CHAP 11

2.1K 301 22
                                        


Baekhyun dan sehun benar-benar bersenang-senang hari itu. Mereka pergi ke pantai, naik banana boat, menyelam, sampai pergi ke pasar ikan yang pernah Baekhyun datangi bersama Chanyeol dan membeli beberapa ikan segar untuk mereka bakar malam ini. Rencananya Sehun akan menginap di kamar Baekhyun. Dan Baekhyun tentu saja tidak keberatan. Meskipun mereka pernah menjalin kasih semasa SMA dulu, Tapi mereka tidak pernah merasa canggung satu sama lain. Bahkan teman-teman sekelasnya dulu tidak ada yang sadar bahwa mereka sudah berpisah. Karna keduanya selalu terlihat mesra dan bersama kemanapun seperti sepeda dan rantai.

Baru ketika Sehun akhirnya berpacaran dengan kakak kelas mereka, Semua orang terkejut dan percaya bahwa mereka memang sudah putus. Walaupun beberapa ada yang menuduh sehun memiliki dua orang kekasih, karna jujur saja meskipun sudah memiliki kekasih baru, Sehun tidak pernah berhenti menempel pada Baekhyun seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Baekhyun sendiri tidak mengerti dan merasa kasihan kepada Luhan-pacar sehun waktu itu- karna Sehun yang lebih memilih menempeli Baekhyun di perpustakaan daripada makan siang bersamanya.

"Hei. Ohse.. aku penasaran bagaimana kabar Luhan sunbae." Ucap Baekhyun tanpa menghentikan kegiatannya membolak balik ikan di atas panggangan. Sehun yang tidak mendapat pekerjaanpun anteng saja dengan ponsel Baekhyun. Tidak tahu apa yang pria itu lakunan. Sepertinya bermain game.

"Memangnya Luhan kenapa?" Tanya sehun balik, tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel.

"Aku dengar Luhan Sunbae pergi ke luar negri untuk melanjutkan sekolah kedokterannya." Baekhyun beralih menatap sehun. Ingin melihat seperti apa reaksi anak itu. Namun ternyata Sehun masih anteng dengan gamenya. Bahkan tidak merespon ucapan Baekhyun sama sekali.

Baekhyun mendecakkan lidahnya dan kembali menjatuhkan fokusnya pada ikan yang mulai matang diatas panggangan.
Namun tiba-tiba saja bel di dalam kamarnya berbunyi. Baekhyun mengerutkan keningnya bingung, lalu kembali mengingat-ingat apakah baekhyun memanggil service room. Sepertinya tidak.. lalu siapa yang berkunjung?

Apakah chanyeol?

Baekhyun tersentak.

Benar.. bagaimana jika itu memang Chanyeol? Saat itu juga bel kembali berbunyi, diiringi suara ketukan pintu yang terdengar cukup nyaring.

"Ah, berisik sekali. Hei, Byunbaek cepat buka pintunya!" Seru Sehun, yang merasa ketenangannya terganggu oleh suara ketukan pintu dan bel di dalam kamar baekhyun.

"Tidak mau.. kau saja yang bukakan pintunya. Kau kan sedang tidak melakukan apapun. Atau jangan di buka saja sekalian." Tolak Baekhyun.

Sehun mengerutkan keningnya membaca keresahan pada raut wajah Baekhyun. Setelah itu dirinya bangkit dan mengambil alih panggangan. "Aku kerjakan ini, Dan kau yang buka pintunya. Cepat sana;"

Seketika Baekhyun memberengut kesal, dan keinginan untuk melempar Sehun ke tengah laut semakin besar. Namun kemudian Baekhyun mengurungkan niatnya dan memilih untuk segera membuka pintu. Karna suara gedorannya yang terdengar semakin mengganggu. Lagipula Baekhyun tidak ingin ambil resiko harus ganti rugi untuk kerusakan pintu kamarnya kepada pihak hotel.

Baekhyun meraih gagang pintu dan menarik nafas sebentar untuk mengatur raut wajahnya menjadi sebaik mungkin.
Setelah pintu terbuka, tepat seperti dugaannya bahwa Park Chanyeol lah yang datang 'bertamu'.

Baekhyun berusaha memasang wajah datar.

"Kau berniat merusak pintu atau bel'ku? Pilih salah satu. Kau fikir mengganti rugi kerusakan properti hotel itu murah?" Ucapnya dengan nada menyindir. Namun Chanyeol tidak menjawab ataupun merespon ucapan Baekhyun. Pria itu hanya berdiri seperti manekin dan menatap Baekhyun dengan tatapan yang.. entahlah. Tatapan Chanyeol terlalu aneh dan membuat Baekhyun tidak nyaman.

MALDIVESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang