Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

8.

32 4 0
                                        

"Udah sana, bibi ke kantor mama dulu. Ntar dia marah marah lagi. Kalo urusan surat biar aku aja ke mamanya seungmin buat sekalian ditanda tanganin" ucap gue dan langsung ngambil surat yang ada di tangan bibi.

"Beneran gak apa papa nih, non? Kalo gitu bibi siap siap dulu ya" ucap bibi dan gue bales dengan anggukan. Gak berapa lama, bibi udah siap dan langsung pamitan ke gue.

"Bibi ke kantor nyonya dulu ya, non. Kalo ada apa apa tinggal telfon bibi"

"Iya, bi" jawab gue lemes.

Setelah bibi pergi dengan motornya. Gue langsung pergi ke kediaman rumah keluarga kim. Tentu aja dengan selimut yang masih setia berada di tubuh gue. Dan gak lupa gue ngunci pintu biar maling gak masuk

Dengan langkah gontai gue memasuki perkarangannya.

Ting nong...

Gue langsung mencet bel-nya gak lama kemudian. Pintu terbuka dan ternyata itu mamanya seungmin.

"Eh jeo, kamu kenapa? Pucet gini, mana panas lagi" kata mama seungmin panik, megang dahi gue, terus nge bawa gue ke sofa.

"Aku boleh minta tolong gak ma?" tanya gue.

"Minta tolong apa sayang?"

"Mama bisa gak tanda tanganin surat ini, aku kayaknya hari ijin dulu"

"Ohh itu, gampang. Mama pasti nge-nanda tanganin kok. Ngomong ngomong, kemana si bibi?"

"Bibi lagi nganter berkas ke kantor bunda, ma. Harus sekarang, kayaknya mendesak, dan juga mama harus pergi lagi ke malang" jawab gue lemes.

"Dasar bunda kamu ini, sana ke kamarnya seungmin, tidur gih! Lamu disini aja dulu, biar mama yang rawat kamu"

"Gak usah ma, aku gak mau ngerepotin mama" gue menolak halus.

"Gak apa apa, sana ke kamarnya seungmin, tidur!"

"Tap-"

"Mama gak mau ditolak"

Gue menghela nafas berat, dan berjalan perlahan menaiki anak tangga satu per satu, kayak zombie nih. Ahh, jangan lupakan selimut tebal yang menyelimuti tubuh gue.

Setelah sampai kamarnya seungmin. Gue liat di kasurnya gak ada siapa siapa, karena gue capek, gue akhirnya naik ke atas kasur dan tidur.

Park jeora pov end

Author pov

Karena kelelahan, jeora langsung tidur di kasur nya seungmin.

Seungmin yang baru keluar dari kamar mandi dengan celana pendek, yang tak memakai baju, dan tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

Ia sangat kaget, karena melihat pemandangan yang yang ada di depannya ini.

Karena bingung, seungmin langsung menghampiri jeora yang masih telelap dalam mimpinya. 

"Panas, pantes aja" kata seungmin setelah menaruh tangannya di dahi jeora.

Jeora pun mengerang kedinginan.

"Di-dingin" keluh jeora dengan menaikkan selimutnya sampai lehernya.

Seungmin yang peka langsung mematikan ac kamarnya.

Setelah mematikan acnya, seungmin langsung melihat jam weakernya

"Masih pagi" guman seungmin dan langsung tidur di samping jeora dan memeluk tubuh jeora.

"Apa gara gara kejadian semalam bikin kamu sakit kayak gini? Maaf ya, aku gak bisa ngejagain kamu dengan baik" guman seungmin dan langsung menutup matanya.

Seungmin bangun dari tidurnya dan langsung melihat jam, untungnya masih jam set7. Ia langsung bergegas, siap siap untuk ke sekolah.

"Pagi ma" sapa seungmin saat sampai meja makan. Dan disana hanya ada mama nya yang tengah sarapan, jangan tanyakan kemana wonpil, pastinya dia sudah berangkat ke kantor pagi pagi.

"Pagii sayang. Eh iya, jeoranya belum bangun ya?" kata mama nya seungmin.

"Belum ma, papa udah berangkat ya?" tanya seungmin dan di balas dengan anggukan oleh mamanya.

Hening, hingga.....

"Sarapan seungmin udah habis, seungmin ke kamar dulu ngambil tas mau berangkat" kata seungmin dan langsung pergi ke kamarnya.

Saat hendak menutup pintu kamarnya, ia menoleh ke jeora yang masih sama, tidur dalam balutan selimut tebal.

"Huft" seungmin menghela nafasnya.
"Aku berangkat dulu ya, cepet sembuh. Nanti langsung pulang kok" ucap seungmin kepada jeora yang sedang tidur.

Chup

Seungmin mencium kening jeora lembut.

"Gws, sayang" kata seungmin sambil mengusap kepala jeora dan pergi keluar kamarnya.

"Ma, seungmin berangkat ya. Jagain jeora jangan di apa apa-in lho" kata seungmin menghampiri mama nya yang tengah menonton tv.

"Iya, oke. Nih suratnya, jangan lupa di kasih ke kelas nya jeora"
Kata mamanya sambil memberinya sebuah surat.

"Iya mama. Seungmin berangkat dulu" kata seungmin sambil salim ke mamanya. Dan pergi begitu saja

"Bingungin tuh anak" ucap mama seungmin yang menatap anaknya heran

Author pov end

.

Siput My Best Friend || KSMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang