Kalau malam Avengers bisa bebas menunjukkan jati dirinya sebagai penyelamat dunia, di siang hari Avengers bisa jadi remaja normal.
Sejujurnya, nggak ada yang dikatakan sebagai sandiwara dalam kehidupan siang dan malam para remaja baru puber itu. Mereka jadi diri mereka sendiri di sekolah maupun di basecamp. Hanya saja, mereka cuma perlu tutup mata atas kekuatan mereka di sekolah dan berbaur dengan wajar.
Hari ini Yuju main-main di kantor Bu Taeyeon sambil menatap Bu Taeyeon dengan tatapan curiga. Sang kepala sekolah tentu jengkel dengan kelakuan Yuju yang lagi-lagi sangat absurd.
"Apa sih bocah? Lama-lama kepala saya bisa bolong kamu liatin terus."
Yuju mengelus dagunya, membuat dirinya merasa seperti biksu bijaksana dari pegunungan di China. "Hmm."
"Ham hem ham hem. Pulang sana! Kerjaannya ngelayap ke kantor guru mulu. Dipikir ruangan saya Dufan?!"
"Yatih, Bu Taeyeon." Yuju selama ini menganggap bahwa tulisan 'Yth' dalam pendahuluan surat dibaca sebagai 'yatih'. "Coba pilih, mending saya ngelayap ke tempat ajep-ajep hiburan malam apa ke tempat ibu?"
Bu Taeyeon hanya ternganga.
"Nggak usah dijawab. Saya tau ibu lebih milih saya seumur hidup kelayapan sama ibu dibanding ke klub ajep-ajep kan? Ibu pasti sayang dan nggak tega saya ini kenapa-napa."
"Emang ibu jawab apa daritadi?!" Ngajak ribut banget—"
"Shhh." Yuju menaruh jari telunjuknya di depan bibir Bu Taeyeon sampai wanita itu mundur beberapa sentimeter menghindari Yuju. Masalahnya, jari Yuju tuh asin. "Coba duduk sini bu."
Bu Taeyeon was-was dengan titah Yuju, namun tetap patuh duduk di sebelah Yuju. Udah kayak ketuker peran aje ni.
"Begini bu—"
"Halah! Nggak usah banyak cocot, mau ngejahilin saya lagi kan kamu? Kerjaannya congor kamu merepet mulu. Saya sumpel pake kaus kaki Pak Daesung juga ya!"
"Apaan seh ibu? Sujon tau ga sujon."
"Suudzon, Maling Ayam! Ngomong aja belom lulus."
"Maling Ayam?"
Bu taeyeon menatap galak ke Yuju, ingin berdebat lebih jauh lagi.
"Nggak gitu bu. Saya tuh hari ini lagi kecewa sama ibu."
"Bagus. Pergi kamu dari sini."
Yuju pura-pura tersakiti dengan meremas bajunya erat-erat sampai seragamnya jadi kusut dan megap-megap nggak karuan, serupa penderita asma stadium akhir. "Jahat!"
"Bodo!"
"Ah, kelamaan." Yuju langsung bersikap biasa dan memandang Bu Taeyeon serius, yang lebih tepat disebut melotot sampai mata copot. "Ibu lagi ada masalah hidup apa? Cerita sama saya. Masalahnya tuh ibu nggak pernah memperlakukan saya sedemikian rupa kayak waktu di kelas di mata pelajaran guru lenjeh satu itu. Ibu juga nggak pernah kehabisan kertas buat minta tanda tangan untuk dicetak nggak tau lah apa itu. Dan lagi, buat apa ibu minta tanda tangan waktu jam pelajaran?! Sesuatu yang sangat bukan ibu banget."
"Apaan sih? Sejak kapan saya mintain tanda tangan guru-guru? Lagian kamu ini ya kurang ajar banget berani pelototin saya! Keluar!"
Tanpa menunggu respon Yuju lebih lama, Bu Taeyeon benar-benar menendang bokong Yuju sampai cewek itu berteriak histeris dan keluar secara tidak terhormat.
Yuju mengelus pantatnya sambil meringis waktu pintu kantor Bu Taeyeon digebrak dengan kencang.
Lagi, Yuju nggak mendapatkan jawabannya apa-apa selain amukan Bu Taeyeon. Lantas, Yuju menyerah mencari tahu, menghentakkan kakinya kesal dan pulang ke rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Avengers +97line
ActionKetika para penghuni 97liner menjadi Avengers dan menyelamatkan dunia walaupun gesreknya nggak ketolong. Nggak papa, yang penting mereka baik udah mau selamatin dunia. Starts ; 25 Mei 2019 End ; ?