Srasss
Darah terciprat kemana mana. Membuat tubuh mungil itu kotor dengan noda merah.
Tapi ia tak peduli. Justru itu membuktikan betapa berhasilnya pisau itu membelah pembuluh darah.
Baekhyun menatap mayat ayahnya tanpa ekspresi. Ia tidak bergetar sama sekali saat memegang kapak penuh darah itu. Dilanjutkannya memotong tangan ayahnya.
Memutilasi tubuh ayahnya sampai terlihat seperti potongan daging babi.
Kabut hitam mengelilingi tubuhnya seketika.
"Kau pembunuh!!"
Ditatapnya nanar sang ibu yang meneriaki nya dengan penuh emosi. Tangan si mungil mencoba meraih sang ibu yang perlahan lahan menjauh.
"A-aku tak bermaksud. Ibu!!!"
Sosok itu pergi menyisakan darah yang berceceran dimana mana. Si mungil menangis menatap tangannya yang penuh dengan darah sang ayah.
Puluhan mulut mengerayangi si mungil.
"Pembunuh!!!"
"Keparat. Pembunuh kecil bajingan!!!"
"Lihat Baek, kau sangat hina!!!"
"Tinggal saja di neraka jahannam!!!"
"Keturunan luciver"
Dan masih banyak lagi.
Baekhyun terbangun dari mimpinya. Nafasnya tersenggal senggal mengingat kejadian itu. Ia sudah sering menerima mimpi seperti itu.
Baekhyun pergi mengambil kain yang ada di dekatnya. Ia mengelap keringat yang sudah membasahi sekujur tubuhnya. Baekhyun menatap ke depan mengingat ingat lagi mimpi yang dialaminya.
Bunyi dering ponsel miliknya membuat atensinya teralihkan. Ia melihat ke dalam ponsel itu. Nama yang tertera segera ia menerimanya.
"Baekhyun?"
"Ada apa Jong? Pagi pagi kau sudah meneleponku"
"Bisakah kau datang ke kantor polisi sekarang? Aku membutuhkan bantuanmu"
Baekhyun menghela nafasnya sebentar. Sejujurnya ia tak mau lagi membantu aparat kepolisian. Namun jika dia tidak membantu mungkin hidupnya akan berakhir di penjara
"Aku akan kesana sebentar lagi"
Pip
Baekhyun mematikan panggilan itu. Ia pergi ke balkon kamarnya membayangkan kejadian apa lagi yang harus ia hadapi
-
3 jam yang lalu
Petugas Lee sedang memeriksa keadaan penjara Seoul dini hari. Ia berkeliling berusaha mencari apakah ada kesalahan di dalam penjara ini.
Matanya sesekali melirik ke arah para narapidana yang tengah tertidur. Bosan sekali batinnya.
Ia memutuskan untuk pergi keluar penjara. Sesekali keluar dari bangunan neraka ini tak apa bukan? Lagipula ia juga ingin kebebasan.
Petugas Lee menghembuskan nafasnya. Terlihat kepulan asap yang berasal dari mulutnya. Ia mengedarkan pandangannya dan akhirnya ia mendapatkan pemandangan yang sangat ia tak suka.
Potongan tubuh itu terlipat di tong sampah didepan pintu masuk penjara Seoul. Petugas Lee menjerit sejadi jadinya. Ia gelagapan mencari ponselnya dan segera mencari nomor milik temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Police (Completed)
FanfictionBerprofesi polisi bukanlah hal mudah untuk. Terlebih dengan kasus yang sedang dihadapi membuat para polisi kebingungan. Jalan terakhir dipilih para penyelidik dengan meminta bantuan mantan terdakwa kasus Bucheon tahun 2011 lalu, Byun Baekhyun. Apa y...
