Fano sedang bersiap siap menuju sekolah. Saat ia turun ke bawah. Ia mengucapkan selamat pagi kpd keluarganya.
"Pagi ma pa"
"Dek" ucapnya
"Pagi juga sayang" ucap kedua ortu fano
"Pagi banggg" teriak Jessie
"Biasa aja geh" sewot fano.
Begitulah fano dan jessie. Tiada hari tanpa bertengkar.
Skip sekolah..
Saat fano datang kesekolah bertempatan nayya juga datang dan mereka pun memarkirkan mobil mereka bersebelahan.
"H-hai" sapa fano canggung
Lalu nayya hanya menanggapi nya dengan senyuman. Nayya tdk tahu. Dia sangat sangat tidak mood sekarang.
"Eh mata lo kenapa" tanya fano. Ia melihat mata nayya sembab.
"gapapa" jawab nayya tersenyum
"Lo kalo ada masalah cerita sama gue. Gue siap kok jadi pendengar yang baik buat lo" ujar fano
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang meperhatikan mereka, dan menahan amarah nya.
"Shittt! Fano! Lo benar benar bodoh. Bahkan lo ga pernah peka kalo gue selama ini suka sama lo" perempuan itu sedikit berteriak.
"Kalo lo mau, kita bisa bekerja sama" tawar lelaki itu dengan senyum smirk nya.
"Apaan lo! Sksd banget" bentak nya
"hei cewek bodoh, dengan lo bekerja sama bareng gue, lo akan dapet fano dan gue dapet nayya" bentak lelaki itu.
"OK deal" ujar mereka.
Saat Nayya ke otw kelas ada anak baru yang dateng ke dia.
"Eh Nayya! Apa kabar lo!" sapa Radit
"Siapa? Hah? Radittttt! Is that you?! "
Nayya berteriak sambil memeluk radit.
"Babi! Gue gak bisa napas" celetuk radit.
"Lo ngapain disini" tanya nayya
"Gue sekolah disini" jawab Radit.
Raditya Ananta. Dia adalah teman Nayya sejak mereka kelas 7 SMP. Dahulu mereka sangat sangat dekat. Sampai suatu hari Radit pindah keluar kota dan tidak pernah bertemu atau contact dengan Nayya
Hai gaissss
Dah lama ga up ye hhee.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFANO & ANNAYYA
Teen FictionHidup dari keluarga yang tak pernah akur, membuat Nayya menjadi gadis yang suka murung. Kesedihannya, selalu ia tutupi dengan senyuman. Bagi nya, jatuh cinta hanyalah sebuah fatamorgana yang tak pernah ia bayangkan. Itu hanya buang buang waktu saja...
