Hari Ketujuh

5.6K 694 18
                                        

•••

Sejumlah public figures seperti Mariah Carey dan David Beckham mulai mendonasikan sebagian harta dan mengkampanyekan tindakan melawan virus Corona. Sejumlah tagar #IStayHomeFor pun mulai merebak di Instagram.

Sekecil apapun perhatian yang kita berikan pada mereka yang tengah terdampak, bisa menjadi semangat besar bagi mereka untuk bangkit dan melawan Corona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekecil apapun perhatian yang kita berikan pada mereka yang tengah terdampak, bisa menjadi semangat besar bagi mereka untuk bangkit dan melawan Corona.
(Hakim)

•••


"Mama mau kasih adik buat Shiroi."

"Apa? Maksudnya, Mama mau hamil lagi?" Riri meletakkan balloon whisk demi mendengar pengakuan Mama. Tadi ia berencana membuat brownies, tapi sepertinya kabar itu membuat antusiasmenya berkurang. Bukan apa-apa, umur Mama sudah melebihi angka lima puluh. Angka yang cukup rentan untuk hamil lagi.

"Bukan! Mama mau ambil anak kucing buat nemenin Shiroi di rumah."

Ooh, kirain! Mama, kan, suka menganggap Shiroi sebagai anaknya juga.

"Mama, sih, udah tua buat hamil lagi. Cocoknya nimang cucu, bukan anak."

Riri hampir saja memutar bola mata, tapi segera menyahut, "Doain saja semoga cucu Mama cepat launching."

Mama mengaminkan dengan khidmat. "Eh, Sari nikahnya bulan depan, Ri?"

"Sari?"

"Iya, ipar kamu. Adiknya Hakim. Jangan bilang kalau kamu nggak tahu," ucap Mama penuh selidik.

"Mama tahu dari mana? Aku aja belum cerita." Ada sakit yang menelusuk, tapi Riri tahan. Bagaimana Mama bisa tahu sementara ia yang tinggal serumah dengan Hakim saja tidak tahu?

Hakim jahat!

"Kemarin Mama lihat Instastory-nya Sari, foto pakai cincin. Terus Mama DM, apa sudah tunangan. Sari jawab, iya. Mama tanya lagi kapan mau nikahnya, terus dia jawab mungkin bulan depan, tapi nunggu keputusan dari Abang. Jadi kamu udah tanya Hakim kapan tanggalnya, Ri?"

Leher Riri seperti dicekik. Seolah ada dua tangan besar yang melingkar kuat di sana. Dengan perlahan, Riri melepaskan celemek yang masih menempel di tubuh, demi menghirup udara dalam-dalam.

Peran media sosial memang besar, terlebih dalam menyebarluaskan berita. Bahkan Mama yang menjelang usia pensiun saja masih aktif bermedia sosial, termasuk Instagram. Ada sisi positif dan--tentu saja--sisi negatifnya. Hanya saja, Riri akan sangat merasa diakui dan berterima kasih jika Hakim, Sari, atau bahkan Ibu yang memberitahunya; bukan Mama.

"Ri? Ditanya, kok, malah diam?"

Riri berdehem untuk mengembalikan fokus dan menetralkan perasaannya. Ia harus berpikir cepat dan menemukan jawaban yang tepat. Mama mungkin akan lebih sedih seandainya tahu. "I-itu, belum diputuskan lagi," jawab Riri akhirnya, memilih jawaban aman.

Work From Home [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang