Karnaval (1)

9 2 0
                                    

------***-----

Kupikir kau sudah
Melupakan aku
Ternyata hatimu
Masih membara
Untukku
Waktu 'kan berlalu

Tetapi tidak cintaku
Dia mau menunggu
Untukmu


"Pongki Barata ~ Aku Milikmu Malam Ini"

Happy Reading!!♡♡♡

***
Ningrum berlari sepanjang koridor sampai kelas 10 MIPA-1, buru-buru ia menghampiri meja keempat temannya yang sedang bersantai di tempat duduknya masing-masing,

"lo kenapa sih, Rum? Lari dari kenyataan?" tanya Tamara sambil menggelung rambutnya keatas, "lo semua harus liat mading sekarang!" ujar Ningrum sambil ngos-ngosan.

"ada pengumuman uang bantuan ya?" tanya Farah, "dasar lo kaum dhuafa" ucap Ayna, Farah mengedikkan bahunya.

"udah ayok ikuttt guee!!!" Ningrum menyeret Tamara ke mading diikuti Ayna dan Farah dibelakangnya,

"wah? Apa nih? Karnaval?" tanya Tamara, "oh ini," ucap Ayna sambil menunjuk poster yang tertempel dimading, "ini sih gue sama Farah jadi panitia" Farah mengangguk.

"iya? Daftarin gue sama Ningrum dong! Kita-kita mau ikutan!" seru Tamara semangat,
"tapi kalo mau ikut harus couple, gabisa solo" ucap Farah.

"ah gampang! Ntar gue ajakin Ivan" ujar Tamara, "trus gue ngajak siapa?" tanya Ningrum, "ya lo ngajak Daffa lah, dodol!" ucap Ayna sambil menjitak kepala Ningrum gemas,

"oh iya ya, kok ga kepikiran ya?" Ningrum terkekeh sendiri, sementara tiga lainnya menghela nafas,

"yaudah. Gue sama Farah mau rapat sama panitia lain. Lo berdua jadi ikut kan?" Ningrum dan Tamara mengangguk, kemudian mereka pun berpisah.

"tumben lo ga ikut acara ginian, Na?" tanya Farah, "abisnya harus couple si. Gue mana ada pasangan"

Farah mengangkat alisnya, "lah alangkah banyak cowok yang mau jadi pasangan lo. Lo nya aja yang gamau nyari,"

Ayna nyengir, "bukan gamau nyari, cuma gaada yang pas aja di gue". Farah memutar bola matanya malas.

"permisi, izin masuk ka" ucap Ayna sambil mengetuk pintu ruang rapat. "iya, silakan" jawab suara dari dalam,

"wah! Suara bias gue tuh!" bisik Farah, "bias lo? Siapa?" tanya Ayna. Farah membuka pintu sambil cengar-cengir, "ada deh!"

"oh ternyata kalian! Baguslah," ucap Revano sambil tersenyum, Farah langsung saja mendekati Revano, "emang nya ada apa ka?"

Ayna berdehem pelan, oh jadi ini bias lo ya, Rah?

"eh, ada Ayna" ucap Imron sambil menepuk pundak Ayna, "eh bang Imron, lah abang panitia juga?" Imron menggeleng, "ogah amat gue jadi panitia acara ginian"

"trus ngapain lo disini?"

"nemenin kawan"

"oh" balas Ayna singkat, ia lalu duduk di meja Sie Acara, di dada kirinya tersemat benda kecil bertuliskan 'Koordinator Sie Acara'.

My [EX] BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang