Chapter37(Captivity)

4.7K 205 17
                                        

" Lis perasaan Gw kok gaenak ya " Rose memasang wajah Lesunya.

" knp? " datar Lisa

" ish Lis kalo ngomong sama Gw jangan datar ihh! Ga like Gw " Rose membuang muka

" uhhh cayangg,, gausah ngambek dong! Kek bocah aja! " awalnya Lisa berbicara dengan imut tapi lama kelamaan nadanya berubah, ia menjadi garang.

" ishh! " Rose mencubit lengan Lisa, abis itu ia kabur. Tak tau kemana.

Lisa yang sudah pasrah dengan kelakuan Rose, hanya bisa geleng geleng saja.
Sebenarnya Lisa tidak mau mengejar Rose, tapi apadaya Rose terus memanggilnya untuk mengikuti kemana dia pergi.

Lisa ketinggalan jauh, Rose sudah pergi jauh darinya.

" hftt dia kenapa sih? " kesal Lisa

-----------------------------♥♥♥♥♥----------------------

" lepasin Gw! Le--" Teriak Rose tapi tiba tiba mulutnya dibekap oleh seseorang.

" Diem Lo! " ucap wanita itu menyentak Rose. Rose tidak bisa mengatur nafasnya, ia sudah merasakan sesak. Rose memberontak.

Bughhh

Wanita itu memukul bagian pundak Rose. Dan Rose pun pingsan di pelukan wanita itu. Wanita itu membawa Rose ke dalam mobil, dan ternyata wanita itu tidak sendiri, ia bersama dua wanita yang memakai pakaian serba hitam.

Mereka berhenti didepan Gedung yang lumayan besar, Wanita itu menyeret Rose kedalam Gedung itu.

Dan

Brakkk

Rose dibanting ke lantai, membuat wanita yang disebelahnya terbangun. wanita yang disebelahnya itu kaget, ia kaget melihat adiknya yang sudah tergeletak dilantai dengan Kondisi yang tidak bisa di deskripsi kan, ternyata wanita itu adalah Jennie.

Jennie menendang tangan Rose, ia tidak bisa berbicara karena mulutnya ditutuppi oleh lakban. Tak lama Rose terbangun, dan Rose pun ikut kaget melihat Jennie disekap seperti itu.

Untung saja Rose belum di ikat dan mulutnya belum ditutupi oleh lakban. Kalau tidak, ia tidak bisa menyelamatkan Jennie.

Jennie memberi isyarat kalo dibelakangnya ada seseorang. Rose pun memalingkan wajahnya kebelakang

BUGHH

Rose pun peka dengan kode Jennie, ia langsung memukul Wajah orang itu.

Orang itu terjatuh, Rose pun langsung membuka ikatan yang ada di seluruh tubuh Jennie. Tak lama Jennie pun terlepas.

Pushh

Anak panah itu hampir terkena pada kepala Rose, tapi untung Rose langsung menghindar. Rose yang selalu membawa senjata langsung mengeluarkannya. Dan yang ia bawa adalah sebuah pistol kecil berwarna Pink, pistol itu sangat menyakitkan karena pistol itu dibuat Oleh Kim Lalice Manoban.

" Jennie awass! " Rose menarik Jennie ke balik tembok.

Doorrr

Suara pistol itu dari sebelah kiri Rose, ternyata yang menembak adalah Jennie, ia merebut pistol itu dari tangan Rose.

" Lo disini aja! " ujar Jennie keluar dari tempat persembunyiannya.

Rose geram, karena Jennie tidak berpikir panjang. Harusnya ia meminta pertolongan terlebih dahulu, jangan gegabah seperti ini.

Sial! Handpone Gw dimana?-Batin Rose

Rose menggerutu, wajahnya memerah.

Dorrr

" Rose Awass!! " Jennie menembak wanita itu yang mau memukul Rose.

Wanita itu menjerit, tangannya tertembak.

" AKHHH " Wanita itu membuka masker, dia meringis kesakitan.

" Aisha? " kata Rose mendekat pada Aisha

Plakkk

" ngapain Lo lakuin ini hah?! "  Rose menampar Aisha.

Ternyata yang menculik mereka adalah Everglow.

Kenapa dia berbuat ulah lagi?!-Batin Rose

Jennie menarik Rose untuk keluar dari gedung ini, tapi sial! Seluruh pintu digedung ini terkunci.

" Lo tembak jendela itu aja, cepat! " kata Rose

Dorr

Jennie pun mengarahkannya kejendela itu, Dan berhasil! Jendela itu sudah menjadi serpihan serpihan kaca.

" ayo cepat! Keluar! " teriak Jennie

Sial! Baju Rose terkait pada serpihan jendela yang masih ada disana, Rose pun terus berusaha untuk melepaskannya. Dan tidak lama Rose bisa keluar dari jendela itu, tapi sayang pundaknya terluka, karena terkena serpihan kaca itu.

" Lari! " Kata Jennie

Pusshhh

Sial!-Batin Rose

















Huwaaa segini dulu ya gaess
Besok aku bakal lanjutin lagi!
Maaf ya kalo gajelas atau ada typo hehe

Jangan lupa vote and Coment ya gays!

FAKE NERD.(NO)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang