Sekarang semua siswa kelas 10 sudah ada di lapangan. Dan Nayya sekarang sudah sangat kepanasan. Untunglah ia memakai sunscreen tadi jadi ia tidak akan gosong.
"Perkenalkan sama saya Alfano Reynaldi Faresta, disini saya selaku ketua osis ingin mengucapkan salam kepada siswa dan siswi baru yang masuk ke sekolah ini, jadi hari pertama dan kedua mos kalian akan diajak untuk mengelilingi sekolah ini dan mengenal letak letak sekolah kita". Ujar fano dengan tegas.
"Anjir ganteng juga, eh tapi bukannya tadi itu cowo yang nolongin gue pas lagi di hukum sama mak lampir ya?" bingung nayya.
"Baiklah jika tidak ada yang ingin bertanya kalian boleh kembali ke kelas masing masing".
Nayya pun duduk di kelas nya dan memandang teman sebangku nya, dia seperti nya sedang celingak celinguk karena kasihan dan belum mendapat teman akhirnya Nayya memutuskan untuk mendekati gadis itu.
"Hai, nama lo siapa?"sapa nayya
"Eh hai. Gue Salwa Farisha Aqila panggil aja gue Salwa. Lo siapa?" balas salwa
"Gue Annayya Callista Mahardika. Lo bisa panggil gue Nayya. Btw lo asal sekolah mana?"
"Gue sih dari SMP PELITA BANGSA, eh btw lo udah makan belum kita ke kantin kuy!"
Ternyata Salwa tak seperti yang Nayya bayangkan. Ia kira Salwa adalah gadis yang pendiam. Namun perkiraannya salah. Salwa sangat ramah. Nayya pun sangat exited berteman dengan Salwa.
"Ayo lah gue juga laper nih" balas Nayya.
Mereka pun berjalan ke kantin. Saat itu adalah hari pertama mos dan sedang istirahat jadi mereka memutuskan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.
"Emmm,Nay?kita kan baru disini jadi kita gatau letak kantin di mana, mending kita tanya sama kakak itu deh" Saran salwa sambil menujuk cowok yang sedang duduk bersama teman temannya.
"Hai kak,maaf mengganggu, saya murid baru, jadi saya gak tau let- "
"To the point aja". Ucap Fano yang membuat Nayya kesal dan cemberut.
"Eh adik cantik yang manis, maapin abang fano yahh dia emang gitu. Ada apakah gerangan yang membuat adik cantik kesini" Ucap Rafi dengan lebay nya.
Ya.Dia adalah Rafi Samudra. Sahabat Fano yang pintar tetapi otaknya sedikit gesrek.
"Di lantai 2 depan perpus" ucap fano dengan dingin.
"Oh iya makasih kak" Ucap Nayya.
Fano tadi sedikit melihat name tag di dada Nayya.Ia sekarang tau nama gadis itu.
"Annayya Callista Mahardika. Cantik".
ucap fano di dalam hati, yang tanpa sadar ia menyebutkan kalimat itu. Oh Fano mungkin sudah gila sekarang.
Saat Nayya dan Salwa sedang memesan makan. Chelsea,Ara, dan Mitha yang merupakan teman teman chelsea datang ke kantin juga.
Tapi meskipun Chelsea adalah wakil ketua osis ia tidak akan merubah sifat sok sok an nya itu yang membuat orang orang terkadang jengkel dengannya.
"Heh lo adek kelas yang telat dateng kan
sok sok an banget lo baru masuk udah
telat. Lo pikir ini sekolah bapak lo?" ujar chelsea dengan dagu di angkat dan mata di tajamkan ke arah Nayya.
"Heh kakak kelas gila hormat. Mau lo apasih?! Lagian kak Fano yang notabene nya ketua osis aja udah maafin gue kok lo yang malah sewot sih?!?" Ujar nayya dengan sangat marah.
"Tau tuh sibuk amat sih lagian kan kita anak baru, maklumin kek!" tambah salwa.
"Awas lo berdua liat pembalasan gue!"
Chelsea yang merasa kesal pun akhirnya pergi karena mereka sadar mereka menjadi pusat perhatian.
Disana, di pintu masuk 4 orang menatap Nayya dan Salwa dengan kaget.
Orang itu adalah....
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO & ANNAYYA
Novela JuvenilHidup dari keluarga yang tak pernah akur, membuat Nayya menjadi gadis yang suka murung. Kesedihannya, selalu ia tutupi dengan senyuman. Bagi nya, jatuh cinta hanyalah sebuah fatamorgana yang tak pernah ia bayangkan. Itu hanya buang buang waktu saja...
