15.Terbongkar II

47 3 0
                                        

Aku tak pernah menyangka, Kenyataan ini begitu pahit untuk ditelan.

~L~                                 

 

***

"Leya Apakah sekarang kamu akan meninggalkan ku begitu kamu tahu aku siapa?" Lukas Menatap wajah mungil itu.

Kini mereka berdua berada dikamar Leya,Dokter sudah memperbolehkan nya pulang dan dirawat dirumah. awal nya Lukas menolak untuk membiarkan Leya dirawat dirumah sakit sampai sembuh.tapi,Dengan sekali ancaman dari kekasihnya itu ia menurut saja.

"Entah lah,Aku merasa konyol dengan jalan ceritaku sendiri, Penulis sialan itu sempat sempat nya membuat naskah hidup ku tak menentu dan tergantung dengan ending tanda tanya." Jawab Leya santai memakan popkron didepan televisi.

"Aku berucap sungguh Ley,bisa kah kamu serius untuk kali ini?" Tanya Lukas menatap satu Leya.

"Apa yang harus ku pertimbangkan sayang? Aku sudah tahu beberapa hari yang lalu tentang kebohongan itu. dari situ aku sudah berpikir matang matang untuk menerimamu." Leya tersenyum.

"Sayang?" Lukas membeo.

"Kenapa? kamu tak suka?" Leya menoleh serius.

Lukas menangkap Wajah Leya hingga pipi nya menggembung mengemaskan. " Kata siapa? aku sangat suka, Panggil aku dengan sayang sebanyak mungkin dan juga Aku tidak tahu jalan cerita ini, Semoga orang yang menulis naskah cerita kita tidak terlalu lama hiatus. aku tak sabar menunggu moment dimana kita hidup bahagia dan rukun bersama keturunan kita nanti." Sahut Lukas menatap manik Leya dalam.

Leya telah mengetahui kebohongan orang didepannya kini, Ia memang sangat kesal dan kecewa saat amnesia nya dipermainkan.tapi,karena perhatian kecil yang terus menerus laki laki itu torehkan padanya membuat sedikit hati nya menginginkan laki laki itu selalu bersamanya,melewati hari yang tak kunjung usai dengan perkara dunia.

Ibu nya sudah ditemukan beberapa hari lalu, Ibu nya kini berada didapat menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.tapi,si Lukas ini malah datang ketempat nya beralasan untuk menjenguk.

"Kenapa kamu datang pagi pagi sekali kerumah ku?" Tanya Leya bingung.

"Tidak papa,Hanya Rindu gadis soda ku ini." Jawab Lukas membuat semburat rona merah muda dipipi Aleya merona.

"Aduh aduh..,anak anak Mommy, ibu nya sibuk didapur ini malah mesra mesra an, Ayo cepat sarapan." Seru Arsil melihat anak dan Teman anak nya sibuk bermesraan.

"Lukas," Panggil Arsil menatapnya.

"Ada apa mom? Hehe." Sahut Lukas cengengesan.

"Bantu Leya mendorong kursi roda nya kemeja makan dan mari sarapan bersama." Titah Arsil, Lukas mengangguk membawa Leya segera kemeja makan.

Dimeja makan,Mereka bertiga sibuk memakan roti isi dan susu selain kacang. Leya sedikit bingung mempertanyakan keberadaan adiknya dimana, Semenjak kepulangannya kerumah kemarin lusa ia tak sedikit pun tahu keberadaan bocah itu.

"Apa dia tak mengkhawatirkan aku?" Bisik Leya pada diri sendiri.

"Kau bicara apa sayang?" Tanya Mommy.

Possesive [Lukas] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang