Sebelas.

933 105 12
                                        

June pernah punya adik perempuan.

Bukan adik kandung, tapi adik sepupu. June itu sayang banget sama sepupunya sampai minta ke mamanya biar sepupunya itu jadi adik kandung dia aja.

Jelas mama June menolak keras. Memangnya si sepupu bisa dimasukin ke rahim mamanya terus dibrojolin lagi biar mereka jadi sepupuan?

Anaknya ini memang udah aneh dari kecil.

June sama sepupunya ini cuma beda beberapa bulan. Mereka masih sepantaran tapi June yang lebih tua dari dia.

Rasa sayang June ini nggak ditunjukkan terang-terangan kayak kakak adik yang saling melindungi, perhatian, atau manja-manjaan. June itu nunjukinnya dengan jadi nakal dan iseng.

Suatu hari sepupunya ini kecelakaan dan nyawanya nggak tertolong. Sejak saat itu June jadi murung dan sedih nggak karuan. Dia sempet stres. Tapi nggak lama dia ketemu sama Avengers dan balik ceria lagi sampai sekarang.

Ingatan June cuma sampai sebatas itu soal masa lalu dia sama sepupunya. Memori June sempat hilang sementara waktu dia stres. Makanya dia lupa sama wajah, nama, bahkan suara sang sepupu.

Buat June yang sekarang cerita itu udah lewat karena dia udah bisa nerima kepergian sepupunya walau masih ada rasa sayang ke sepupunya.

"Blegug! Bangoooon!"

June langsung balik ke realita ketika Bambam teriak tepat di kuping dia buat menyadarkan June dari bengong-bengong.

"Astagfirullah, Bambam!" June syok.

Kemudian June meniup-niup kepalan tangannya kayak niup keong, lalu ditempelin di kuping sebelah kanannya. Takut jadi conge beneran dia.

"Jangan bengong mulu sayang, nanti kesambet."

June merinding dengar kata sayang keluar dari mulut Bambam. Maka June langsung duduk di pojokan, menutupi tubuhnya dengan tangan disilangkan di depan dada, dan melotot tidak percaya kepada Bambam, layaknya korban pelecehan. "Tolong, gue nggak siap jadi korban manusia homo."

"Apaan sih?!" Bambam menyahut galak. Gimana pun dia nggak terima harga dirinya tercoreng. "Gue terkam juga lo ya!"

"KYAAAAA! Jangan mas! Toloooooong!"

Bambam beneran menerkam June. Dia lompat ke arah June dan gebukin June satu badan sampe puas.

June yang ketakutan cuma bisa teriak-teriak melengking.

Tiba-tiba Pak Heechul masuk ke kelas. Satu kelas langsung hening, terkejut sama kehadiran sang bapak killer. Padahal tadi udah pada girang pas dibilang guru pada rapat. Memang Pak Heechul ini sangat brdedikasi untuk bikin muridnya cemberut selama di sekolah.

Tatapan Pak Heechul menyapu seisi kelas, sampai akhirnya berhenti pada Bambam dan June. Beliau hafal betul posisi duduk murid-muridnya tanpa terkecuali.

"Bambam. Tempat duduk kamu bukan di situ."

Bambam keringet dingin. "Eh? Iya juga ya pak. Hehehe."

"Bambam mau melecehkan—" June lansung dibekep sama Bambam.

Pak Heechul mengangkat sebelah alisnya.

"Jangan dengerin June pak!"

"Justru bapak jangan dengerin Bambam dong! Saya ini korban loh, korban!"

"Apaan sih lu? Gue korbannya ya! Enak aja nuduh-nuduh! Dengerin saya pakkkk."

"Hoi, Bambam Car, lo kaga punya kaca ya di rumah?!"

"Lo pikir gue mirip sama mobil di Timezone, hah?! Kurang ajar Juneeeeee!" Bambam jambak rambut June.

"KYAAAA—Bam jangan—AAKKKK—STOOOOP!"

Avengers  +97lineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang