4.Dia sudah pergi

121 14 0
                                        

Rindu!
Rindu lagi rindu lagi, kenapa kata itu yg selalu mengiang dibenakku? Seakan akan kata itu mempunyai makna yg tersirat.
TUHAAAAAN.. Maapkan aku, tapi aku rindu pada salah satu hambamu.

***

Sudah 4Hari lamanya fanny tinggal dirumah leya, leya kadang sebal pada keluarganya. Kenapa anak perawan hilang bukannya dicari malah di biarin pergi keluar kota.
  Dan dulu leya pernah sempat bertanya, "tantee kok tante kayak cuek sama fanny?" yah anak itu yang mampu membuat leya sebal dengan segala tingkah nya. Dan parahnya orang tua nya menjawab. "Gk papa kok kak, tantee lebih tenang fanny sama kamu, dari pada diem dirumah sendirian. Lagi pula om dan tante jarang ada dirumah karena sibuk bekerja."

"Fann lo gak papa tinggal disini sampe 4 hari?" tanya leya hati hati karena membawa orange jus dari dapur. 

Fanny yang asalnya berkutat di sofa ruang tamu akhirnya menoleh, "gk papa sih, bunda gue juga gk ada dirumah. Tapi, besok gue disuruh pulang soalnya lo tahukan? Covid-19 sekarang udah makin parah. Jadi bunda gue suruh pulang, lagi pula nanti malem mereka udah sampe rumah" ucap nya pokus kembali pada buku.

"Ouh ok" finally leya.

sore.

"Eh ya.. Cowok bening yang gue tunjuk waktu itu deketin lo gak? " tanya fanny sambil berjalan beriringan dengan leya ke mesjid tempat mereka mengaji.

"Mana gue tahu, gue gak mau mikirin" ucap leya santai.

"Yaaaahhhh.. Gimana si lo, gue kan pengen liat lo punya gandengan kayak gue, bukannya ngarepin orang yg udah mat_ ups" tak sadar pembicaraan fanny sudah terlalu dalam.

Author pov

L yang baru saja mendengar itu tiba tiba berhenti dan menunduk.

'Mati gue' gumam fanny.

"Ley.. Please gue gak segaja, ouh itu mesjid nya udah  keliatan yuk cepetan" ucap fanny mengenggam tangan kiri L.

"Gue tahu.. Gue tahu kok fan" liruh L menunduk .

"Ley.. " ucap pelan fanny, karena dia sudah tahu ucapannya sudah kelewatan.  "Gue minta maap.. " sesalnya.

Sesaat kemudian hening, dan disitu fanny sudah menduga suara Isakan sudah terdengar dari sahabatnya. Lalu ia membawa leya ke tepi warung dekat mesjid nya.

"Maap.. Gue gak bermaksud buat lo_"

"Gak perlu minta maap" ucap L mempertemukan pupil kedua sejoli tersebut. "Gue bodoh.. gue masih aja ngarepin sesuatu yang gak akan pernah jadi milik gue hiks.." isaknya.  menunduk kembali.

"Shuuuuttttttt, udah ya.. Dia akan selalu jadi milik lo ley, bahkan allah ada diantara kalian berdua" fanny sudah mati matian menormalkan detak jantung nya, ia sungguh tak sanggup bila harus melihat sahabat tersayang nya menangis, apalagi karena dirinya.

"dia sudah pergi".. Lirih L

"Dia gak pergi, Dia diambil tuhan agar  hanya lo yang bisa mengenalnya dan supaya gak ada mata lain yang memandang kesempurnaan nya" ucap fanny segera memeluk sahabatnya.

'Akan kubuat kamu melupakannya meski dengan perlahan', Fanny.

'Jujur. aku tak sanggup bila mendengar tentang kematian, karena hal itu mengingatkan ku dengan peristiwa yang menyebabkan orang yang aku sayangi meninggalkan ku' L.

***

Ya allah..  aku menyelipkan nama salah satu hambamu dalam do'ku?

Possesive [Lukas] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang