Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°
Yeonjun dorong pintu kamar Arin pelan, sudah lelah memanggil nama sang kakak dari tadi dan tidak di hiraukan. Maka dari itu Yeonjun memilih masuk saja.
"Rin" panggilnya yang mulai melangkah ke dalam.
Di dalam kamar yang di dominasi merah muda itu tidak terlihat tanda-tanda kehadiran Arin "Arin"
"Choi Arin" Yeonjun mencari ke segala sisi, tapi tidak ada.
Sampai pada akhirnya pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Arin yang di baluti handuk selutut. "Yakk Choi Yeonjun mesum" teriak Arin refleks saat menangkap raga Yeonjun.
Yeonjun terkekeh, ia garuk rambut bagian belakangnya. Salah tingkah sendiri saat melihat tubuh sang kakak yang hanya ditutupi handuk itu.
"ngapain disini, sana keluar" Arin dorong raga Yeonjun cepat.
Yeonjun menerima dorongan Arin, tapi sebelum Arin benar-benar menutup pintu Yeonjun sempat berujar "cepat pakai bajunya. Ada temen kamu di bawah"
"siapa?" Arin kembali membuka pintu kamarnya sedikit
Yeonjun mengangkat bahu acuh, lalu beranjak pergi begitu saja.
Arin kebingungan, di sela-sela memakai bajunya gadis itu menerka-nerka temannya yang mana yang datang bertamu malam-malam begini.
"ah mungkin Yoojung" ia menerka nama itu final. Pasalnya tadi Arin memang sempat bertukar pesan dengan Yoojung, Yoojung bilang ingin menemuinya dalam Minggu ini. Tak mau berlama-lama, Arin bawa tungkainya keluar dari kamar dengan keadaan yang sambil mengikat rambutnya asal. Senyuman ringan juga berpartisipasi dalam langkah nya.
Senyuman ringan yang indah, "Yoo-kamu?" saat dimana langkahnya sampai di ruang tamu dan matanya menangkap sesosok raga pria, senyuman itupun memudar secara perlahan.
Si lelaki yang tidak lain adalah Mark itu segera bangkit dari duduknya "hai"
"ngapain kamu kesini?" nada ketus itu keluar dari belah bibir Arin.
"saya ingin mengem-"
"sebaiknya kamu pulang. Aku nggak punya waktu ngeladenin kamu" potong Arin yang tidak peduli lagi alasan kenapa sosok cinta pertama ada di rumahnya.
Langkahnya ingin menghilang dari sana, tapi tidak jadi. Saat dimana Yeonjun menahan pergelangan tangannya "nggak boleh gitu sama tamu. Bunda nggak pernah ngajarin kita buat nggak sopan sama orang ya" peringat Yeonjun.