Capt. 18

2.8K 231 18
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


×× Flashback ××

Lisa menghabiskan malamnya untuk berlatih di apartemen Chaerin. Tidak ada yang mencarinya, semua mengetahui jika Lisa tengah berlatih keras untuk menunjukan hasil latihannya selama tiga tahun.

Hingga pagi menjelang Lisa hanya tidur dua jam saja. Bangun di pukul tujuh, Lisa sudah di siapkan beberapa sarapan mengingat untuk evaluasi hari ini begitu penting, karena penilaian tinggi di hari ini mempengaruhi list debut grup baru.

Chaerin tengah membuatkan susu coklat hangat ketika, Lisa keluar dari kamar dengan pakaian rapih yang di pinjamkan chaerin.

" Oh, kau sudah bangun? Sarapan saja dulu nanti aku akan antar kau ke agensi" ucap Chaerin

" Tidak perlu Unni sudah terlalu banyak membantu ku"

" Tidak apa - apa, kebetulan hari ini aku ada jadwal ke agensi juga" Chaerin memberikan susu coklat kepada Lisa dan juga sandwich yang ia buat sendiri " makan dan minum, harus habis"

Lisa tersenyum senang.

" Ne Unni" dengan satu kali teguk Lisa menghabiskan susu coklatnya.

" Pelankan minum mu"

" Unni aku sangat suka susu coklat hangat"

Chaerin tersenyum heran. Ia menaikan sebelah halisnya.

" Benar kah?"

Lisa meletakan gelas yang telah kosong dan mulai menyantap sarapannya. " Ne "

" Wah ini luar biasa" Chaerin ikut duduk di kursinya, sesekali meminum kopi yang ia buat sendiri. " Kenapa Rapper di agensi sangat suka susu coklat?"

" Maksud unni?" Tanya Lisa heran

" Jiyong, dia sangat suka susu coklat, sama sepeti mu"

Wajah Lisa tersipu malu, pipinya semu merah mendengar informasi dari Chaerin.

Melihat keanehan di wajah Lisa, Chaerin mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa.

" O, ada apa dengan wajah dan pipi merah itu?"

Merasa tertangkap. Lisa mencoba menutupi pipinya yang memerah dengan kedua telapak tangan. " Oh, Unni jangan menggoda ku pagi - pagi"

" Uh Lalisa sudah besar" ucap Chaerin menggoda Lisa.

" Ya unni"

Chaerin tertawa. Melihat wajah merah Lisa adalah hiburan pagi hari Chaerin, selain hiburan yang di berikan kucing miliknya.

Memikirkan kucing. Tidak lama kucing bernama Donut itu muncul di sela - sela tirai jendela datang menghampiri pemiliknya.

" Hai Donut, good morning" ucap Chaerin menggendong di pangkuannya.

LIMERENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang