Wajah tampan, dengan segudang daya pikat, membuat siapa saja ingin mendekat..
Dengan segala tingkah dan aksi mereka, dengan segala rupa dan daya pikat mereka.
Dilengkapi dengan kisah, permusuhan dua orang yang tak berujung. Si lelaki Arogan dengan...
-hai disini author ingin menginformasikan untuk slalu votte dan comment untuk kelanjutan RUDAL, butuh saran dan kritik, butuh dukungan dan aspirasi dari kalian semua.. s'lamatmembaca-
___
Misi! Manusia songong sejagat numpang lewat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lelaki yang dipanggil Raga itu menoleh kebelakang, melihat pelaku yang melempar botol ke arahnya. Semua orang disana melihat ke arah Raga, Lelaki tampan itu sedikit membungkuk mengambil botol yang berhasil mengenai Kepala nya tadi "Siapa yang ngelempar ini?"tanyanya sambil. Menatap orang orang disana
Gadis itu berdiri sambil tersenyum, Reya. Ya dialah yang melemparkan botol itu ke arah Raga " Gue"jawabnya sambil melipat tangannya di dada
"Maksud lo apa?" Ujarnya sambil membuang kasar botol itu ke arah lain, membuat Reya berdecih
"Seharusnya gue yang tanya, maksud lo apa? Dengan ngabisin minum milik gue. Ga punya duit lo buat beli?"ujarnya sinis
" Punya, nih? Beliin gue air trus bawa kesini"Raga mengacungkan selembar uang 50 ribuan di hadapan Reya. Membuat gadis itu mengeram marah
"Lo fikir gue babu lo apa?"
Raga tersenyum sejenak, "oke, kalo lo gamau. Gue punya tantangan buat lo.Kita tanding Basket, siapa yang bisa nyetak poin terbanyak dalam waktu 30 menit. Dialah pemenang nya“ujarnya menatap wajah Reya yang kini berada di depan nya
"Kalo lo yang menang, gue akan jadi babu lo selama sebulan. Kalo lo yang kalah, lo akan jadi babu gue selama sebulan. Gimana, deal?" Lanjut Raga dengan gaya angkuh nya, membuat Reya mendesis tak suka
"Deal" Ujarnya sambil berjabat tangan dengan Raga, selanjut nya Reya diberi kesempatan untuk mengganti seragamnya dengan kaos basket putri cadangan, yang berada diruang ganti perempuan.
Dan kini dia berada tepat di hadapan Raga, si mahkluk angkuh nan menyebalkan. Pertandingan akan segera dimulai
Pertanda waktu dipegang oleh Dipta, sementara Abadi menghitung poin, disaksikan siswa-siswi yang lain
Bila dilempar keatas, Reya meloncat dengan cepat lalu mendribel nya. Tak banyak omong dia segera membawa bola itu ke arah ring Raga berusaha menghadangnya, dan Shut
Bola masuk tepat di dalam Ring, Membuat Reya mendapatkan poin 3 sekaligus
Pertandingan kian memanas, ditambah terik matahari membuat keduanya basah oleh keringat masing masing. Para penonton berseru, sama seperti halnya Carmel yang terus bersorak mendukung sahabat nya
"Ayo Reya, lo bisa!!" Teriaknya keras sambil sesekali mengelap peluh di dahinya
Lima menit lagi waktu akan selesai, sementara skor yang mereka dapat hasilnya Seri. Ternyata lo hebat juga. Batin Raga