Hari Pertama

8.7K 863 26
                                        

•••

Sekurang-kurangnya terjadi dua kali Panic Buying di Indonesia; saat Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus positif corona pada 2 Maret 2020 dan saat adanya imbauan Kerja dari Rumah (Work from Home) selama dua pekan pada tanggal 14 Maret 2020.

Sekurang-kurangnya terjadi dua kali Panic Buying di Indonesia; saat Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus positif corona pada 2 Maret 2020 dan saat adanya imbauan Kerja dari Rumah (Work from Home) selama dua pekan pada tanggal 14 Maret 2020

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Iya, sih, warga +62 tidak sepanik warga negara lain yang sampai borong isi swalayan, tapi ... di mana-mana masker dan hand sanitizer habis, Gaes. Kalaupun ada, harganya bisa 10 kali lipat.

(Riri)

•••

Aroma ketenangan seketika menguap kala Hakim memindahkan meja kerja berukuran 120x50 sentimeter dari kamar menuju space kosong antara ruang menonton dan ruang makan. Suara derit kaki meja yang sesekali bergesekan dengan lantai membuat Riri mengernyit dan harus kembali menajamkan fokusnya. Tidak hanya itu, Hakim juga harus memindahkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, hingga tubuhnya yang mondar-mandir membuat vertigo Riri rasanya kumat seketika.

Kenapa nggak tadi malam aja, sih?

Sebab tak tahan, Riri mengangkat wajah dan bersiap membuka mulut untuk protes, tetapi urung. Perdebatan di pagi hari hanya akan menguras tenaga dan membuat pekerjaannya selesai lebih lama. Mood yang buruk tidak baik untuk memulai hari di WFH pertamanya. Riri memilih untuk memindahkan laptop dan semua berkasnya dari atas meja makan ke atas tempat tidurnya di kamar belakang.

Riri mengganjur napas sebelum melanjutkan aktivitasnya yang sempat terjeda. Perubahan rencana pelatihan karyawan, yang materinya telah disusun secara matang oleh timnya semenjak dua bulan lalu, masih membutuhkan perhatian lebih darinya. Sebab, laporan ini akan dipergunakan untuk bahan penyusunan kebijakan pada rapat pukul sembilan nanti bersama kepala divisi, sekitar sembilan puluh lima menit dari sekarang. Pengumuman pemberlakukan untuk bekerja dari rumah membuat beberapa agenda pelatihan yang akan dilakukan secara tatap muka otomatis mengalami penyesuaian yang signifikan.

Riri kembali membenarkan ikatan rambut sambil memeriksa laporan yang sudah selesai disusun, lalu sesekali memperbaiki kalimat yang dirasa kurang pas ketika dibaca ulang.

Masih tersisa waktu tiga puluh menit sebelum rapat dimulai, ketika Riri melihat jam analog di sudut kanan layar. Wanita berkulit putih yang memiliki garis wajah khas ras Kausasoid dari kakeknya itu segera bangkit untuk membersihkan diri.

Tadi pagi Riri tidak sempat menyiapkan sarapan, selain roti gandum yang dipanggang menggunakan toaster dan dioles selai apel karamel dengan aroma kayu manis. Itu pun berhasil masuk ke dalam perutnya hanya dalam beberapa gigitan, karena telepon dari Bu Ambar, Kepala Bagian, yang tidak bisa diabaikan. Mungkin Riri akan mengisi perutnya dengan beberapa gigit lagi roti sisa di atas piringnya.

Work From Home [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang