02

720 102 4
                                    

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

"Arin bunda ngomel tuh suruh kamu segera ke toko" Yeonjun terus mencereweti sang kembaran dari arah luar kamar.

Bagaimana tidak. Arin terlambat bangun lagi, ini sudah menunjukkan pukul 10.00 tapi sang hawa masih belum keluar dari kamarnya. Yeonjun si dokter yang hari ini sedang libur dengan senang hati menghabiskan tenaganya untuk membangunkan sang kakak.

"udah bangun" ujar Arin, kemudian membuka pintu kamar, jelas langsung melemparkan tatapan tak sukanya pada Yeonjun.

Yeonjun memperlihatkan deretan gigi rapinya tanpa dosa dan langsung melenggang pergi ke kamar nya.

Arin mendengus. Hobi banget memang membuat kegaduhan di depan kamar Arin.

"Jun" Arin ikut menyusul ke kamar Yeonjun.

"apa,sayang"

"anterin aku yuk! Males naik bus kelamaan, kamu kan libur hari ini" pinta Arin memohon.

Yeonjun yang sudah memegang buku yang hendak ia baca, kembali meletakkannya ke atas meja.

Yeonjun meski suka jahili Arin. Tapi tetap, Yeonjun sayang Arin pakai banget. Arin dan bunda itu adalah wanita yang paling Yeonjun sayang di dunia ini. Dan karna si kesayangan meminta, dengan senang hati Yeonjun mengiyakan. "tunggu aku ganti baju dulu"

Arin mengangguk, ia duduk di tepian kasur Yeonjun untuk menunggu.

Beda dengan Yeonjun yang berprofesi sebagai seorang dokter muda.

Arin hanya lah seorang gadis biasa yang hari-harinya selalu mengurus toko bunga milik bunda.

Beda dengan Yeonjun yang menjalani masa kuliah, dan akhirnya meraih cita-cita.

Arin harus rela sekolah nya hanya selesai di tingkat SMU.

"udah beres.ayo Rin" Yeonjun tarik sang kembaran keluar dari kamar.

Yeonjun sudah menjadi seorang dokter semenjak 2 tahun terakhir ini. Dan berkat kegigihannya bekerja, sekarang ia memiliki sebuah mobil.

Itu cukup bagus. Soalnya keluarga Choi memang tidak pernah memiliki mobil. Yeonjun yang pertama. Bunda sangat senang saat tau Yeonjun membeli mobil, setidaknya akan ada kendaraan yang bisa mereka gunakan ketika hujan melanda, tanpa takut basah,kan.

"kemarin ada yang nembak aku lagi lho" seru Yeonjun di sela-sela menyetir.

Arin yang di samping lekas menatap sang adik "terus?kamu terima? Atau nolak lagi"

"ya aku tolak lah. Aku enggak mau di atur-atur, yang boleh atur aku itu cuma kamu sama bunda. Selebihnya enggak"

"siapa bilang sih pacar itu bakal ngatur hidup kamu" dari nada bicaranya, Arin terdengar jengkel.

[✓]Remember meTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang