Chapter 8
"Jadi, ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk kalian?", tanya Maou sambil duduk dikursi kerjanya.
Saat ini Yuusha dan teman-temannya sedang duduk di hadapan Maou yang sedang duduk santai di kursinya, didampingi oleh Pilgrim.
"Kalau begitu bertarunglah dengan kami, untuk membuktikan kemenangan kami!", kata Yuusha sambil berapi-api.
"Kan sudah kubilang kalau aku tidak mau bertarung dengan kalian, buat apa aku repot-repot menyiapkan papan itu, kalau pada akhirnya aku harus melawan kalian", kata Maou santai.
"Kalau begitu tunduklah pada kerajaan Engavamille"
"Aku menolak, kalau aku tunduk pada manusia, siapa yang bisa menjamin kesejahteraan para Mazoku?"
"Untuk apa mensejahterakan makhluk yang ganas dan selalu menyerang manusia"
"Siapa bilang mazoku yang aku sejahterakan menyerang manusia?"
"Hah?"
"Kalian melihat tembok yang ada di luar istana kan? Tembok itu dibangun bersama dengan barrier untuk mencegah rakyatku keluar dari kerajaan dan mencegah makhluk dari luar masuk ke kerajaan, dan itu sudah berlangsung lebih dari 150 tahun"
Meja di depan Maou digebrak oleh Yuusha hingga menyebabkan meja itu retak dan hampir hancur.
"Bohong! Darimana kau bisa membuktikan hal itu?!"
"Tentu saja bisa", kata Maou.
"Besok aku sendiri yang akan ajak kalian berkeliling kerajaan!", lanjut Maou sambil tersenyum senang.
Yuusha dan teman-temannya yang lain hanya bisa melongo melihat kelakuan Maou.
"Hal ini sudah jauh melampaui kemampuan imajinasi kami", kata Armein.
"Ada apa sebenarnya ini?! Apakah ini hanya mimpi?!", teriak Lucas.
"Yuusha, tenanglah", kata Miina sambil menarik lengan Yuusha dari meja yang sedari tadi menjadi korban kepalan tangannya.
Perlahan kedua matahari mulai terbenam, warna yang tadinya orange sekarang menjadi biru gelap di lengkapi dengan cahaya bulan dan bintang yang muncul dikejauhan. Maou masih dengan wajah santainya melihat ke arah jendela.
"Pilgrim siapkan kamar tamu untuk Yuusha dan teman-temannya, pastikan kau tidak memakai gate agar mereka tidak tersesat"
"Kamar?", tanya Yuusha masih dengan alis terpaut.
"Menginaplah di sini, sudah malam, berbahaya kalau kalian berkemah diluar gerbang istana"
"Apakah kau punya pikiran untuk menyerang kami saat tidur", Tanya Yuusha dengan wajah sinis.
Maou menaikkan kedua alisnya dengan bingung. Lalu tertawa kecil, dan mendekati Yuusha. Seperti saat pertama bertemu Yuusha kembali mundur selangkah dan mendengak. Kepalanya disambut oleh usapan tangan Maou yang hangat.
"Bocah ingusan", katanya sambil tertawa dan membuat rambut Yuusha berantakan.
Setelah terdiam sesaat Yuusha menyingkirkan tangan Maou dengan lengannya, sambil melihat ke arah lain. Saat Maou berpikir Yuusha akan menepak tangannya yang ternyata tidak.
"Kalian semua beristirahatlah dulu malam ini, kalaupun kalian ingin bertarung denganku, hilangkan dulu rasa lelah kalian itu"
Maou hanya melambaikan tangan saat Pilgrim mengantarkan mereka keluar ruangan. Tidak berapa lama Tear memasuki ruangan kerja Maou.

KAMU SEDANG MEMBACA
Isekai For my brother I'll become a demon lord
مغامرةMalaikat maut yang sedang training salah mencabut nyawa?! Pilihan Kanato hanya dua, dikirim ke surga atau dilahikan kembali Tapi harapan Kanato hanya satu, bertemu kembali dengan adiknya, yang ternyata....... Cerita pertamaku, jika berkenan tolong b...