Wajah tampan, dengan segudang daya pikat, membuat siapa saja ingin mendekat..
Dengan segala tingkah dan aksi mereka, dengan segala rupa dan daya pikat mereka.
Dilengkapi dengan kisah, permusuhan dua orang yang tak berujung. Si lelaki Arogan dengan...
-hai disini author ingin menginformasikan untuk slalu vote dan komennya untuk kelanjutan RUDAL, butuh saran dan kritik, butuh dukungan dan aspirasi dari kalian semua.. s'lamat membaca-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
----
Setelah konser dadakan itu, mereka menghitung uang yang ada di kardus itu. Lebih tepatnya yang menghitung adalah Ulzani, "Dapet berapa?"
"1.320.000,gila si Itu mereka uang jajan nya berapaan ya?" Herannya binggung, memang tadi yang menonton banyak. Tapi perkiraan nya uang yang terkumpul tak sebanyak ini
"Paling cewek cewek, uang mereka banyak kan rata rata buat beli skincare dan Sejenisnya"ujar Laskar sambil mengemut permen kaki miliknya yang tadi pagi dia beli
"Iya, juga sih"Ulzani dan yang lain mengangguk angguk tanda mengerti
"Yodah ni Dip! Uangnya masukin Kas RUDAL buat nambah nambah uang acara liburan kita" Ulzani menyerahkan uang tersebut pada Dipta, ya memang Dipta sebagai bendahara, sementara Ulzani sekertaris dan Abadi serta Laskar penasehat atau biasanya bagian menyusun strategi dan Raga sebagai ketuanya
"Oke, gue Terima ya"Dipta menerima uang tersebut lalu memasukannya kedalam tas Mereka mengangguk
Setelah itu, ke lima lelaki itu melanjutkan aktivitas masing.
____
Disisi lain, Reya sudah memasuki kelasnya. Membuka Novel terbarunya dan mulai membaca, Reya bukan tipe orang yang disebut kutu buku. Tapi dia memang suka membaca di beberapa waktu luang, terlebih lagi membaca novel. Prestasinya pun tidak terlalu mencolok, lumayan pintar istilah nya.
Dia jago dibeberapa bidang non-akademik, panah, Gitar, basket, Contohnya. Mungkin menurutnya tidak terlalu jago, karna dia masih mau terus mengasah kemampuannya
"Reyaaa!" Carmel datang dengan tergesa-gesa, setelah mendengar isu isu berita pagi hari dari kaum kaum tukang ghibah. Berita tentang Reya yang diantar oleh salah satu most wanted selain RUDAL membuat Carmel kepo sampai ke ubun ubun
"Apa si Car? Pagi pagi udah teriak teriak" Ujarnya menoleh kearah Carmel yang ada disebelah nya
"Hufff, tadi lo bareng siapa?" Tanya Carmel lalu duduk di samping Reya, karna tempat duduknya memang disitu.
Reya berfikir sejenak, mengingat ingat nama orang yang mengantarnya tadi. "Ayo Reya! Siapaa??"desak Carmel
"Umm, kalo ga salah si namanya Galen"jawab Reya sambil mengetuk ngetuk dagunya. Jawaban itu sontak membuat Carmel berseru