Hari Keempat

6.4K 765 25
                                        

•••

Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu atau rawatib, tarawih, dan ied di masjid atau tempat umum lainnya.

(Fatwa MUI mengenai virus Corona, poin ke-3)

Kalau ketemu Singa di jalan saja takut, kenapa ketemu sama Corona takut dan malah disebut manusia lemah iman? Padahal Singa dan Corona sama-sama makhluk ciptaan Allah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau ketemu Singa di jalan saja takut, kenapa ketemu sama Corona takut dan malah disebut manusia lemah iman? Padahal Singa dan Corona sama-sama makhluk ciptaan Allah.
(Hakim)

•••


Riri hanya mengernyit ketika Hakim masih bergeming di tempat duduknya dengan kepala yang tertunduk dalam, padahal azan duhur sudah selesai dikumandangkan lewat pengeras suara masjid. Namun, saat iqomah berkumandang dan Hakim masih belum terlihat akan beranjak, Riri tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Kamu nggak salat di masjid?"

Walau tidak saleh-saleh banget, setahu Riri, Hakim akan mengusahakan salat berjemaah di masjid dalam keadaan sesibuk apapun, kecuali sedang sakit berat atau alasan syar'i lainnya. Dan hari ini, Riri tidak melihat adanya uzur syar'i apa-apa dalam diri Hakim.

"Aku ... mulai hari ini salat di rumah dulu." Hakim mengangkat wajahnya sambil mematikan layar ponsel sebelum bangkit.

"Kenapa?"

Laki-laki yang memiliki tubuh tegap dengan dada bidang itu menghentikan langkah, tapi tidak segera menyahut. "Ikhtiar dan bentuk taat," jawabnya tanpa membalas tatapan.

Riri mengganjur napas panjang.

"Kamu takut?"

Pertanyaan Riri membuat Hakim turut mengganjur napas. Laki-laki itu kini berjalan ke arahnya.

"Merasa takut itu wajar, namanya manusiawi. Tapi, bukan itu alasanku."

"Lalu? Karena Fatma Ulama yang baru keluar? Tapi di lingkungan kita nggak ada kasus positif." Riri memalingkan wajah.

"Kita belum tahu situasinya, karena tidak semua orang bisa dan mau melakukan swab test. Ini hanya bentuk ikhtiar supaya nggak tertular ataupun menularkan. Kita nggak tahu siapa yang sudah terpapar, karena imun tubuh orang berbeda-beda. Bisa jadi virusnya sudah ada di tubuh kita, tapi nggak menunjukkan gejala dan merasa tetap sehat saja."

"Aku aja masih sesekali keluar buat beli sayur, loh. Masa kamu nggak yakin kalau masjid nggak akan membahayakan? Masjid itu tempat suci." Riri masih tidak habis pikir. Hakim pasti tahu keutamaan salat di masjid pahalanya dua puluh tujuh derajat lebih besar dibanding salat sendirian di rumah.

Work From Home [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang