-----***----
"Menurut gue, balikan itu bisa aja kayak season 2 sebuah film. Lo menghabiskan cerita dengan orang yang sama namun kenangan nya bisa saja berbeda"
~ Tami Tamara
Happy Reading!!♥♥
***
"Jangan sampe Revano tahu kalo ada hal kayak gini. Bisa-bisa habis kita semua."
"apa yang saya ga boleh tahu?" Farah menoleh dan mendapati Revano tengah melipat tangannya didada, "kamu sudah merasa mampu memegang kendali tanpa saya?"
Farah gelagapan, "Kamu mau menggantikan posisi saya?" Tanya Revano dingin, Farah meneguk saliva nya berat.
Gadis itu menunduk dan menggeleng takut-takut. "kalo kamu memang segitu inginnya menggantikan posisi saya, silakan ambil!" Revano melepas dan melempar cover badge di lengan kirinya kearah Farah.
Farah terduduk lemas sambil memegang cover badge di tangannya. Padahal ia hanya ingin membantu. Ia hanya ingin mempermudah pekerjaan Revano, tapi kenapa malah jadi begini?
Farah menekuk lututnya dan mulai tersedu, sementara panitia lain yang merasakan suasana agak canggung cepat-cepat kembali mengerjakan tugas mereka seperti tidak pernah terjadi apa-apa,
"Farah? Lo ngapain nangis disini?" Farah mendongak, matanya bertemu pandang dengan iris mata coklat yang menatapnya iba, Daniel menyelipkan anak rambut Farah yang menutupi wajahnya,
"kalo mau nangis, jangan disini. Mending dipundak gue aja"
***
Aryo berdiri didepan panggung dan mengabadikan berbagai momen disekitar nya menggunakan mata lensa. Tiba-tiba arah pandang sekeliling nya terpaku disatu titik. Aryo mengikuti pandangan orang-orang dan dirinya ikut tersihir.Tersihir oleh penampilan 4 gadis yang dengan anggun dan enerjik menampilkan Tari Kreasi modern dengan lihai. Namun, mata Aryo bukan terfokus pada gerakan mereka.
Melainkan matanya mengikuti pergerakan gadis manis berkaos putih yang rambut hitam panjang nya ikut menari seiring gerakannya.
Aryo terkesiap, lalu tanpa sadar tangannya memotret keindahan dihadapannya. Cowok ber-hoodie hitam itupun tersenyum,
Ini adalah foto paling indah yang gue ambil hari ini.
Tarian pembuka selesai, Ayna menyeka keringat dan meminum air mineral yang diberikan oleh Wiwin, "thanks, Win. Udah kan? Gaada masalah lagi?"
"justru itu," Wiwin menghela nafas, "masalah nya sekarang nambah ribet!"
"hah? Nambah ribet gimana maksud lo?" tanya Ayna. Wiwin pun menceritakan apa yang terjadi antara Farah dan Revano.
"untung aja sesi Lapangan bisa di handle sama Raya dkk. Farah sampe sekarang ga keliatan ada dimana, padahal tadi dia nangis disini" Ujar Wiwin dengan raut wajah khawatir.
Ayna memijat pangkal hidung nya, badannya lelah, kepalanya seakan ingin pecah sekarang.
Tak lama, Raya memasuki area belakang panggung, "peserta udah nyampe," lapornya "udah bisa ditutup acaranya"
Ayna mengangguk lesu, "yaudah, panggil Ka Revano buat nutup acaranya," Wiwin mengangguk, kemudian meminta Andi untuk memanggil Revano ditenda panitia.

KAMU SEDANG MEMBACA
My [EX] Boyfriend
Teen Fiction"Cie.. Ciee... CLKP..." Ledek Farah, "CLKP apaan dah?" Tanya Ningrum, "CINTA LAMA KEMBALI PULANG wkwkw" "Ciee.. Ternyata Ratu Perfeksionis punya kelemahan nih, yaitu GAMON, alias GAGAL MOVE ON! wkwkw" Tamara makin gencar meledek Ayna diikuti dua kun...