya, mencoba mengingat-ingat.
Orang itu melakukan hal yang sama ketika melihat baekhyun.
Untuk beberapa saat mereka hanya saling pandang di tempat masing-masing.

Lalu sekelebat bayangan tentang pria itu melintas di atas kepala kepala baekhyun.... Dia....

Telaga?

Boat?

Cibiran?

Dan.. tatapan mengintimida-
Kedua matanya terbuka lebar.

Oh shit!!

Baekhyun memejamkan mata dan mengumpat sebanyak banyak yang dia bisa di dalam hati.
Baekhyun ingat siapa pria itu.
Dia yang menangkap basah baekhyun saat tengah mencibirnya tadi sore.

Sial sial sial.

Baekhyun kembali menolehkan kepalanya dengan gerakan kaku.
Lalu tersenyum meringis ketika pria itu ternyata masih bertahan pada posisinya.
Menatap baekhyun dengan alis yang berkerut samar.
Terlihat menerka-nerka. Mungkinkah dia juga merasa pernah melihat baekhyun sebelumnya?

Baiklah, sebelum pria tinggi itu mengingat semuanya, sepertinya akan lebi bijaksana kalau baekhyun segera pergi dan tidak menampakan dirinya lagi di hadapan pria itu. Seumur hidupnya kalau perlu.
Setelah membungkukan badannya sedikit,untuk sopan santun. baekhyun segera melesat pergi dengan langkah yang di buat secepat mungkin.
.
.
Sedangkan pria itu, park chanyeol. Hanya menatap punggung baekhyun yang perlahan menjauh dengan tatapan aneh.
Beberapa saat kemudian Chanyeol terkekeh geli.
Dasar bocah.
Pikirnya.
.
.
.
.
Baekhyun mendengus kesal untuk yang ke, 1 2 3 ah ini yang ke 6 kali baekhyun melakukannya.
Sepertinya dia melakukan kesalahan dengan memutuskan berjalan kaki menuju restoran.
Kenyataannya dari resort ke tepi pantai saja jaraknya cukup -sangat- jauh.
Tahu begini dia lebih baik naik sepeda saja.
Meskipun ada kemungkinan tercebur ke dalam air.
Perutnya semakin lapar setelah berjalan kaki sejauh itu.
Baekhyun yakin setelah dirinya makan dan berjalan kembali ke resort, perutnya sudah lapar kembali.

"Bodoh!! Kenapa aku bodoh sekali aishh!!" Umpatnya sambil memukuli kepalanya sendiri dengan tangan.
Mau kembali untuk mengambil sepedahnya pun percuma, sudah terlalu jauh.
Apa boleh buat..
Baekhyun menghela nafas dan menoleh ke belakang, bermaksud untuk melihat sejauh mana dia berjalan.
Namun kedua matanya membulat memdapati pria tadi berjalan tak jauh dari baekhyun dengan ponsel yang menempel di telinga kanannya. Sepertinya sedang menelpon.
Dengan cepat baekhyun mengalihkan kembali tatapannya ke arah depan.
Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali.

"Apa dia mengikutiku? Ya tuhan.. jangan-jangan dia masih dendam padaku soal tadi sore" Baekhyun menutup mulutnya, terkejut dengan pemikirannya sendiri.
Seketika baekhyun berubah panik.

"Oh apa yang harus aku lakukan." Bisiknya, setengah merengek.

MALDIVESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang