Eps 8: Hari Ulang Tahun Sekolahku

397 61 7
                                        

Langit pagi memanggil dengan lembut melalui sinar mentari yang menyapu jendela. Sepertinya pagi ini ingin memberikan kebaikan tanpa syarat. Adel, yang tersentak dari tidurnya oleh panggilan itu, segera membuka mata dan dengan cepat menuju kamar mandi untuk memulai persiapannya menuju sekolah.

Setelah Adel tiba di sekolah, langkahnya mantap menuju kelasnya. "Assalamualaikum," sapa Adel begitu masuk.

"Waalaikumsalam," jawab teman-temannya serentak.

Adel melangkah ke meja di samping Sahil dan menepuk bahunya dengan ramah. "Hey," sapa Adel.

"Roboh eh roboh!" Sahil terkejut mendadak.

"Haha, kaget ya," kata Adel sambil tersenyum.

"Iyalah, untung jantungku gak copot," sahut Sahil sambil memegang dadanya.

Adel tertawa pelan. "Haha."

Sahil hanya menghela nafas.

"Oh, kamu gak ikut voli nanti?" tanya Adel.

"Ikut," jawab Sahil.

"Terus kok santai kayak dipantai?" goda Adel.

"Emangnya kenapa?" Sahil bertanya balik.

"Kok gak mempersiapkan diri?" tanya Adel lagi.

"Ya gak papa," sahut Sahil.

"Ya gini nih, kalau udah pintar ya santai kayak dipantai. Sedangkan aku latihan sampai tengah malam," ungkap Adel.

"Hah, ngapain sampai tengah malam?" Sahil penasaran.

"Sepi Hil enak gak ada yang ganggu," kata Adel, mencoba menikmati momen hening setelah tawa mereka reda.

"Kalau tengah malam, latihan dimana?" tanya Sahil dengan rasa ingin tahu.

"Di rumah," jawab Adel dengan santai.

"Di dalam?" Sahil terkejut.

"Iyalah, kalau diluar nanti diculik. Emang kamu mau nolongin?" goda Adel sambil tersenyum.

"Gak pecah tuh kaca jendela?" Sahil mempertanyakan.

"Ada retak satu," jawab Adel.

"Hah?" Sahil terkejut.

"Kalau gak percaya, nih aku punya fotonya," kata Adel sambil mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto kaca jendela rumahnya yang retak.

"Kalau gak percaya, nih aku punya fotonya," kata Adel sambil mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto kaca jendela rumahnya yang retak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lah, kok beneran" Sahil terkejut.

"Lah, buat apa bohong," sahut Adel dengan santai.

"Ya heran aja, itu gak dimarahin?" Sahil masih bingung.

"Nggak," jawab Adel singkat.

"Oalah, ya udah," Sahil mencoba menenangkan diri.

Andi pun mendekati Sahil sambil mengajaknya main game. "Hey bro, ayo mabar!"

SI HUMORISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang