Makin Benci!

13 1 3
                                    

------***----

Maaf Bila
Tutur kata ini
Membuat mu benci
Dan tak ingin kembali lagi
Setidaknya
Tak secepat ini
Kau bersama dengan dirinya

"Walag ~ Maaf"

Happy Reading!!!♡♡♡

***
Ayna mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi dengan hair dryer, sementara teman-temannya sedang asyik bernyanyi diiringi petikan gitar Tamara.

"asik amat padaan" mereka bertiga melihat Ayna "lo mandi?" tanya Ningrum, "engga Rum. Si Ayna abis berenang" timpal Farah.

Ayna tertawa lalu ikut duduk di karpet berwarna biru muda di kamarnya. "jadi Na, kapan mau cerita?" tanya Tamara sambil menyampirkan gitar di tembok.

Ayna menghela nafas. Akhirnya saat ini tiba juga.

Flashback mode on
Ayna berjalan dengan semangat sampai ikatan kuncir dua nya bergoyang kesana kemari. Wajah nya mengembang senyum yang lebar. Hari ini Ayna membuatkan Aryo sarapan roti bakar kesukaannya.

Pasti Ka Aryo senang!

Ayna membuka pintu kelas Aryo, "Kak! Aku buatin roti bakar--" suara gadis itu terhenti saat ia melihat pemandangan didepannya.

Aryo tengah merangkul mesra kakak kelas Ayna yang tak lain adalah teman sekelas Aryo,

"ups! Ketahuan deh" ucap gadis yang bahkan Ayna tidak tahu namanya. TIDAK TAHU DAN TIDAK PERNAH MAU TAHU!

Ayna diam, lidahnya kelu. Tiba-tiba Aryo bangun dan menarik kasar tangan Ayna,"kamu ngapain sih kesini?" tanya nya.

"harusnya aku yang nanya kak! Kakak ngapain sama cewek itu?!" Gadis yang tadi nya disebelah Aryo pun bangun dan berdiri dihadapan Ayna, "siapa yang lo sebut cewek itu hah?! Berani lo sama gue?!" tantang cewek itu,

"lo gausah mikir kalo gue godain cowok lo ya," ucap cewek itu sambil menunjuk Ayna, "cowok lo yang deketin gue!"

Ayna menatap Aryo, "itu bohong kan ka?" Aryo menatap sinis Ayna, "lo pikir aja sendiri"

Gadis itu tertawa hambar,"harusnya lo sadar diri dan ngaca! Liat dong gaya lo, cupu! Siapa coba yang ga malu punya pacar kayak lo!"

Ayna menarik Aryo keluar ruangan, gadis tadi berusaha ikut keluar namun ditahan oleh Aryo.

"ini gamungkin kan kak? Kan Kaka yang bilang, walaupun aku ga secantik cinderella sekalipun, kaka bakal tetep sama aku, yakan kak?"

Aryo menatap Ayna dingin, tatapan yang tak pernah diberikannya sebelumnya, "gue ngomong gitu cuma buat hibur lo"

"trus apa arti dari janji-janji yang kaka udah bilang selama ini?" tanya Ayna lagi, "gue itu cowok Ayna, salah lo yang terlalu percaya dengan semua yang gue ucapin."

"gue sedikitpun ga pernah suka sama lo. Gue pacaran sama lo cuma karena gue lagi bosen, ngerti?" Aryo membalikkan badannya,

"mending sekarang lo pergi, gue udah muak liat muka lo" Air mata Ayna lolos begitu saja, semudah itu kah janji-janji itu patah? Serapuh ini kah hubungan mereka?

My [EX] BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang