VerKwan (9)

22.8K 2.7K 290
                                        

Rumah besar itu mendadak sepi karena kehadiran dua orang yang tak pernah mereka duga.

Ya, tuan dan nyonya Boo disini. Membuat seluruh penjuru ruangan terasa mencekam karena aura keduanya.

Bahkan Seungkwan sendiri cuma bisa bersembunyi di balik tubuh tegap Vernon, tak berani mendongak menatap orang tuanya.

"Kwanie tidak rindu mama?"

"U-uh..."

"It's okay, baby. Mama sama papa tidak akan pergi lama lagi mulai sekarang."

"Jinjja?"

Benar. Anggukan Vernon terbukti meyakinkan tuan mudanya dan Seungkwan tanpa ragu langsung melemparkan diri ke pelukan sang mama.

Sosok yang paling ia rindukan.

Bagus, keluarga Boo sudah utuh kembali. Bisnis mereka sudah stabil seperti sedia kala.

Itu berarti...

Tugas Vernon selesai.

"Mister Chwe."

"Ya, tuan?"

"Terimakasih atas jasamu selama ini."

Bungkukkan hormat dibalas senyum kecil tuan besar. Seungkwan berbalik, menghampiri ayahnya dengan mata berbinar.

"Papa, Bononie-"

"Seungkwan, papa sedang bicara."

"...mian"

"Mister Chwe, kau sudah boleh pergi besok."

"Mwo?"

"Baik, tuan."

Bingung? Tentu.
Hanya Seungkwan yang tidak menyangka hal ini akan terjadi.

"Mister Chwe berhenti jadi PAmu lagi. Kau sudah besar, Kwan."

"Andwae.."

"Tuan muda-"

"Lalu nanti siapa yang akan menghibur Kwanie?"

"..."

"Lalu siapa yang nanti ingat ulang tahun Kwanie?"

"..."

"Bononie sudah janji-"

Vernon mengalihkan pandangan, menolak luluh dari tatapan memelas Seungkwan.

"Jebal kajima.."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
✓Hey Daddy [Seventeen MxB Drabble]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang