Apa jadinya jika sepasang suami istri yang rumah tangganya sedang kurang harmonis dipaksa harus bekerja dari rumah?
Instruksi dari masing-masing atasan mengharuskan semua karyawan Work From Home untuk mengurangi dampak penyebaran virus yang terjadi...
Tes cepat untuk memeriksa Covid-19 mulai digunakan Jumat (20/3/2020) sore. Penggunaan tes itu akan diprioritaskan di wilayah yang paling banyak ditemukan kasus infeksi virus korona baru. (www.kompas.id)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Meski memiliki nilai akurasi 18%, setidaknya Rapid Test bisa menekan rasa cemas dan khawatir warga yang memiliki keraguan terhadap paparan virus pada tubuhnya. (Riri) •••
Riri mengembuskan napas keras dengan sedikit frustasi, setelah mencoba mengutak-atik touchpad laptop yang membuat kursor tidak mau bergerak. Ia mengambil dua mouseberbeda dari dalam kamar tapi hasilnya masih tidak membantu, walau sudah melepas-pasangnya beberapa kali.
Setelah usahanya belum membuahkan hasil, Riri akhirnya menyerah. Mengoperasikannya tanpa kursor bukan hal yang mustahil, tapi butuh usaha yang ekstra, dan ia sedang tidak ingin mengambil resiko lain. Laporan kegiatan yang sudah disusun semalam tapi belum sempat dicadangkan ke perangkat lain itu harus dilaporkan sebelum jam makan siang nanti.
Kepala Riri menoleh dengan lesu ke arah Hakim yang masih berkutat dengan tabel dan angka-angka di layar laptopnya. Semenjak mendapat telepon dari rekan kerjanya kemarin malam, Hakim terlihat lebih sibuk dari hari-hari sebelumnya. Bahkan, semalam Riri melihat suaminya tidak beranjak dari meja kerja sampai larut, hal yang dulu hanya Riri lihat di penghujung bulan dan penghujung tahun.
Pekerjaan Hakim memang berhubungan dengan data. Salah satunya seperti sekarang ini, menganalisis data yang dikirimkan daerah untuk menghasilkan rekomendasi, sebelum pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan dan anggaran dana untuk daerah tersebut. Ya, Hakim seorang ASN di Kementerian Keuangan. Di masa penyesuaian seperti sekarang ini, porsi pekerjaannya tentu menjadi lebih banyak.
Riri kembali mengganjur napas panjang. Ia ingin meminta bantuan, tetapi sungkan untuk menyela.
Sebuah panggilan tiba-tiba masuk.
"Lestari," sapa dari seberang, dengan suara serak khasnya. "Ada update terbaru di email. Sudah dicek?"
"Gue belum bisa cek email di laptop, Dy." Suara Riri terdengar ketus.
"Ada masalah?"
"Nggak tahu kenapa, tadi masih baik-baik aja." Riri menjeda kalimatnya sambil berpikir, apakah akan menceritakannya atau tidak. Namun, akhirnya melanjutkan, "Kursornya nggak mau gerak. Udah ganti mouse padahal, masih nggak bisa." Tangannya kembali menggerakkan mouse dan tidak melihat pergerakan di layar sana. "Nanti gue coba lagi. Nggak buru-buru harus dibuka, kan?"