Apa jadinya jika sepasang suami istri yang rumah tangganya sedang kurang harmonis dipaksa harus bekerja dari rumah?
Instruksi dari masing-masing atasan mengharuskan semua karyawan Work From Home untuk mengurangi dampak penyebaran virus yang terjadi...
DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sepakat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ditiadakan untuk melindungi siswa dari COVID-19.
"Kita mengikuti prinsip nomor 1, tidak ada yang lebih penting lagi daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarganya jadi karena itu UN itu dibatalkan untuk 2020," kata Nadiem saat konferensi pers hasil rapat via teleconference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).
(www.tirto.id)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alhamdulillah. Akhirnya ada kabar baik di tengah pandemi. (Riri)
•••
Walaupun sulit, Riri berusaha memfokuskan diri pada pekerjaan. Setiap pikirannya teralihkan, ia berusaha dua kali lebih keras untuk mengembalikan konsentrasinya. Setidaknya, hal itu cukup efektif sampai jam istirahat makan siang tiba.
Beruntungnya, ada rapat koordinasi PIC Laptah sebelum jam makan siang berakhir. Jadi, Riri memiliki alasan untuk bisa berlama-lama di dalam kamar. Pagi tadi ia sudah membuat sop iga dan Hakim tinggal menghangatkannya jika hendak makan.
"Itu draft terbaru, Bang Erwan. Lestari sudah memperbaikinya kemarin," jawab sebuah suara, ketika seseorang bertanya mengenai perubahan draft yang ditampilkan pada layar.
Tanpa melihat wajah di balik kotak kecil di atas dokumen yang sedang dibagikan itu pun, Riri sudah tahu siapa yang barusan berbicara lewat aplikasi Zoom Meeting itu.
"Oh, oke."
"Mas Rudy dari awal suka panggil Mbak Riri ini Lestari, padahal staf dan atasan di kantor hampir semua manggil Mbak Riri. Ada history tersendiri, ya, Mas?" tanya Mbak Rika, keluar dari jalur diskusi. Hal itu membuat wajah Riri mendadak terasa panas.
"Eh, enggak, kok. Hanya kebiasaan waktu di kampus dulu," jawab Rudy.
"Oh, kirain."
"Panggil Riri aja mulai sekarang, Pak Rudy." Riri berdehem ketika menyebut kata Pak. "Biar tidak ada yang salah paham."
Riri kira, ini waktu yang tepat untuk menghadapi sikap Rudy. Sebelumnya, Riri merasa tidak perlu meluruskan, kendati merasa kurang nyaman dengan panggilan Rudy kepadanya. Teman-teman sekantornya bahkan banyak yang tidak mengetahui jika nama lengkap Riri adalah Rianti Lestari Utami, karena orang-orang lebih sering memanggilnya Riri atau Rianti. Riri juga memang sering menyingkat namanya menjadi Rianti L. Utami. Wajar jika mereka asing dengan panggilan khusus yang diberikan Rudy.
"Oh, baik. Maaf." Rudy terlihat tidak enak sendiri.
Bang Erwan yang lebih senior dari mereka, segera berinisiatif melanjutkan diskusi, sebelum kecanggungan bertambah.