Hari Kesebelas

5.7K 700 24
                                        

Pemerintah pusat menambah bantuan langsung tunai bagi sekitar 15,2 juta keluarga miskin sebesar Rp 50 ribu per bulan. Tambahan bantuan itu untuk meringankan beban keluarga tak punya yang terkena dampak wabah corona. Karena pandemi Covid-19 terus meluas, sejumlah pemerintah daerah pun mengusulkan penutupan sebagian wilayahnya.
(www.koran.tempo.co)

Kondisi perekonomian masyarakat banyak yang terdampak, terutama yang bergerak di bidang wirausaha dan para pegawai perusahaan yang terancam menutup gerai selama pandemik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kondisi perekonomian masyarakat banyak yang terdampak, terutama yang bergerak di bidang wirausaha dan para pegawai perusahaan yang terancam menutup gerai selama pandemik. Bantuan 200 ribu per bulan setidaknya bisa meringankan beban, minimal kebutuhan pokok harian.
(Hakim)
•••


Kepala Riri berdenyut ketika membuka mata, pandangannya berserabut.
Tangannya lalu naik ke atas pelipis dan menekannya beberapa kali dengan gerakan memutar. Setelah merasa lebih baik, ia menyandarkan kepalanya pada headboard.

Semalam Riri bangun dan mendapati tubuhnya sudah berada di atas tempat tidur, padahal terakhir yang diingatnya adalah tengah duduk di kursi meja makan berhadapan dengan Hakim.

Riri pingsan. Begitulah penuturan Hakim saat laki-laki itu masuk ke dalam kamar dan membawa semangkuk bubur ayam yang masih hangat.

Kombinasi antara lambung kosong dan pertanyaan serius Hakim rupanya bisa menghilangkan kesadaran Riri.

Riri segera menegakkan duduk begitu ingat jika hari ini ada rapat internal jam delapan pagi. Laporan kemarin masih belum diselesaikannya. Semalam ia memilih untuk kembali tidur setelah memakan beberapa suap bubur, karena kepalanya terasa berat sekali.

Riri berdehem, tapi ada sesuatu yang mengganggu di tenggorokannya. Ia mencobanya lagi dan perasaan itu masih belum juga hilang. Tenggorokan Riri terasa sakit dengan panas yang terasa membakar.

Sambil menarik napas panjang-panjang dan mengeluarkannya lewat hidung, Riri berusaha untuk tidak panik. Gejala sakit tenggorokan memang sering dikaitkan dengan Covid-19.

Meski tidak merasakan demam, diukurnya suhu tubuh menggunakan termometer yang diambil dari dalam laci kedua dari nakas. Tiga puluh tujuh koma tiga derajat. Riri masih harus berhati-hati.

Riri segera bangkit dan bergegas menuju dapur untuk membuat air perasan lemon yang dicampur air hangat.

"Lambung kamu nggak apa-apa minum itu?" tanya Hakim ketika Riri membawa gelasnya ke meja makan untuk menambahkan dua sendok madu.

Wanita berambut cokelat pirang yang panjangnya melewati garis bahu itu menggeleng, hingga beberapa rambutnya yang belum dirapikan ikut bergoyang. Namun, seketika tubuh Riri menegang begitu teringat dengan pertanyaan Hakim kemarin. Diam-diam Riri merapal doa dalam hati, semoga Hakim tidak menagih jawabannya sekarang. Sebab saat ini, ia hanya ingin mengenyahkan sakit pada tenggorokannya terlebih dahulu.

Riri kembali ke kamar. Sebab tidak ingin terlarut dalam pikiran negatif tentang kondisi tubuhnya yang terasa masih lemas, ia segera meraih laptop dari atas meja kamar dan mulai menyalakannya. Ia harus bisa mengalihkan pikiran negatif dan terus memberi sugesti bahwa tubuhnya baik-baik saja. Namun, rasa gatal di tenggorokannya tidak berkurang, malah sebaliknya. Riri mulai terbatuk.

Work From Home [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang