👁👅👁 🎶 all these years - camila cabello
••••••
"Cie, akhirnya lulus."
Sebuah senyum lebar berkembang di wajah Minhee yang memerah— angin musim semi membuat wajahnya bersemu karena temperatur rendah. Baik Kang Daniel maupun Jihyo merasa bangga pada putra semata wayang mereka yang akhirnya menamatkan jenjang SMA dan siap untuk memasuki universitas impiannya.
Minhee mendapatkan beasiswa di salah satu universitas yang ada di kotanya, lagi-lagi bersama dengan Keum Donghyun. Sepertinya mereka akan terjebak dengan satu sama lain untuk beberapa tahun ke depan. Padahal mereka sudah jelas akan masuk ke Uni yang sama, tapi tetap saja itu tidak menghentikan Donghyun untuk menangis saat melihat Minhee. Dasar.
"Minhee!"
Minhee menoleh, mendapati Junho di belakangnya membawa sebuket bunga hortensia warna biru. Junho menyerahkan buket itu pada Minhee, tidak lupa memberi selamat. Junho berusaha untuk tidak terlalu lama bersitatap dengan mantan gebetannya itu, meskipun begitu masih menjalin hubungan baik sebagai teman akrab.
"Selamat juga buat lu, Jun."
"Makasih banyak, Min. Buat tiga tahunnya juga," ujar Junho— nadanya terdengar lebih mellow dari biasanya, Minhee tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merinding.
"Jun, udah apa. Nangis lagi nih aku!" seru Donghyun yang sedari tadi enggan untuk meninggalkan Minhee. Ini orang kenapa ya.
Beberapa bulan yang lalu, Junho sudah mengetahui segalanya dari Yunseong. Tentang ia yang sudah lama mendekati Minhee dan beberapa kencan gagal mereka. Ia juga menceritakan bagaimana Minhee menolak dirinya dan mengakui bahwa mungkin itu adalah karma karena telah berniat untuk menikung sahabat sendiri.
Rasa egois Junho ingin sekali memusuhi sahabatnya setelah itu, tapi akhirnya berbaikan juga setelah seminggu diem-dieman. Junho harus bisa memaafkan Yunseong yang sudah berani berkata jujur.
Junho mengakhiri hubungannya dengan Minhee— tentu saja— lagipula sejak awal ia yakin bahwa mereka tidak akan berjalan lancar. Dan Minhee juga tidak mengerti kenapa ia tidak merasakan apapun waktu Junho memutuskannya saat itu.
"Lu nggak nyamperin Yunseong, Min? Dia nunggu lu loh daritadi," ujar Junho, Eunsang yang sebelumnya sedang berfoto dengan ayah dan bundanya menghampiri Junho dan mengajak foto bareng. Minhee dengar mereka berdua dekat sejak sebelum ujian dimulai. Baguslah.
"Iya gue mau ke dia sekarang. Keumie mau ikut?"
"Nggak deh. Aku mau ke mamaku aja," jawab Donghyun yang dibalas anggukan kecil oleh Minhee. Kemudian kedua kaki jenjang miliknya ia bawa ke bagian anak-anak berprestasi, tempat Yunseong sedang berfoto dengan beberapa murid lain.
"Seong!"
Suara Minhee yang bisa dibilang cukup nyaring merenggut perhatian beberapa orang di sana, termasuk Yunseong. Pemuda Hwang itu berjalan ke tempat Minhee sekarang berdiri, rasanya sudah berabad-abad sejak mereka bercakap dengan satu sama lain.
"Minhee? Kenapa?"
"Kata Junho lu nyariin gue tuh," kekeh Minhee— dengan sengaja menjahili pemuda di hadapannya.
"Ngarang aja tuh anak."
Tawa Minhee kembali terdengar, membuat Yunseong mau tidak mau mengangkat kedua sudut bibirnya. Bisa dibilang dirinya belum sepenuhnya move on dari Minhee, lagipula ia seolah tidak bisa menemukan sosok penggantinya.
"Lu mau kemana Seong, kuliahnya?"
"Gue bakal keluar negeri."
Jawaban Yunseong mampu memudarkan senyum di wajah Minhee, dan si Pemuda Kang tidak tahu apa alasannya merasa kecewa akan hal itu. Yunseong akan mengejar mimpinya kan? Sama saja seperti dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
the place of broken things • hwangmini
Fan-Fiction"𝐘𝐨𝐮 𝐬𝐡𝐨𝐮𝐥𝐝'𝐯𝐞 𝐭𝐨𝐥𝐝 𝐦𝐞 𝐢𝐟 𝐲𝐨𝐮 𝐞𝐯𝐞𝐫 𝐜𝐚𝐫𝐞𝐝," [welcome to the place where maybe- no one's actually happy.] bahasa | semi-baku to non-baku | harsh words side - deulcha/junmini
