Kim Mingyu atau Vamp berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong gedung tinggi yang tampak mewah. Raut wajahnya terlihat cemas.
Sepanjang perjalanan menuju kantor atasannya, ia kembali mengingat apa yang kedua anggota team nya bicarakan saat tadi ia menjenguk The8.
"Kami tidak melihat jelas wajahnya, Gyu. Tapi salah satu dari mereka dipastikan perempuan. Kecepatan dan kekuatannya benar-benar di atas rata-rata. Bahkan untuk ukuran kita yang tidak normal," tutur The8, mengingat pertempurannya dengan salah satu penyusup.
"Apa mereka bertiga?"
"Iya, mereka bertiga. Dua pria satu wanita," tegas TY yang baru saja kembali dari kamar mandi dan duduk di sisi brangkar tempat The8 berbaring.
"Bahkan aku kewalahan," kata The8 mengingat pertarungannya dengan wanita bermasker. "Apa itu mereka?"
"Entahlah, kemungkinan besar iya."
"Aku masih tidak mengerti. Mengapa tetinggi-tetinggi organisasi menganggap mereka generasi alpha? Kurasa kemampuan X juga berada di atas rata-rata bukan?" tanya TY menatap Vamp meminta jawaban.
"Bukan hanya karena itu. Tapi karena tubuh mereka menerima kemampuan mereka dengan baik."
"Maksudmu?" The8 mengangkat tubuhnya penasaran, tidak peduli dengan nyeri di dadanya yang terasa ketika ia menggerakkan tubuhnya.
"Tidak usah bangun! Memang kau tidak bisa dengar kalau kau tiduran?" kesal Vamp sambil memaksa tubuh The8 kembali berbaring.
"Mereka masih dapat bergerak dengan baik bahkan setelah menggunakan kekuatan buatan kita, Hao. Tidak seperti kita yang bahkan tidak mampu bergerak sedikit pun selama beberapa jam setelah menggunakan kekuatan yang berlebihan.
"Karenanya mereka disebut generasi alpha. Dan salah satu dari mereka adalah ahli racun dan obat, generasi yang sama sekali tidak dimiliki oleh organisasi.
"Jangan tanya lagi, hanya itu informasi yang sudah bisa dikonfirmasi kebenarannya. Sisanya masih spekulasi," jelas Vamp.
Menurut data, generasi alpha tidak memerlukan suplemen setelah menggunakan kekuatannya. Sedangkan anak-anak hasil percobaan lainnya akan tidak sanggup bergerak bahkan seujung jari pun setelah menggunakan kekuatan mereka.
Ini sebuah kekurangan fatal. Karenanya mereka bergantung pada obat suplemen. Tidak perlu khusus, yang penting obat tersebut mengandung kafein.
Memikirkan banyak hal, membuatnya tidak sadar kalau ia telah tiba di tujuan.
Dengan ekspresi datar, ia menatap ragu pintu berdaun kembar berwarna cokelat kehitaman di depannya yang merupakan pintu masuk satu-satunya ke ruangan Jung Hyuna.
Setelah menarik napas untuk menenangkan diri, Vamp menguatkan diri mengetuk pintu kokoh dihadapannya dan menunggu ijin masuk.
"Mrs. Jung," sapa Vamp sesaat setelah berada di dalam ruangan kerja Jung Hyuna yang didominasi warna merah maroon dan cokelat pastel.
Jung Hyuna hanya terdiam memandang pria tinggi berkulit tan yang sedang berdiri di tengah ruangan, dekat dengan sofa tamu di kantor direkturnya.
Ia menunggu salah satu pimpinan manusia-manusia super ciptaannya untuk bicara. Tetapi karena setelah selama hampir lima menit, pemuda itu sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, dengan kesal, Jung Hyuna membuka pembicaraan.
"Jelaskan! Kenapa kalian bisa kehilangan anak-anak itu? Apa kau tahu kerugian yang organisasi alami karena kecerobohanmu?" geram Hyuna marah.
"Maaf." Vamp hanya bisa mengucapkan satu kata itu sambil menunduk menyesali keputusannya untuk tidak ikut mengawal anak-anak hasil seludupan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Angel of Death - Encounter
ActionSeason 1 : The Angel of Death - The Beginning Season 3 : The Angel if Death - Finale *** ⚠🔞 Warning : This story contains violence, indecent language and adult contains!! Please be wise 🔞⚠ *** Where Lalice, June, and Eunwoo are so close to their t...
