16 'Penjelasan Mereka

65 3 0
                                    

-hai disini author ingin menginformasikan untuk slalu vote dan komen nya untuk kelanjutan RUDAL, butuh saran dan kritik, butuh dukungan dan aspirasi dari kalian semua.. s'lamat membaca-

•••

Setelah pernah tempuran itu, mereka dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk dimintai keterangan mengenai kejadian yang menimpa sekolah itu
Satu antreo sekolah pun gempar
Disini lah mereka itu, anggota RUDAL beserta Reya dan Carmel
"Jadi bisa kalian jelaskan, apa maksud dari peristiwa tadi?" Ujar lelaki itu dengan tegas, di sisinya terdapat guru, Bu Luluk selaku guru BK. Bu Luluk ini sangat tidak disegani oleh para siswa, dengan tingkahnya yang terlalu banyak gaya, terlebih lagi nyinyiran nya yang meluber kemana mana
Membuat para murid tidak nyaman dengan guru itu
Sementara lelaki ya bertanya iyalah kepala sekolah SMA Garuda, Pak Ben

"Kami hanya berusaha melindungi sekolah" Kata Raga, dengan tangan yang dimasukan didalam saku
Dengan cepat Bu Luluk memprotes pernyataan Raga,  "Apa? Melindungi? Yang benar saja!"

"Kalian itu seharusnya tidak usah ikut ikutan, ini itu tugas dari kami sebagai pelindung sekolah! Lagi pula bisa kan menghubungi polisi!" Lanjut Bu Luluk geram, sementara Raga berdecih malas

"Haha Polisi? Jarak sekolah ini dengan kantor polisi berapa KM Bu? 10 kilo asal ibu tau! Waktu tempuhnya bisa mencapai 25 menit! Tercepatnya 15 menit. Belum lagi membantu siswa siswi disini untuk berlindung! Tidak ada waktu, sekolah ini akan terlanjur rusak! Jika begitu"Raga mengambil nafas dalam, menetralisir amanahnya
Ia tak ingin meluapkan nya dia harus  bersabar menerima kondisi ini

Dia melanjutkan kalimat nya,
"Lalu kami? Bisa tenang dan damai damai saja melihat tempat ini hancur? Walaupun kami banyak membuat masalah setidaknya kami memikirkan! Disini bukan kami saja yang bersekolah! Tapi juga teman teman yang lain! Kami peduli dengan nasib teman teman kami!"Ujar Raga panjang lebar,

mereka yang disitu pun tercengang mendengar penuturan Raga yang begitu lancar dalam mengucapkan setiap kalimat

"Itu hanya alasan mu saja kan? Supaya bisa kalian bisa dianggap sebagai pahlawan" Bu Luluk masih mempertahankan pemikiran nya

Raga memejamkan matanya, dia sangat geram dengan ini. Dasar tidak tau trima kasih
"Pahlawan? Jangan terlalu banyak menonton film bu! Tidak semua manusia yang membantu sesamanya itu berharap dipanggil pahlawan! Atau dianggap pahlawan! " Kali ini bukan Raga yang menjawab tapi Dirga.
Cowok berwajah tampan dan dingin itu berujar dengan tenang dengan pandangan datar

"Hahaha, dari pada gelud gelud an gitu mending makan bakwan aja kali buk, noki noki di kantin hahaha"Ulazani menyisir rambutnya yang acak acakan ke belakang, dia terkekeh sambil menyender di tembok

"Ular tidak akan menggigit jika tidak diusik"Kata Raga membuat Pak Ben sebagai kepala sekolah menghelah nafas pelan.

Disatu sisi dia berterima kasih karna Anak anak itu telah menyelamatkan sekolah walaupun dengan cara yang salah

Tapi disisi lain dia menyalahkan cara yang mereka pakai
Dia binggung, dan gusar menghadapi semua ini

"Sudahlah bu, mereka biar saya yang menanggani"kata Pak Ben sambil memiijit pelipisnya

Sementara tatapannya lelaki paruh baya itu beralih pada dua gadis yang tengah duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang tengah dibicarakan orang orang itu

RUDAL In My Ketos GirlfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang