Wajah tampan, dengan segudang daya pikat, membuat siapa saja ingin mendekat..
Dengan segala tingkah dan aksi mereka, dengan segala rupa dan daya pikat mereka.
Dilengkapi dengan kisah, permusuhan dua orang yang tak berujung. Si lelaki Arogan dengan...
-hai disini author ingin menginformasikan untuk slalu votte dan comment untuk kelanjutan RUDAL, butuh saran dan kritik, butuh dukungan dan aspirasi dari kalian semua.. s'lamatmembaca-
Muka kesel Reya, kalo ketemu Raga!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••••
Deg
Carmel merasa degub jantung nya entah mengapa terasa cepat, setelah melihat orang yang dibelakang nya ini. Dengan lirih dia berucap
"Dipta? "Lirihnya pelan, berharap sangat pemilik nama tak mendengar
" Lain kali hati hati, untung kuahnya ga jatuh kena tangan lo"ujarnya yang masih memegang tangan Carmel,
Beberapa detik kemudian terlepas, Dipta lalu berlalu meninggal Carmel yang masih termangu disana. Menetralkan degub jantungnya yang cepat dan tak terkontrol
"Sumpah tadi itu Dipta?" Nafasnya tercekat, memikirkan kejadian yang baru saja dia alami. Oh tidak, rasanya dia ingin berteriak girang sekarang
Carmel menghirup nafas dan membuangnya perlahan, menenangkan jantungnya yang kian memberontak
"Huh, tenang Carmel tenang. ga boleh alay" Ujarnya pada diri sendiri, aaa dia rasanya ingin berteriak lalu mengubur dirinya dalam dalam. Diperhatikan seperti tadi membuatnya tak terkontrol
Setelah sedikit tenang dengan degub jantungnya, Carmel pun segera memesan pesanan nya ___ ___
Reya menoleh ke arah sekumpulan manusia yang tengah ribut memesan, Kemana saja Carmel? Beberapa saat, Carmel datang membawa nampan berisi dua soto, satu jus jeruk, dan satu jus alpukat.
"Lama amat lo? "Tanya Reya, lalu mengambil soto pesanannya dari nampan
" Ada kendala sedikit"balas Carmel sambil sedikit tersebut, ga boleh diingat pokonya kejadian tadi. Ucapnya pada diri sendiri
Sementara Reya ber'o ria, lalu menciduk sambal yang ada tepat di depannya, kedalam mangkuk soto miliknya Reya termasuk kalangan penyuka pedas, karna baginya pedas itu bisa meluapkan emosi, menghilangkan rasa penat dan menambah energi
"Jangan banyak banyak Reya, nanti sakit perut" Peringat Carmel pada sahabatnya yang keras kepala ini
"6 sedok doang ko, kurang dua ini" Balasnya lalu ingin menciduk lagi, tapi ditahan oleh Carmel
"Empat aja" Ujarnya dan akhirnya Reya pun menuruti perintah sahabat itu. Ditengah makan mereka Carmel pun membuka suara