stay safe teman-teman beda belahan duniaku! wash your hands dan jangan keluar rumah 😡
👁👅👁 🎶 bottom bitch - doja cat
••••••
Hari ini hari Jumat, dan Minhee memutuskan untuk menginap di rumah Donghyun selama akhir pekan. Rencananya mereka mau cerita banyak berhubung akhir-akhir ini jarang ngobrol, dan juga mau maraton nonton film horror di n*tflix. Langganannya secara ilegal sih— alias nge hack.
Ya kali Donghyun mau bayar.
Mereka sudah membeli banyak makanan ringan di supermarket tadi siang sepulang sekolah, dan semua makanan itu disusun di sekeliling kasur lipat yang sengaja digelar di samping tempat tidur Donghyun untuk Minhee.
"Keumie kamu harus tau," kata Minhee memulai sesi ghibah dengan kalimat legendaris barusan. Donghyun yang sedang mengunyah keripik kentang hanya mengangguk untuk membalas Minhee.
"Masa kemarin, Yunseong bilang kalau dia suka sama aku,"
Donghyun kembali mengangguk. Nggak kaget juga, toh kemarin dia menciduk mereka ciuman di mobil. Hadeh.
"Kamu nggak bereaksi gimana gitu? Kayak, 'hah omg Mini kamu seriusan!?' gitu??"
Donghyun memutar bola matanya, "Nggak kaget,"
"Kok gitu?" kata Minhee sedangkan tangannya ikut mengambil keripik kentang dari bungkus hijau yang sedari tadi dimonopoli sahabatnya.
"Aku udah tau lah! Dikira aku bego apa ngeliat kalian juga tiap hari pulang bareng padahal selama ini aku pikir kamu sama Junho? Anjing,"
Minhee melotot mendengar Keumie berkata kasar. Pertama kalinya loh, ini. Diajarin siapa?
"D-Donghyun? Kamu nggak papa kan?" tanya Minhee menepuk-nepuk pundak si pemuda yang berperawakan lebih kecil— takutnya sahabatnya itu darah tinggi atau kenapalah.
Terdengar dengusan kasar dari Donghyun, "Nggak papa. Kesel aja," tangan mungilnya merebut keripik kentang rasa rumput laut itu dari tangan Minhee dengan kasar, tidak peduli dengan gerutuan dari si tamu.
"Kamu marah, Keum?"
"Nanya sekali lagi aku usir ya!"
Minhee akhirnya memutuskan untuk mengunci mulutnya dan memfokuskan diri pada acara TV, daripada dia harus ditendang keluar rumah. Di luar hujan dan ini sudah malam— ya kali Minhee harus hujan-hujanan nunggu jemputan. Dikira sinetron apa.
Si pemuda jangkung mengambil bungkusan keripik kentang lain dari kantung reusable supermarket, terlalu takut untuk meminta yang rasa rumput laut di tangan Keum. Ngeri cuy, kalo orang sabar udah ngamuk. Kayak mau kiamat gitu.
"Jadi kamu sama Yunseong sekarang, Min?" tanya Donghyun akhirnya, karena mau akting segimana marah juga, jiwa keponya terlalu meraung-raung.
"Nggak lah! Aku kayak trauma gitu sama dia," jawab Minhee sambil bernafas lega karena akhirnya orang di sampingnya mau bicara setelah lima menit diem-dieman.
"Gara-gara yang waktu itu? Ya Tuhan, kamu masih kepikiran?"
Minhee menghela nafas, "Ya iyalah! Gila ya— sampe hampir semua orang musuhin aku. Dia ngomong sama temen-temennya kalo aku pengaruh buruk,"
"Terus kamu nggak maafin dia gitu?" tanya Donghyun lagi, kali ini takut-takut sekiranya dia salah ngomong, "Maafin aja, Min. Lagian kalian cocok,"
"Nggak bisa," kata Minhee— sedikit menahan tawa karena suara kunyahan keripik dari Donghyun yang agak merusak suasana.
KAMU SEDANG MEMBACA
the place of broken things • hwangmini
Fanfiction"𝐘𝐨𝐮 𝐬𝐡𝐨𝐮𝐥𝐝'𝐯𝐞 𝐭𝐨𝐥𝐝 𝐦𝐞 𝐢𝐟 𝐲𝐨𝐮 𝐞𝐯𝐞𝐫 𝐜𝐚𝐫𝐞𝐝," [welcome to the place where maybe- no one's actually happy.] bahasa | semi-baku to non-baku | harsh words side - deulcha/junmini
