Selamat membaca:)
Mita risih dengan tatapan mereka, sedangkan Revo memilih cuek.
"Eh Mit kok terlambat?" tanya Lizara yang menjemput sahabatnya didepan pintu kelas
"Iya tadi bangun kesiangan"
"Tapi kok barengan sama Revo? atau jangan-jangan"
"Apasih njir cuman kebetulan doang"
"Iya iya"
Sebenarnya Mita ingin kasih tau tentang revo mau belajar puisi, tapi nanti bakal ribet kalo udah di sebar dengan sahabatnya.
-Skip kantin-
Mita, Viya, Lizara duduk dikantin pojokan mereka memesan makanan dan makanan pun sampai.
Baru makan sesuap si dua rese datang."Eh boleh gabung gak?" tanya Mikel
"Ya"
"Revo nanti ambil buku puisi nya di meja aku ya"
"Iya"
"Ehh paan nih? buku?" tanya 3 orang itu
"Kepo" balas Mita dan Revo kompak
"Dah sana mending kamu pesan nggak usah rese OKE"
"Iye maemunah judes amat" balas Mikel sambil pergi memesan makanan
-Skip rumah-
Eh kok Mita jadi lupa tujuan utama deketin Revo malah tambah baik lagi. Mita langsung tersadar dan langsung menelpon Revo.
"Halo, kamu udah pinjam buku aku jadi harus melakukan satu syarat dari aku"
"Halo, kamu mita?"
"Iya, kalo kamu nggak melakukan satu syarat balikkin buku aku"
"Syarat apa?"
"Kamu harus jelasin tentang kertas itu"
"Cuman itu?"
"Paan kalo cuman itu kenapa nggak jelasi dari awal" gerutu Mita dengan kesal
"Insya allah"
"Eh Revo pokoknya bes..."
Revo langsung mematikan telpon tersebut. Mita sangat kesal ingin sekali menonjok apa saja yang ada di dekatnya.
|Revo POV|
Apa udah saatnya aku ceritain ya tentang kertas itu dan siapa aku.Aku juga tau mita dekati aku karena kertas itu. Revo sudah tidak mau ini terpendam dan juga ia meletak rasa penasaran dengan simbol MA dipinggir kertas itu, bisa jadi M itu Mita entah dengan A karena aku nggak tau nama panjang Mita.
|Normal|
Keesokan paginya aku sudah sampai di sekolah menunggu revo yang kian datang.
"Eh revo mana buku aku"
"Kenapa?hanya karena kertas itu?"
"Paansih"
"Nggak usah ngelak kamu dekatin aku gara-gara kertas itu kan?"
"Mana ada aku pengen temenan aja"
"Nggak usah bohong mita"
Mita terdiam baru kali ini melihat cowok cuek marah dihadapannya.
"Sekarang kamu mau dijelasin tentang kertas itu"
"Iya karena, nanti aja aku jelasin sesudah kamu"
"Kertas itu dari seseorang yang aku temukan, ia menitipkan untuk orang yang berinisial MA"
"Emangnya ia kenapa?"
"Ia kecelakaan, saat itu aku ada di TKP"
"Apa?! kamu yang menyebabkan orna kecelakaan lalu meninggal?"
"Kok tau namanya?"
"Orna adalah sahabat kecil aku, jahat ternyata ya"
"Jadi kamu mau nuduh aku?"
"Siapa lagi? Orna? mana ada maling mau ngaku penjara bakal penuh sama orang kaya kamu, aku kira kamu baik ternyata jahat"
"Bukan aku yang menyebabkan dia meninggal"
"Basi sini kertasnya!"
Mita pergi dengan mata berair, ia sangat kecewa. Sahabatnya melihat Mita berlari ke arah wc dalam keadaan menangis. Mereka tak tega melihat orang baik hati untuk bersedih, nanti siapa yang menghibur kami? Kami pun menyusuli Mita, Mita menjelasi apa yang terjadi. Tak menyangka Revo sejahat itu.
Revo merasa ada kesalahpahaman antara mereka. Sedikit ada rasa berbeda, sedih sekali. Pembaca ada yang tau apakah ini jatuh cinta pandangan kedua? Revo sedih melihat Mita sedih, tak ada yang mengajaknya ke kantin, apalagi pulang sama-sama, haduhh pusing.
Teman sekelasnya mulai sadar selama beberapa hari ini Mita dan Revo tidak dekat lagi, apakah ada masalah? padahal mereka seperti berpacaran.
Maaf ceritanya agak gak nyambung gaes
Bantu vote dan follow makasih🖤

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Pandangan Kedua🖤 [SLOW UPDATE]
RomanceJatuh cinta? Mita tak pernah bercampur tangan dengan urusan itu, yang dia tahu hanya puisi puisi dan puisi. Sampai tiba saatnya mereka dipertemukan pandangan pertama dan bertatap lagi pada pandangan kedua dibawah gedung saat hujan. Tapi ada kesalah...