12

390 63 2
                                    

🍂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍂

Hari terlewatkan begitu saja, hubungan dua anak manusia itu baik-baik saja. Sudah jalan dua Minggu semenjak mereka memilih untuk berbagi rasa. Hari ini, di hari Sabtu yang hujan baru saja mereda, Mark dan Arin akan memulai kencan kedua kalinya.

Mark sudah ada di ruang tamu dengan di temani secangkir kopi yang sesekali disapa suara bunda, Yang sibuk sendiri membersihkan beberapa tanaman hias yang ada di sana.

Arin masih dikamar, masih berdandan,niat ingin mempercantik diri di depan Mark. Kaos lengan panjang berwarna putih dipadukan dengan jumpsuit rok berwarnakan warna kesukaan merah muda menjadi pilihan. Rambut panjangnya di kepang dua, sedikit anak rambut mempercantik. Merasa puas dengan penampilan simplenya,kaki itupun keluar dari kamar. Beriringan dengan Yeonjun yang terlihat baru saja bangun dari tidurnya.

"mau kemana kesayangan?udah cantik aja?"

"ihh mulut kamu bau" Arin menutup mulut Yeonjun yang menguap lebar itu "aku mau kencan,bye. Jaga Bunda" lanjutnya mengecup kilat pipi kiri Yeonjun dan berlari menuruni tangga.

Dibawah ia menemukan Mark yang masih setia memperhatikan kegiatan Bunda.

"Bunda aku pergi dulu" suara dengan nada ramah itu menarik pandang Mark dan Bunda. Dua manusia itu tersenyum bersama, dalam artian berbeda. Senyuman bunda mengartikan dia mengiyakan ucapan Arin. Sementara senyuman Mark bermakna kekaguman. Sumpah demi pelangi yang masih terlihat di langit kota, Arin selalu saja amat sangat cantik di matanya. Senyuman lepas yang memperlihatkan sedikit gusi merah mudanya itu benar-benar sebuah sihir nyata. Belum lagi warna merah muda yang selalu melekat di tubuhnya selalu membuat suasana hati Mark membaik,menghangat,dan rasanya bahagia saja.

"Ayo Mark"

"eoh?iya. Ayo. Bunda kami pergi dulu, nanti Arinnya saya pulangkan lagi" ucap si namja sopan. Tutur katanya masih belum berubah, masih terdengar kaku dan penuh kehati-hatian.

Nayeon mengangguk "hati-hati"

Mark dan Arin mengangguk, pun mereka hilang dari sana.

"pelanginya masih keliatan" teriak Arin tepat saat langkah mereka keluar dari rumah. Mark ikut memandangi pelangi yang ada di atas sana. "indah" tutur Arin lagi

Cekrek'

Satu foto ditangkap Arin "kencan kedua kita di restui pelangi" lanjutnya dengan seulas senyum.

Mark membalas, tangan kiri Arin yang teranggur ia genggam ringan "nggak kalah indah sama senyum kamu"

Gelak Arin terdengar "benarkah?"

[✓]Remember meTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang